Maturnuwun Eyang Bara


Bara datang agak terlambat untuk mengikuti gladi resik terakhir hari ini, dia menangis meraung-raung tidak mau saya ajak masuk dan saya gendong. Hari ini dia diantar oleh eyang kakung dan eyang putrinya. Mungkin karena kurang nyaman, atau shock dengan suara yang keras dan lampu-lampu yang terang membuat dia tidak dapat dengan tenang.

Kemudian kami berbincang sebentar dan diputuskan Bara akan dibawa pulang saja supaya tantrumnya tidak semakin parah dan menimbulkan trauma. Akhirnya berpesan eyang putrinya kepada saya sebelum pulang, “jadi nanti hari sabtu saya antar jam 10an saja ya, biar tenang dan bisa masuk duluan, nggak papa ya?” Saya jawab,”inggih,nggak papa eyang.”

Kemudian saya ditarik agak mepet ke tembok sambil mengeluarkan sesuatu, kata si eyang,”aku tuh nggak bisa beli apa-apa, hanya mau berterimakasih karena penjenengan sudah mau jadi gurunya Bara, lha cucu saya itu memang beda, ini cuma sedikit saja ya, pokoknya terimakasih sekali”. Dan amplop itu telah berpindah tangan ….heheheheh, puji Tuhan, syukur…terimakasih untuk kebaikan dan perhatiannya eyang berdua.

“Kebahagiaan tidak harus mewah, kebahagiaan juga tidak harus meriah tapi kebahagiaan bisa datang dari hal yang sederhana dan sikap yang tulus ikhlas bagaimana mensyukuri semua yang ada dengan cara apa adanya.”
Ah, itu saja sih…bukan mau sombong dapet ucapan terimakasih dengan salam tempel alias amplopan, tapi semangat pemberian karena bersyukur dan bahagianya seorang cucu itu yang sangat saya hargai dari eyang Bara.

Once again, maturnuwun sanget eyang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: