Ada Yang Iri Dengan Si Tukang Parkir


Acara sudah selesai dan beres-beres props kelas sudah, jadi saya ganti baju untuk acara selanjutnya, menghadiri farewell kelas si Pumpkin, sudah lepas TK Besar dia. Dan segera saya bergegas menuju tempat parkir motor saya, pake helm, keluarin dari barisan parkir dibantu seorang tukang parkir yang jaga diarea itu. Setelah menyerahkan uang dua ribuan, terlontar obrolan dengannya,”wah…panas banget ya beberapa hari ini, nggak ada hujan lagi.” “Iya pak, semoga menjelang puasa ada hujan, biar sorean agak adem, luar biasa capeknya kerjanya ini kalau panas.” Saya menyahut sambil memutar motor, “betul pak, syukur ya pak masih bisa dapat kerjaan.” Sahutnya, “yaaah…pak, kerjaan kaya gini aja banyak yang ngiri pak!” Agak terdiam saya sebentar, lalu saya jawab kembali,” namanya orang ya pak, nggak seneng aja liat orang lain bisa kerja…yaa semoga lancar ya pak hari ini, saya duluan, makasih pak.” Dan saya tinggalkan si tukang parkir saat dia mulai menata posisi motor yang lain.

Jadi tukang parkir saja bisa di iri-in sama orang, apa gara-gara penghasilannya ya? Coba berhitunglah kalo memang gara-gara soal itu, 1 motor 2 ribu rupiah, kalo bisa markirin 50 motor minimal sehari, berarti 2ribu kali 50 sama dengan 100ribu sehari, 30 hari bisa dapat 3 juta. Oh, ya lumayan juga sih. Tapi kan belum setoran parkirannya, setoran “keamanan”, atau yang lainnya. Jika sisanya bisa dapat 2 juta sebulan masih terhitung lumayan. Tapi ya entahlah, mungkin itu hitungan kasar saya saja. Sementara orang-orang bisa iri dengan tukang parkir inin mungkin berpikir enak kali ya jadi tukang parkir, duduk nongkrong, nungguin motor sambil ngerokok dan ngopi, selesai dibayar nggak susah-susah amat kerjanya.

Penulis Pepatah Bijak menyampaikan seperti ini, “Janganlah iri hati kepada orang berdosa. Taatlah selalu kepada Allah.” Memang butuh kekuatan dari Tuhan supaya kita tidak jatuh dalam perkara iri mengiri ini, daripada mengiri seharusnya menganan saja yaa. Heheheheh…mengingat bahwa “Hati yang tenang menyehatkan badan; iri hati bagaikan penyakit yang mematikan.” Lebih baik memilih untuk tetap sakmadya…ora usah ngangsa, nggak usah repot, sibuk dan membandingkan dengan apa yang menjadi hak dan bagian juga berkahnya orang lain. Penulis kitab Mazmur mengingatkan dengan jelas, “… tapi orang yang menyembah TUHAN tidak berkekurangan.” (Mazmur 34:10 BIS). Mari belajar untuk nggak ngiri…

Advertisements

One Response to “Ada Yang Iri Dengan Si Tukang Parkir”

  1. susyhessa Says:

    Superrrr…..Mr. Amos.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: