Archive for July, 2015

Mimpi Buruk

July 31, 2015

Pagi-pagi Oma cerita kalau tadi jam setengah 3 Abby kebangun, katanya mimpi buruk sampai minta dinyalain lampu kamarnya dan lama baru bisa tidur lagi.

Jam 5-an dia bangun dan cerita, “I’m scared pap…aku mimpi buruk, aku takut sama ikan” saya jawab, “its oke … Nanti ikannya kita goreng aja biar nggak nakutin Abby lagi.”

Siang setelah pulang sekolah, sampai dirumah saya tanya lagi apa mimpi buruknya, kenapa takut dengan ikannya. Kemudian dia menceritakan , “aku kan lagi berenang tuh ya, trus ada fishnya yang coklat-coklat ada goldnya, matanya merah trus giginya tajam, aku takut digigit Pap”. Kemudian saya jawab, “ingat nggak waktu kita makan ikan, ikannya kan kalah dia…trus dimasak, digoreng dan kita makan. Ada ikan yang kecil, yang bisa dimakan. Ada ikan yang lucu-lucu juga yang waktu kita ke Bandung kita kasih makan. Nah, cuma ikan paus dan hiu yang ganas yang bisa gigit manusia, jadi jangan takut lagi ya sama ikan!”
“Oke deh pap…” Jawabnya.

Cerita anak…
Sekarang sudah bisa menceritakan kalau dia bermimpi. Entah bagaimana bisa bermimpi tentang ikan, padahal nggak ada kolam ikan, seminggu ini kayanya juga nggak ketemu ikan. What so ever lah dengan ikan…yang penting bisa berbagi rasa dengan cerita mimpinya!

Soto Pinggir Jalan

July 30, 2015

Soto pinggir jalan depan Sekolah Don Bosco.
Pendapatan minimal per-hari dengan perhitungan rata-rata:

1 mangkok : Rp 10.000
Sehari : 50 mangkok
Pendapatan : 500.000

Modal : 300ribu per-hari
Bersih : 200ribu x 20hari kerja
Hasil : 200×20 : Rp 4.000.000

Kalau bisa sampai 100mangkok perhari selama 20hari kerja bisa mendapatkan 8juta.

Menarik sekali ya?

#kesenanganbarungitungbisnisan

Inspirasi Lalat

July 30, 2015

Saya terkesan dengan postingan ini RT @infoLengkap: Lalat dapat menyalurkan sekitar 300 bakteri setiap kali hinggap di benda.

Binatang kecil yang terbang dan selalu hinggap dimana saja ini memang sangat menjengkelkan. Selain menyebarkan penyakit, juga mengganggu setiap aktivitas, dari memasak sampai tidur pasti sangat tidak nyaman bila mereka terbang berseliweran disekitar kita.

Mencermati kehidupannya memanglah tidak mengasyikkan, namun banyak tulisan yang mengulik tentang mereka. Saya sih tidak tertarik, cuma sedikit berpikir saja, ya…seandainya saja, kita bisa meniru dengan apa yang lalat lakukan. Maksudnya?

Nah, dengan umurnya yang paling lama katanya setahun untuk jenis tertentu, tentu saja mereka sudah melakukan banyak perkara. Perkara sepele tapi membuat mikir. Bayangkan jika sekali nempel dimana saja dia bisa menyalurkan 300 bakteri, dalam sehari berapa ribu bakteri yang dia sebarkan.

Kalau saja kehidupan kita manusia seperti mereka dalam arti yang baik, pasti dunia ini akan jelas lebih indah. Bayangkan: setiap kali manusia hinggap alias berada disatu tempat tertentu bisa menularkan atau melakukan 300 kebaikan, betapa itu akan menjadi suatu tindakan yang luar biasa?

Ah, tidak usah susah-susah sampai 300 kebaikanlah ya, cukup 1 kebaikan saja setiap hari, pasti akan terjadi perubahan, tidak saja bagi orang lain. Bagi dirinya sendiri pun juga akan mengalami perubahan.

Saya membaca sebuah buku yang sangat menginspirasi berjudul “29 Gifts – Keajaiban Memberi” dari Cami Walker, dimana pengarangnya menderita penyakit yang melumpuhkan sebagian besar aktivitasnya, dia mendapatkan saran dari mentornya, daripada mengeluh dan menyesali keadaannya disarankan untuk mengubah cara, pola pikir dan tindakannya dalam bentuk kebaikan setiap hari, kebaikan kecil, apa saja bentuknya. Akhirnya kisahnya dibukukan dan menjadi sebuah gerakan yang sangat menginspirasi diseluruh dunia.

Kebaikan-kebaikan kecil yang dilakukan untuk orang lain, yang mungkin tampaknya sederhana justru kadang dibutuhkan. Seperti mengirim pesan singkat, mengirim ucapan atau bunga, memberikan sedikit waktu untuk mendengarkan cerita, berbagi makanan atau apa saja bisa membuat kehidupan orang lain tertolong dan disemangati. Saya dan istri sempat membuat jurnal 29 hari kebaikan, meskipun tidak sampai selesai, tapi hal itu sangat menantang kita untuk bertindak diluar rencana dan melakukan kebaikan bagi siapa saja sangatlah berkesan.

Rasul Paulus menulis kepada Yakobus tentang kebijaksanaan yang bisa dilakukan dalam tindakan kebaikan seperti berikut, “Tetapi orang yang mempunyai kebijaksanaan yang berasal dari atas, ia pertama-tama sekali murni, kemudian suka berdamai, peramah, dan penurut. Ia penuh dengan belas kasihan dan menghasilkan perbuatan-perbuatan yang baik. Ia tidak memihak dan tidak berpura-pura.”
“Memang kebaikan adalah hasil dari benih damai yang ditabur oleh orang yang cinta damai! ” (Yakobus 3:17-18 BIS).

Jika saya tuliskan dengan sederhana, kebaikan itu bisa dilakukan dengan:
1.Murni
2.Suka damai
3.Peramah
4.Penurut
5.Belas kasihan
6.Tidak memihak
7.Tidak berpura-pura
Dengan 7 hal itu saja kita bisa melakukan kebaikan sederhana selama 1 minggu, jika kita bisa menggali lebih dalam lagi, saya yakin 300 kebaikan akan bisa kita lakukan.

Jadi, mari kita hinggap dan menyebarkan bakteri kebaikan…dimana saja, kapan saja, pada siapa saja, untuk kemulianNya!

Kotoran Yang Menempel

July 29, 2015

Sebelum berangkat pagi ini seperti biasa saya mengecek ban, dan ternyata kapasitas anginnya berkurang harus ditambah lagi. Maklum tiap hari mulai senin kemarin harus bertiga sekarang tiap pagi berangkatnya. Sejak si Abby masuk SD.

Akhirnya mengisi ban di jalan. Sesampai disekolah Abby, setelah turun saya melihat sesuatu dipijakan kaki belakang. Dan ternyata itu adalah kotoran. Untuk memastikan saya menciumnya…hahahahaha, memang benar itu kotoran kucing atau yang lainnya. Cek sepatu, ternyata itu dari sepatu Mami. Kemungkinan menginjaknya pas saat mengisi angin ban tadi.

Kadang kita merasa diri kita selalu bersih, tampak bersih dan memang sudah bersih, namun dalam perjalanan bisa saja kita terkena kotoran. Apapun itu, mulai dari debu sampai seperti pagi ini tertempel kotoran kucing disepatu. Hidup memang tidak selalu bersih, bahkan hati dan pikiran kita pun demikian. Kadang kita merasa sudah bersih, tidak ada kotoran dan dosa yang menempel. Namun, semua hal akan berubah. Termasuk kotoran yang menempel di hati dan pikiran kita. “Ada orang yang menganggap dirinya suci padahal ia kotor sekali.” (Amsal 30:12 BIS). Peringatan dari petuah bijak Amsal ini menunjukkan bahwa kita tidak terlepas pada segala bentuk kotoran yang menempel pada diri kita. Apapun itu, sebutkanlah misalnya tindakan menggerutu, membicarakan orang lain, hati yang kesal dan tidak bersyukur dan masih banyak lagi kita bisa sebutkan.

Paulus mengajarkan pada Titus, “Segala sesuatu adalah suci bagi orang-orang yang suci. Tetapi bagi orang-orang yang pikirannya kotor dan yang tidak beriman, tidak ada sesuatu pun yang suci, sebab pikiran dan hati nurani mereka sudah kotor!” (Titus 1:15 BIS). Dan lebih lagi Yesaya menegaskan bahwa Tuhan tidak ingin kita berada dalam kekotoran hidup, “TUHAN berkata, “Mari kita bereskan perkara ini. Meskipun kamu merah lembayung karena dosa-dosamu, kamu akan Kubasuh menjadi putih bersih seperti kapas. Meskipun dosa-dosamu banyak dan berat, kamu akan Kuampuni sepenuhnya.” (Yesaya 1:18 BIS).

Saya bersyukur bahwa meskipun hidup saya tidak lepas dari kotoran, saya mendapatkan selalu kesempatan untuk dibersihkan dari segala kotoran. “Sucikanlah aku, maka aku akan bersih; cucilah aku, maka aku akan lebih putih dari kapas.” (Mazmur 51:7 BIS).

Hari Pertama Sekolah

July 27, 2015

Hari Pertama sekolah adalah hari ini, hari ini istimewa, berbeda bukan karena Abby belum pernah sekolah sebelumnya tapi karena hari ini Abby masuk SD.

Jam lima pagi sudah dibangunkan, jam setengah enam sudah mandi dan jam enam lebih sedikit sudah mulai berangkat. Ini akan jadi rutinitas yang baru. Sampai disekolah, puji Tuhan belum sampai jam tujuh…setelah parkir motor kita bergegas kedalam sekolah. Dan ternyata, kelasnya pindah dari kelas yang dulu pas datang wawancara. Setelah menemukan kelasnya, kemudian langsung masuk, taruh tasnya diloker dan mulai mencari tempat duduk. Abby memilih duduk dibarisan kedua dari depan, kebetulan karena sudah ada temannya yang duduk lebih awal dibangku paling depan.

Selang beberapa waktu kemudian, gurunya masuk ke kelas, kata beberapa orang guru itu guru baru disini. Okelah, nggak masalah. Kemudian tampaknya ada perkenalan, dari nama gurunya kemudian nama murid-muridnya. Abby bilang kalau dipanggil namanya oleh gurunya, dia bilang, “aku datang!” Hahahaahaha…kaya model dubbing film jepang atau korea gitu, yang bilang “aku datang” kalau masuk rumah.

Setelah presensi selesai kemudian diajak berbaris, anak perempuan dan laki-laki dipisah barisannya, kemudian mereka berjalan ke lapangan. Ternyata hari pertama ini juga dimulai dengan upacara bendera dan perkenalan dengan kepala sekolah yang baru. Selesai upacara kemudian masuk kelas sebentar untuk minum, lalu berbaris kembali. Ternyata mereka berjalan-jalan semacam orientasi, mengenal lingkungan sekolahnya. Mulai dari mengunjungi ruang kepala sekolah, kantin, lapangan, perpustakaan dan toiletnya.

Dijam isitirahat hari ini, Abby dan teman-temannya makan dikursi taman didepan kelasnya. Masih banyak anak-anak kelas 1 dan 2 juga orang tua yang menemani ikut ramai nimbrung disitu. Setelah waktu isitirahat selesai, masuk kelas kembali kemudian pelajaran yang terakhir belajar menulis pengumuman untuk besok, abby sempat ketinggalan namun gigih menyelesaikan sampai doa penutup selesai kemudian minta tanda tangan gurunya.

Dan Oma pun ikut menyusul ke sekolah baru, selain itu juga belajar rute baru, supaya hari-hari kedepan kalau menjemput Abby pulang bisa punya banyak alternatif jalan pulang. Setelah selesai, kemudian antar si Mami ke tempat kerjanya, Papi, Oma dan Abby pulang bertiga. Kita sempatkanmampir di pasar segar, Papi makan mie yamien ayam komplit dan Oma makan mie ayam manteb. Abby icip-icip dari kedua mangkoknya. Hahahahaha!

Menyenangkan dan seru, juga luar biasa pas masih punya waktu untuk mengantar anak ke sekolahnya yang pertama kali. Banyak belajar dari orang tua yang sudah menyekolahkan anaknya disana lebih dulu. Ah…sampai enam tahun kedepan itu dimulai dari hari ini. Papi, Mami dan Oma berdoa yang rajin sekolahnya ya Mbi…sehat terus, dan semangat! Yang penting menikmati sekolahnya, soal prestasi dan kepandaian…ah, pap tahu kamu akan berusaha keras untuk bisa, seperti hari ini!

Love Pumpkin…proud of you!
Enjoy your schooling time yaaaa…

CASTING

July 24, 2015

Kemarin siang menjelang sore, tiba-tiba ada pesan masuk di telepon saya. Ada permintaan untuk ikutan casting host/icon sebuah produk untuk anak-anak sekolah minggu gereja. Wah, dalam hati sih berkata kesempatan ini untuk menjajaki dunia yang baru.

Sepulang menjemput si mami, saya kasih lihat pesannya dan si mami menyetujui. Ya sudah, akhirnya pagi ini saya berangkat deh. Setelah minta petunjuk kebeberapa teman, termasuk tim yang menghubungi saya. Akhirnya saya memilih satu jalur perjalanan yang relatif mudah. Maklum meskipun disekitaran wilayanh jabodetabek, tetap saja saya masih buta wilayahnya.

Dari depan lapangan Bhayangkara Blok M saya naik shuttle bus ke Lippo Cikarang, dengan membayar 20ribu rupiah sampailah saya di bundaran ujung ldekat gedung CBN tempat saya casting. Dan saya datang memang jauh sebelum jam kesepakatan dibuat, biar nggak telat sekaligus belajar jalannya lewat mana saja. Setelah masuk gedung dan lapor kemananan saya menunggu sambil baca buku, ditengah-tengah menunggu ternyata ketemu dengan Uthe, teman yang mengundang saya casting jadilah kami ngobrol. Jam makan siang saya makan dikantinnya, lumayan murah dan enak…ala-ala warteg menunya. Selesai makan saya didekati cowok dan menayakan nama, ternyata ini yang menghubungi saya kemarin, Eben anak kelahiran Semarang, ber-ktp Jakarta dan kuliah diBandung, sekarang magang diCikarang. Top!!

Sambil menunggu, ternyata ada satu lagi calon yang dicasting, cewek dari Bandung, masih dalam perjalanan dan belum ada kabarnya. Jadi saya sempatkan untuk mempelajari konsep hostingnya seperti apa, pelajaran-pelajaran yang akan disampaikan dan script yang akan dibacakan nanti.

Akhirnya, jam 2 lewat, datanglah si Priska, nama cewek yang jadi tandem saya casting host. Setelah mempelajari dan tanya-tanya, langsung kita dibawa ke studio 1, ruangannya sih kecil mirip kamar sebenarnya, dari situlah kita berlatih untuk take yang pertama. Take pertama dievaluasi, kemudian diarahkan ulang, akhirnya take kedua dengan materi masih sama, selesai kameramen bilang, “better” saya nyahut, “better emang lebih baik”. Mirip-miripin iklanlah ya, hahahaha! Break sebentar, persiapan kemudian take ketiga, selesai sampai take keempat untyk menghabiskan semua konsep modul yang ditawarkan. Lalu tiba giliran masing-masing dishoot, saya sendiri dan Priska sendiri, yang diminta dari saya untuk memberikan trik dan tips menangani crowd dan anak yang aktif. Oke…bungkus!!

Selesai shootingnya, saya diajak ngobrol sebentar didepan kantin, dobeliin teh anget, kata mbak dari Jogja yang juga crew CBN udah pada pucet kedinginan AC. Biar hangat katanya, takut masuk angin. Diakhiri dengan foto bersama, dan saya diajak bareng dengan Uthe pulang, diantar sampai terminal shuttle.

Ah, senang saya dapat kesempatan hari ini. Entah dikontrak nanti jadi atau enggak, ya nggak masalah…tapi saya pernah punya pengalaman casting dan shooting. Kalo papinya nggak bisa, siapa tau anaknya si Abby bisa? Ya kan? Paling tidak, saya menuliskan pengalaman hari ini menjadi kesan dan kebaikan Tuhan yang saya bisa nikmati.

Pesan Air

July 24, 2015

Sudah hampir satu jam menunggu, setelah order air minum isi ulang yang biasanya cepat dikirim kerumah tidak datang-datang.

Akhirnya saya dan istri putuskan untuk membawa saja galon kosongnya ke agen yang kita telpon. Dan, baru beberapa meter naik motor…eh, dari tikungan yang gelap muncullah si tukang air …ahaaa…ternyata orang baru yang mengantar.

Akhirnya kita balik kerumah, dan transaksi kita selesaikan. Sambil mengangkat galonnya saya tanya, “mas…kok agak lama ya nganternya? Si Mas menjawab, “iya pak…maaf, tadi saya ada meeting dulu.”

Yuup…meeting tukang antar galon! Profesionalitas yang dipentingkan untuk memberikan servis yang lebih baik saya kira. Tapi, saya juga berpikir…hebat juga ya, secara tukang air ini pake meeting segala…

Semoga bukan sekedar meeting, mee keriting, me+think, atau mee-mee yang lain. Dan segarnya air minum…itu yang kita tunggu sesorean sudah kita nikmati. Mari minum…

#cerita tadi malam kehabisan air minum

Komentar Hari Ini

July 21, 2015

Sebelum pergi mengantar Oma dipijit siang ini, saya menyempatkan diri untuk makan dulu. Selain aman, sehat dan enak…tentu saja alasan selebihnya adalah hemat bin ngirits, hahahaha.

Lagi enak-enaknya menikmati makannya, tiba-tiba muncul si Abby dari kamar mandi dan mengomentari dengan gayanya yang asoy…

“Lapeeer ya coy….”

———#hadeuuuuh: menahan makanan dimulut dan tidak bisa membalas ocehannya!!

Meditasi Tempe Mendoan

July 19, 2015

“Alangkah rugi apabila kamu tidak menggunakan hari demi hari untuk mengasihi Allah.”
—Brother Lawrence

Beberapa hari sebelum lebaran rasanya pengen sekali saya makan tempe mendoan hangat dengan cabe rawitnya. Dalam perjalanan pulang hanya melewati satu penjual yang khusus berjualan tempe mendoan ini. Dan ternyata dua hari menjelang lebaran…dia sudah tutup. Walhasil kepengenan saya tertunda.

Sempat membeli tempe khusus buat mendoan empat buah dan tepung bumbu yang sudah jadi, ternyata sampai kemarin pun tidak bisa memasaknya.

Tapi siang hari ini, akhirnya…saya bisa memasaknya meskipun bukan dengan tempe khusus mendoan tapi tempe biasa. Tidak masalah…yang penting adalah tempe mendoan ala saya sendiri bisa saya nikmati!

Adalah Brother Lawrence, seorang juru masak dari sebuah biara di Perancis pada abad ke-17, dalam bukunya “Practicing the presence of God”, ia membagi pengalamannya bergaul karib dengan Allah. Ia menyebutkan cara-cara praktis untuk “mempersembahkan hati Anda kepada Allah dari waktu ke waktu di sepanjang hari,” bahkan di sela-sela dari tugas-tugas yang Anda lakukan, seperti memasak atau memperbaiki sepatu. Brother Lawrence menegaskan, keintiman rohani seseorang bukan berarti mengubah hal-hal yang Anda lakukan, tetapi melakukan segala sesuatu bagi Allah ketika Anda melakukan tugas-tugas harian Anda.

Sebagai seorang tukang masak di biara, Brother Lawrence menemukan keintimannya dengan Tuhan justru pada saat melakukan pekerjaannya. Tidak mudah bagi saya untuk melakukan pertemuan dengan Tuhan saat sibuk mengiris daun bawang, mengiris tempe, mengaduk adonan tepung, memanaskan minyak diwajan… Dan menunggu sampai matang, dan mengulangi prosesnya kembali.

Penulis dari sebuah buku berjudul A General Theory of Love (Suatu Pandangan Umum tentang Kasih) menyatakan, “Ketika akal budi dan emosi berbenturan, hati sering memberi jawaban yang lebih tepat.”

Ahaaa…ternyata disitu masalahnya, eh maksud saya adalah titik tolak seharusnya yang saya harus lakukan. Ya, memasak dengan hati…menemukan Tuhan dalam setiap irisan, adukan, gorengan…melihat bagaimana begitu luar biasa Allah mengajarkan banyak pelajaran dan penyertaan dalam kehidupan kita.

Dan, untuk makan malam…saya kembali membuat tempe mendoan. Kali ini lebih menikmati dan mendapatkan rasa yang indah dan nikmat dalam setiap prosesnya. Inilah yang saya namakan meditasi tempe mendoan.

M.E.S

July 18, 2015

Coba simak tweet ini RT @infoLengkap: Orang kota menggunakan otak Amygdala yang mampu mengatur mood & emosi, sedangkan orang desa menggunakan otak Cingulate Cotex yang mampu mengatur stres.

Saya bersyukur karena saya lahir dan besar di desa dan kemudian menikah di kota. Jadi kemungkinan besarnya adalah saya bisa menggunakan 2 bagian otak saya, si Amygdala dan juga Cingulate Cotex.

Nah, benar demikian atau tidak…karena perpaduan antara desa dan kota itu, saya sih nggak terlalu perduli sangat. Yang penting urusan mengatur mood, emosi dan stress itu sebenarnya dan seharusnya memang bisa dilatih, di lepaskan atau dilampiaskan dengan baik dan benar. Caranya? Masing-masing orang punya caranya sendiri, asalkan positif ya nggak papa, kalau sudah dengan cara yang tidak baik, yaaaa…mesti diperbaiki …lah.

Salah satu hal yang baik untuk meredan MES (Mood Emosi & Stress) adalah saya menyimak perkataan Daud yang menguatkan seperti dibawah ini;
“Waktu aku berpikir bahwa aku akan jatuh, kasih-Mu, TUHAN, membuat aku berdiri kukuh.”
“Apabila hatiku cemas dan gelisah, Engkau menghibur dan menggembirakan aku.” (Mazmur 94:18-19 BIS).

Selamat mengontrol mood, emosi dan stress…Tuhan memberkati!