its OK to be TEMPE


Saya mendapatkan tweet pagi ini dari akun @TwitFAKTA: Tempe sudah dinobatkan sebagai salah satu makanan paling sehat di dunia oleh WHO.

Ada sesuatu yang hilang dalam hidup ini, jika makan tanpa tempe. Iya, makanan dari kacang kedelai ini, nggak cuma favorit dan juara, memang dia merupakan bagian dari sejarah hidup saya.

Yaelah, sampe segitunya kah? Emang iya, beneran kok. Tersebutlah Mbah Wiryo Soekarno, ibu dari bapak saya, yang saya menyaksikan sedari kecil adalah pembuat tempe hebat dan enak di desanya.

Seingat saya dulu semasa kecil sering ke rumah Mbah selain main, ikutan ngosek dele…kedelai yang sudah direbus berjam-jam ditiriskan dalam wadah besar dan kita bisa masuk didalamnya untuk menginjak-injaknya supay pecah dan terlepas kulit luarnya. Setelah itu kita juga ikut membantu memasangkan batu-batu diatas tempe panjang yang mulai dibuat, ditaruhlah batu-batu itu diatasnya supaya tertahan dan rapi dengan bungkusan daun pisang didalam dan daun jati diluarnya. Kalau masih bisa juga membantu mengikat tempe yang kecil-kecil yang rasanya kalau sudah digoreng…gurih dan enaknya mantaph sekali.

Adik saya Beni, setiap kali makan juga sangat menyukai tempe goreng. Dan, momen yang paling indah adalah, setiap kali saya ketahuan masukin tempe goreng dikantong saya dan lupa dimakan. What a yummy snack I had in my childhood. Dan, tempe love story ini yang selalu ada dihati…so kalo orang bilang bahwa mental tempe itu mental yang lembek dan selalu kalah, saya jelas dengan sangat keras membantahnya! Mereka yang bilang seperti itu mungkin tidak mengerti proses membuat tempe, tidak merasakan betapa tempe telah menjadi sejarah, menjadi ikon, menjadi bagian tradisi keluarga bahkan bangsa Indonesia! Nih, saya sertakan hasil copying dari mbah gugel tentang kandungan gizi tempe :
Informasi Rinci Komposisi Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Tempe Kedelai Murni :

Nama Bahan Makanan : Tempe Kedelai Murni
Nama Lain / Alternatif : Tempe Kedele Murni
Banyaknya Tempe Kedelai Murni yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Tempe Kedelai Murni yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Tempe Kedelai Murni = 149 kkal
Jumlah Kandungan Protein Tempe Kedelai Murni = 18,3 gr
Jumlah Kandungan Lemak Tempe Kedelai Murni = 4 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Tempe Kedelai Murni = 12,7 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Tempe Kedelai Murni = 129 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Tempe Kedelai Murni = 154 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Tempe Kedelai Murni = 10 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Tempe Kedelai Murni = 50 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Tempe Kedelai Murni = 0,17 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Tempe Kedelai Murni = 0 mg
Khasiat / Manfaat Tempe Kedelai Murni : – (Belum Tersedia)
(Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya).

Dari blog tempe.wordpress com saya mengutip,”Salah satu keputusan dari 8th Southeast Asia Soy Foods Seminar and Trade Show yang dilaksanakan di Westin Resort Nusa Dua Bali pada tgl 21-23 Mei 2013 dan dihadiri oleh sekitar 250 orang dari 13 negara, adalah pengakuan bahwa tempe merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang telah diakui dunia sebagai pangan sehat. Salah satu bentuk pengakuan dunia terhadap tempe adalah diterimanya usulan Indonesia oleh FAO dan WHO untuk penetapan Standar Codex Tempe, yang saat ini telah memasuki step 5 dari 8 step yang harus dilalui”.

“Agenda FTI tahun ini salah satunya adalah pencanangan 6 Juni sebagai Hari Tempe Internasional (International Tempe Day). Salah satu alasan dipilihnya 6 Juni adalah karena tanggal ini merupakan hari kelahiran Presiden Soekarno, yang pada era 1950-an hingga 1960-an, sering berpidato “Jangan Jadi Bangsa Tempe” untuk memotivasi bangsa Indonesia agar tidak diinjak-injak bangsa lain,” kata ketua Forum Tempe Indonesia

Ya, sedangkan dunia internasional saja memberikan pengakuan hebat, masakan kita sendiri memberikan label yang sangat merendahkan! Bayangkan apa yang bisa kita banggakan selain prestasi-prestasi besar dibangsa dan dihidup kita? Hanya mengajak sodara-sodara semua, mari menempekan masyarakat dan memasyarakatkan tempe kembali. Berjuang seperti tempe, dari direbus, di injak, diragi, dibungkus, ditali, ditindih…dan menunggu hingga prosesnya jadi. Bukan perkara yang sederhana, jadi mari bangga makan tempe, mari bangga punya mental tempe, bukan murahan meskipun murah.

Mari ber-tempe!

Advertisements

2 Responses to “its OK to be TEMPE”

  1. liza Says:

    Selalu ada makanan favorit yg selalu ada di hati yaaa…. 🙂

  2. amos ve Says:

    sami-sami mama Terra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: