Tanya Jalan


Sebuah peribahasa mengatakan “malu bertanya sesat dijalan” tampaknya masih tetap berlaku hingga sekarang. Meskipun sudah ada berbagai macam aplikasi petunjuk arah di telepon pintar, tetap saja orang membutuhkan orang lain untuk memastikan dan mencari arah dan tujuan yang tepat yang hendak dicapai.

Berkali-kali setiap sore saya menjemput istri, sering orang datang mendekat dan menanyakan arah. Dari yang jalan kaki, naik motor sampai hari ini naik mobil mungil lucu merah warnanya…tapi bukan bajaj ya.

Banyak dari kita sudah tahu hendak menuju kemana ketika mau bepergian, namun kadang menemui kesulitan menemukan atau mencari jalan yang tepat untuk dilewati. Apalagi di Jakarta, sudah bertahun-tahun saya tinggal disini, tetap saja jika disuruh kearah daerah Jakarta Barat, Jakarta Utara dan yang lainnya masih kesulitan dan belum mampu menjelajah dan menemukan jalan dengan baik.

Meskipun bisa bertanya, namanya orang kadang pura-pura nggak tahu kalau ditanya. Ada yang asal jawab, ada juga yang memang baik hati menolong dan memberikan informasi dengan baik dan benar. Dulu sempat pergi ke negeri Singa, setiap kali kebingungan mencari daerah, bangunan atau tempat tertentu bahkan kendaraan dan tujuan yang mau dicapai, orangnya sangat membantu sekali. Menunjukkan dan memberi tahu dengan baik.

Ah, apa sudah mulai luntur ya budaya tolong menolong dikita? Atau mungkin orang sudah mulai terbawa rasa curiga dan ketakutan terjadi tindak kejahatan? Bisa juga sikap apatis memang sudah menjangkiti banyak orang disini. “Lu..lu…gue..gue” istilah Betawinya.

Tapi saya pikir tidak perlu takut dan kuatir, selama kita berniat baik maka kita bisa mendapatkan petunjuk jalan mana yang harus kita lewati. Seperti kata ayat-ayat berikut ini:

“Ia memberi aku kekuatan baru, dan menuntun aku di jalan yang benar, sesuai dengan janji-Nya.” (Mazmur 23:3 BIS).

“Setiap pagi ingatkanlah aku akan kasih-Mu, sebab kepada-Mulah aku berharap. Tunjukkanlah aku jalan yang harus kutempuh, sebab kepada-Mulah aku berdoa.” (Mazmur 143:8 BIS).

“TUHAN sudah menentukan jalan hidup manusia di dunia ini; itu sebabnya manusia tak dapat mengerti jalan hidupnya sendiri.” (Amsal 20:24 BIS).

“Engkau telah menunjukkan kepadaku jalan yang menuju hidup yang sejati. Kegembiraanku meluap-luap karena Engkau ada bersama aku.'” (Kisah 2:28 BIS).

Tapi tentu saja, tetap pakai GPS anda, hidupkan google map dan aplikasi penunjuk jalan lainnya sayang pake paket data di telepon pintarnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: