Kumis dan Ketek


Seperti biasanya kalau bangun pagi, sesudah ngopi saya sempatkan untuk mencukur kumis biar klimis dan nggak bau amis juga menambah rasa optimis karena kalau ada kumis istri saya bilang nggak terlihat manis. Heheheheh…

Ambil cukuran kumis ditempat biasa, kerok sana kerok sini…oke siip, sudah licin tapi nggak kaya batu akik yang digosok yaa, kemudian si Mami Lia masuk kamar dan bilang,”pap, itu kan sudah aku pakai buat cukur ketek…”.”Apaaaaa…jadi kamu meracuni kumisku dengan bau ketekmu? Oh mai…taruh diluar dong ah kalau sudah dipakai jadi biar bisa ganti yang baru.”

Hadeeeeuuuh….
Hidup memang kadang memperhadapkan pada kenyataan yang tidak mengenakkan seperti yang saya alami pagi ini, terpakainya cukuran kumis untuk ketek! Tapi percayalah, hidup selalu memberikan pengharapan yang tumbuh terus dan baru setiap hari. Meskipun dipepet dan tidak mengenakkan toh rambut ketek terus tumbuh, demikian juga kumis.

Hal yang tidak enak memang bisa terjadi dimana saja, kapan saja dan pada siapa saja. Tapi kata orang bijak seperti ini,”Harapan orang baik menjadikan dia bahagia…” Nah, selama kumis dan ketek terus tumbuh, maka harapan pun demikian, selalu ada alasan untuk bahagia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: