melayat


“Kerjakanlah segala tugasmu dengan sekuat tenaga. Sebab nanti tak ada lagi pikiran atau kerja. Tak ada ilmu atau hikmat di dunia orang mati. Dan ke sanalah engkau akan pergi.” (Pengkhotbah 9:10 BIS).

Mendatangi tempat perkabungan, seseorang yang telah pergi kembali pada yang Maha Pencipta selalu menjadikan sebuah pembelajaran yang sangat berarti. Bahwa tidak ada keabadian yang sejati didunia ini, pada akhirnya akan kembali pada keabadian yang sesungguhnya, kekekalan bersama-Nya.

Salomo menuliskan “Di dunia orang mati, selalu ada tempat; begitu pula keinginan manusia tidak ada batasnya.” (Amsal 27:20 BIS).
Sebuah kebijaksanaan yang menjadi pengingat setiap kita bahwa manusia semestinya sadar tidak akan ada habisnya untuk menginginkan dan memiliki berapa banyakpun sesuatu dalam hidupnya.

Satu-satunya cara supaya kita memenangi kehidupan dan mati dalam kebenaran adalah percaya kepada Yesus, karena Dia berkata, “Akulah yang memberi hidup dan membangkitkan orang mati,” kata Yesus kepada Marta. “Orang yang percaya kepada-Ku akan hidup, walaupun ia sudah mati.” (Yohanes 11:25 BIS). Janji-Nya ya dan amin. Jadi tidak perlu takut lagi dengan kematian.

#note:
melayat kepergian tante Tjoen / 250615

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: