Bapak Tua Penjual Daun Singkong


Ditengah hiruk pikuk kemacetan saat berangkat kerja pagi ini, tersambar sekilas oleh pandangan mata saya, seorang bapak tua menjajakan dagangannya, tunpukan daun singkong dipinggir jalan. Nggak banyak, hanya sepikul saja. Dan itu pun menjajakannya tidak ditempat biasa. Bukan dipinggiran ruko atau toko-toko, benar-benar dipinggir jalan. Usianya mungkin sudah lebih dari tujuh puluh tahunan. Padahal hanya beberapa meter dari situ ada beberapa warung makan padang, yang jelas mereka membutuhkan daun singkong sebagai bagian dari menu yang dijual. Namun entah saya juga tidak mengerti mengapa dia tidak mencoba menjualnya saja ke warung tersebut.

Mungkin, dia lebih nyaman berjualan dipinggiran jalan pagi ini yang ramai, siapa tahu ada ibu-ibu yang lewat dan membutuhkannya. Atau bisa jadi beberapa orang yang hendak mencari daun singkong ke pasar namun tidak mendapatkannya. Good opportunity…atau bisa jadi dia lelah, ah…iya, lelah berjalan mungkin setelah sepagian berjalan menawarkan dagangannya belum laku juga.

Setiap hal punya keindahannya sendiri tapi tidak semua orang bisa melihatnya, begitu yang dibilang oleh pak Confucius. Jadi saya belajar melihat keindahan dari bapak tua penjual daun singkong itu. Keindahan sebuah kehidupan, cerita tentang tak kenal menyerah untuk memenuhi perutnya, bekerja keras untuk bisa membeli beras hari ini, semangat yang tak kendur dimasa tuanya untuk tetap berusaha tanpa bergantung atas belas kasihan dan pemberian orang. Hebat…

Saya pikir inspirasi pak tua ini yang menyemangati saya hari ini, nggak tahu nanti seharian bakal menghadapi apa saja di tempat kerja, tapi yang saya tahu mengalihkan pikiran saya dengan melihat semangat, kerja keras dan pantang menyerahnya menjadikan saya harus semakin banyak belajar untuk menghadapi setiap tantangan.

Jika saya bisa berhenti, mungkin saya akan membeli beberap ikat daun singkongnya. Karena tidak memungkinkan, saya “membeli” ceritanya hari ini untuk dituliskan sebagai penyemangat hidup saya. Seperti kemarin mendapatkan kata-kata penguatan, jika kita bisa berbahagia dalam kebahagiaan orang lain maka kita adalah orang yang paling bahagia. Saya berharap bapak tua itu tetap bahagia, dan saya merasakan semangat kebahagiaannya mengalir didalam saya hari ini.

“Dalam hidup ini kita tidak selalu bisa melakukan hal besar, tapi kita bisa melakukan hal kecil dengan cinta yang besar.” – Mother Teresa

Advertisements

2 Responses to “Bapak Tua Penjual Daun Singkong”

  1. susyhessa Says:

    Semoga bapak tua itu selalu berbahagia…., dan semangatnya telah mnginspirasi jiwa2 muda kita. Thank you…

  2. amos ve Says:

    Ya, semoga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: