Archive for June, 2015

kepengen (ternyata sudah) kaya

June 30, 2015

Berdasarkan kitabgaul.com arti kata pengen itu adalah
mau, ingin, maunya. Nah, sore ini tiba-tiba saya kok pengen… gorengan menjelang sampai rumah, eh bukan itu sih…anu emmm….saya itu pengen…kaya. Boleh kan? Boleh dong … Masa nggak boleh sih? Tapi…untung itu hanya kepengen saja, gara-garanya ketemu sama seorang yang lebih muda dari saya sudah berpenghasilan lebih dari empat puluh juta perbulan. Eittsss…beneran cuma pengen aja kok.

Ditengah perjalanan pulang saya berbincang dengan istri tentang apa yang barusan saya alami. Terimakasih kepada penolong hidup saya ini, karena dia mengingatkan bukan masalah jumlah uang yang didapat berapa banyak tiap bulannya, tapi apakah pekerjaan yang dijalankan sekarang memenuhi visi hidup saya dan passion saya.

Dan setelah sampai rumah kepengenan saya yang mau jadi kaya luntur setelah tercium aroma ikan teri medan yang digoreng Oma. Jadi, segeralah nasi merah, tahu goreng, ikan teri dan sayur terserah alias sayur lo…deh berkolaborasi menenangkan gejolak perut saya. Ternyata pikiran-pikiran yang mbalelo ini bisa dijinakkan dengan sepiring makanan. Oh ya, ngomong-ngomong ternyata saya kaya, karena saya masih bisa makan uenakkk…dan nikmaaat. Ada yang duitnya buanyaaak…tapi takut, bingung dan ribet mau makan saja. Enggak nyindir sih, tapi kadang beneran lho.

Dan jelas selama 30 hari di bulan Juni ini saya menuliskan betapa kayanya saya, bisa menikmati banyak hal dan menuliskannya. Terimakasih buat byotenega.wordpress.com yang mengajak #NulisRandom2015 dan juga @nulisbuku yang sudah merituit tulisan saya.

“Karena berkat TUHAN sajalah orang menjadi kaya; kerja keras tak dapat menambah harta.” (Amsal 10:22 BIS ).

#NulisRandom2015selesai

Advertisements

meditasi secangkir kopi

June 29, 2015

WikiHow menuliskan tujuan meditasi adalah memusatkan dan menenangkan pikiran, hingga akhirnya mencapai tingkat kesadaran dan ketenangan batin yang lebih tinggi. Meditasi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, sehingga Anda dapat mengalami rasa tenang dan damai, tidak peduli apa pun yang terjadi di sekitar Anda.

Nah, ceritanya karena hari ini terasa lumayan capek dari tempat kerja, setelah membongkar dan memindahkan sebagian barang, menyusun ulang dan masih belum selesai juga, hahahahaha…sampai rumah pengen sekali menikmati kopi panas.

Yup, sampai rumah akhirnya saya menyeduh kopi dan menikmatinya perlahan, sesruput…demi sesruput (bahasa Indonesianya yang benar mestinya seteguk demi seteguk gitu ya..). Josss….mak clesss gitu rasanya di tenggorokan, seperti menemukan keindahan dan kenikmatan tersendiri, halaaah…hahahaha, padahal cuma secangkir kopi.

Meditasi adalah praktik relaksasi yang melibatkan pelepasan pikiran dari semua hal yang menarik, membebani, maupun mencemaskan dalam hidup kita sehari-hari itu menurut pengartian dari Wikipedia Bahasa Indonesia.

Jadi gaya-gayanya sore tadi saya mempraktekkan seni meditasi secangkir kopi (biar dibacabya kelihatan oke gitu) kemudian sambil duduk menikmati kedelai edamame, trus makan malam dengan lauk tumis buncis+tempe dan ikan teri medan goreng, akhirnya saya sampai di proses relaksasi tertinggi, tenang dan damai sekali…

Zzzzzzzzz….

Yaaa…saya kemudian tertidur, tampaknya efek meditasi kopinya benar-benar manjur. Eh, efek kenyang kali ya…hahahahaha!
No matter what, coffee is always a good friend…setuju?

Kekuatan Seorang Janda

June 28, 2015

Hasil penelitian dari Lembaga Demografi FEUI menyatakan jikalau seluruh janda di Indonesia dikumpulkan, jumlahnya akan dua kali lipat penduduk Singapura. Dari sisi jumlah saja seluruh janda di Indonesia sudah mengalahkan jumlah penduduk Singapura, nah kalau dari sisi kualitas, kemampuan dan kepandaian apa sih yang bisa mereka lakukan? Sementara mungkin banyak orang akan berpikir, jika para janda ini menggantungkan kehidupannya pada mendiang suaminya tentu akan sangat memberatkan dan bisa jadi menyusahkan. Beda mungkin kalau para janda aktif ini bekerja, memiliki penghasilan sendiri dan punya kemampuan yang dapat diandalkan.

Mami mertua saya juga seorang janda, dia memang mengandalkan hidupnya sepenuhnya pada mendiang Papi, dan sekarang bergantung pada anak-anaknya. Tapi ada satu kekuatan dari seorang janda yang jarang disadari dan jarang diakui oleh orang lain bahkan anaknya sekalipun. Saya belajar untuk melihatnya seperti yang tertulis dibawah ini.

“[Perumpamaan janda dengan hakim]
Setelah itu Yesus menceritakan sebuah perumpamaan untuk mengajar pengikut-pengikut-Nya supaya mereka selalu berdoa dan jangan berputus asa.”
“Yesus berkata, “Di sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut kepada Allah, dan tidak peduli kepada siapapun juga.”
“Di kota itu ada pula seorang janda yang berkali-kali menghadap hakim itu meminta perkaranya dibela. ‘Tolonglah saya menghadapi lawan saya,’ kata janda itu.”
“Beberapa waktu lamanya hakim itu tidak mau menolong janda itu. Tetapi akhirnya hakim itu berpikir, ‘Meskipun saya tidak takut kepada Allah dan tidak peduli kepada siapa pun,”
“tetapi karena janda ini terus saja mengganggu saya, lebih baik saya membela perkaranya. Kalau tidak, ia akan terus-menerus datang dan menyusahkan saya.”
“Lalu Tuhan berkata, “Perhatikanlah apa yang dikatakan oleh hakim yang tidak adil itu!”.
“Nah, apakah Allah tidak akan membela perkara umat-Nya sendiri yang berseru kepada-Nya siang dan malam? Apakah Ia akan mengulur-ulur waktu untuk menolong mereka?”
“Percayalah: Ia akan segera membela perkara mereka! Tetapi apabila Anak Manusia datang, apakah masih ditemukan orang yang percaya kepada-Nya di bumi ini?””
(Lukas 18:1-8 Bahasa Indonesia Sehari-hari).

Hari ini saya bersyukur mempunyai mami mertua seorang janda yang juga mengajarkan kekuatan pantang menyerah, tidak berputus asa dan terus berdoa sampai keajaiban-keajaiban muncul dalam hidup kami.

Berbahagialah dan diberkatilah hidup anda jika masih lengkap orangtuanya, bersyukur dan dukunglah kehidupannya jika salah satu diantara mereka tiada. Seperti yang tertulis bahwa kesejahteraan dan umur panjang kita juga karena sikap hormat kita pada orang tua, “Hormatilah ayah dan ibumu, supaya kamu sejahtera dan panjang umur di negeri yang akan Kuberikan kepadamu.” (Keluaran 20:12 BIS).

Jadi Janda juga punya kekuatan yang hebat dalam hidupnya, sudahkah anda mengetahuinya?

melayat

June 28, 2015

“Kerjakanlah segala tugasmu dengan sekuat tenaga. Sebab nanti tak ada lagi pikiran atau kerja. Tak ada ilmu atau hikmat di dunia orang mati. Dan ke sanalah engkau akan pergi.” (Pengkhotbah 9:10 BIS).

Mendatangi tempat perkabungan, seseorang yang telah pergi kembali pada yang Maha Pencipta selalu menjadikan sebuah pembelajaran yang sangat berarti. Bahwa tidak ada keabadian yang sejati didunia ini, pada akhirnya akan kembali pada keabadian yang sesungguhnya, kekekalan bersama-Nya.

Salomo menuliskan “Di dunia orang mati, selalu ada tempat; begitu pula keinginan manusia tidak ada batasnya.” (Amsal 27:20 BIS).
Sebuah kebijaksanaan yang menjadi pengingat setiap kita bahwa manusia semestinya sadar tidak akan ada habisnya untuk menginginkan dan memiliki berapa banyakpun sesuatu dalam hidupnya.

Satu-satunya cara supaya kita memenangi kehidupan dan mati dalam kebenaran adalah percaya kepada Yesus, karena Dia berkata, “Akulah yang memberi hidup dan membangkitkan orang mati,” kata Yesus kepada Marta. “Orang yang percaya kepada-Ku akan hidup, walaupun ia sudah mati.” (Yohanes 11:25 BIS). Janji-Nya ya dan amin. Jadi tidak perlu takut lagi dengan kematian.

#note:
melayat kepergian tante Tjoen / 250615

37 nasib

June 27, 2015

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata nasib/na·sib/ berarti sesuatu yang sudah ditentukan oleh Tuhan atas diri seseorang; atau juga takdir. Nah berbicara tentang nasib, hari ini saya sedang menuliskan tentang nasib saya.

Dan tahun ini ternyata sudah masuk ke tigapuluh tujuh, wow…tua ternyata, hahahaha. Saya hanya meminta bagian yang baik terjadi dalam hidup saya, belajar seperti Raja Daud dengan nasib baik yang mengikuti sepanjang hidupnya, dia menuliskannya dan membuat saya juga ingin mengadaptasikan tulisannya dalam kehidupan saya.

Berikut saya mendapatkan daftar nasib baik yang saya coba tulis ulang kembali menurut versi tigapuluh tujuh saya:

1. Jangan gelisah kalau ada orang yang jahat, bersyukur bukan kita yang jadi jahat.
2. Jangan iri hati karena iri hati itu mematikan.
3. Percaya kepada Tuhan sepenuhnya, seluruhnya, dalam semua hal.
4. Setia.
5. Kebahagiaan sejati itu ada dalam Tuhan saja.
6. Keinginan hati akan dipuaskan hanya karena Tuhan bukan karena yang lain.
7. Berserah seluruh hidup pada Tuhan.
8. Berharap pada pertolongan Tuhan.
9. Sabar dan tenang, Tuhan yang akan bertindak.
10. Jangan suka marah dan panas hati.
11. Berlakulah rendah hati.
12. Orang benar akan menikmati kemakmuran yang berlimpah dalam Tuhan.
13. Sedikit barang dengan kebaikan lebih baik daripada kelimpahan dalam kejahatan.
14. Tuhan akan selalu melindungi dari kuasa orang jahat.
15. Tuhan menjaga hidup orang saleh.
16. Pada waktu kesesakan terjadi orang baik tidak menderita.
17. Pada saat terjadi kekurangan orang baik akan tetap berkecukupan.
18. Orang baik memberi dengan murah hati.
18. Orang baik diberkati Tuhan dengan memiliki warisan.
19. Tuhan membimbing orang di jalan yang harus ia tempuh.
20. Orang baik tidak akan ditinggalkan oleh Tuhan
21. Anak cucu orang baik tidak akan menjadi peminta-minta.
22. Orang baik meminjamkan dan memberi dan anaknya menjadi berkat.
23. Orang baik meninggalkan yang jahat dan melakukan yang baik.
24. Tuhan tidak akan menelantarkan dan melindunginya sampai selama-lamanya.
25. Orang baik dan saleh akan mewarisi dan mendiami tanah perjanjiannya.
26. Orang baik berbicara dengan bijaksana.
27. Orang baik selalu lurus dalam tutur katanya.
28. Orang baik menyimpan hukum Allah dalam hatinya.
29. Orang baik tidak menyimpang jalannya dari hukum Allah.
30. Tuhan tidak membiarkannya jatuh ke tangan musuh.
31. Orang baik selalu berharap dan taat pada perintah Tuhan.
32. Orang baik bukanlah seorang pembual.
33. Orang yang baik adalah orang yang tulus hati dan pendamai.
34. Orang baik memiliki masa depan yang cerah.
35. Tuhan menyelamatkan dan melindunginya pada waktu kesesakan.
36. Tuhan menolong, menyelamatkan dan meluputkan dari orang jahat.
37. Orang baik senantiasa berlindung kepada Tuhan.

senyum

June 26, 2015

Abby mendapatkan buku latihan membaca, menulis dan berhitung seharga dua puluh ribu rupiah, Papi mendapatkan buku bagus berisi kisah-kisah yang menyemangati dengan harga sama dua puluhribu rupiah juga, padahal harga aslinya sebesar tigapuluh delapan ribu lima ratus rupiah. Lagi di diskon lumayan.

Kami berdua tersenyum gembira!
Berjalan-jalan bersama dan mendapatkan sesuatu yang sama-sama kami sukai itu sungguhlah melegakan.

Abby lapar dan minta ditraktir makan siang, senyumnya mengembang lebih lebar lagi saat memilih makanan cepat saji ala Jepang, “aku pilih yang ada ayamnya yang dipotong-potong itu ya Pap?” pintanya. Hampir habis makannya sudah tidak sabar untuk mulai mengerjakan buku barunya.

Mami datang menyusul dan senyum Abby berubah menjadi tawa, saat menemukan boneka kembaran si Lili, Mami mau membelikan untuknya. Jadilah si Lili baru dibawa pulang.

Senyum Mami tersungging saat menemukan berbagai bumbu masakan dan bahan-bahan untuk percobaan masaknya nanti, beberapa belanjaan juga sudah dibeli.

Di atas sadel motor berpanas menuju senja kami bertiga pulang, senyum Papi dan Mami kembali muncul saat melihat kebahagiaan Abby membawa si Lili baru pulang kerumah…dan Abby tertidur dalam pelukan Mami.

Wikipedia menuliskan arti dari tersenyum seperti berikut ini :
Dalam fisiologi, senyum adalah ekspresi wajah yang terjadi akibat bergeraknya atau timbulnya suatu gerakan di bibir atau kedua ujungnya, atau pula di sekitar mata. Kebanyakan orang senyum untuk menampilkan kebahagian dan rasa senang.

Senyum itu datang dari rasa kebahagian atau kesengajaan karena adanya sesuatu yang membuat dia senyum, bertambah baik raut wajahnya atau menjadi lebih cantik ketimbang ketika dia biasa saja atau ketika dia marah.

Dari tulisan sebuah berita menyatakan : seperti diketahui dibutuhkan lebih sedikit otot wajah untuk membuat seseorang tersenyum dibanding cemberut. Beberapa ahli menyatakan dibutuhkan 43 otot untuk cemberut dan hanya 17 otot untuk tersenyum. Namun beberapa lainnya menyebutkan dibutuhkan 62 otot untuk cemberut dan hanya 26 otot untuk tersenyum.

Hal-hal yang di atas sih menurut pengertian dan penelitian para ahli kata-kata dan ahli otot wajah kayaknya. Banyak yang membahas dan mencari juga menuliskan berbagai hasil dari tersenyum, namun tampaknya jarang yang menuliskan apa saja yang membuat orang-orang tersenyum, seperti hal-hal kecil yang muncul dalam hidup.

Sudahkah mendapati senyum anda tersungging hari ini?

berkemah jadi mewah

June 25, 2015

Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia: Berkemah adalah sebuah kegiatan rekreasi di luar ruangan. Kegiatan ini umumnya dilakukan untuk beristirahat dari ramainya perkotaan, atau dari keramaian secara umum, untuk menikmati keindahan alam. Berkemah biasanya dilakukan dengan menginap di lokasi perkemahan, dengan menggunakan tenda, di bangunan primitif, atau tanpa atap sama sekali.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kemah (kata benda) adalah tempat tinggal darurat, biasanya berupa tenda yang ujungnya hampir menyentuh tanah dibuat dari kain terpal dan sebagainya.

Ceritanya malam ini kami pun berkemah…

Tapi kami melakukannya tidak diluar ruangan, tidak di alam bebas sekalipun, kami berkemah di dalam rumah. Diruang tengah depan tivi, dengan mengandalkan sisa paralon bekas, dua buah kain batik, satu buah seprei, saya menyambungnya dengan peniti biar tidak jatuh, ujung-ujungnya ditali dengan gelang karet, ujung-ujung paralon disematkan satu dirak buku dan satunya dirak dekat tivi, sarung batik digelar ditengah-tengah, dua buah bantal juga, eng-ing-eng….taaarrraaaa …jadilah tenda kemah kami!

Abby mengajak bermain kartu-kartu belajar membaca jam, saya menemani sambil minum teh hangat, sayang cemilannya cuma kerupuk….hahahahaha, lumayanlah. Abby masih sempet minum susu coklatnya, si Mami mengabadikan momennya dengan memfoto dan posting di sosial media, dan kami sama-sama mendengarkan…eh nonton mtv…musik yang jadi backsound camping kita malam ini.

Kemping-kempingan ala keluarga kita mungkin sederhana, tapi mewujudkan keinginan si Abby menjadi nyata itu menjadi kegembiraan tersendiri. Seseorang menuliskan seperti ini, “Kebahagiaan tidak harus mewah, kebahagiaan juga tidak harus meriah tapi kebahagiaan bisa datang dari hal yang sederhana dan sikap yang tulus ikhlas bagaimana mensyukuri semua yang ada dengan cara apa adanya.”

Kemah kami sederhana, tapi kami bahagia, kami menganggapnya mewah. Suatu waktu nanti, kami pasti bisa berkemah di luar ruang tengah kami…mungkin di depan rumah, belakang rumah…atau jauh dari rumah, haahahahah…pasti mungkin!

Gagal

June 25, 2015

Siang panas terik menyengat, mampir di mini market, beli minuman dingin dan roti.

Percakapan singkat terjadi seperti ini:

Papi, “kalau nggak habis, papi bantuin makan rotinya ya?”

Abby, ” nih pap, kamu habisin aja ….. plastiknya…” (Sambil ketawa …)

Papi, “……okeeeh !” (Sedih … Gagal ngerusuhin anak…)
Hahahahahaha…

Membalas Pantun

June 24, 2015

Si Mama Terra sahabat saya yang sama-sama belajar nulis di blog kemarin posting tentang pantun gitu (http://terramangow.blogspot.com/2015/06/hari-pantun.html) trus berlanjut biasanya saling komen dan obrolan selanjutnya sih ngajakin nulis pantun juga. Biar jayus dan nggak oke yang penting belajar lah yaa…ngepantun! Secara kita kan tinggal di Jakarta kemudian minggir di sekitar Jakarta yang deket dengan budaya Betawi, salah satu budayanye tuh pantun…coba aje ente liat pas acare palang pintu di kawinan adat Betawi tuh.

Nah, akhirnya saya mencoba menulis pantun. Nggak cucok-cucok amat ya nggak papa kan bok…hehehehe, yang penting berani nyoba, eh nulis.

Nih pantunnye…

Buka puasa pake Semangka ,
Di iris ditempat nampan;
Bener dirasa nggak usah nyangka,
Yang nulis jelas tampan.
#sombongmaksa

Susu sapi diwadahin kotak,
Rasanya vanila juga manis;
Ini si papi emang agak botak,
Tapi cintanya ga abis-abis.
#cie

Beli nampan dipasar antik,
Nampannya berwarna ungu;
Papi tampan mami cantik,
Anaknya pasti unyu-unyu.
#aseek

Roti tawar roti gambang,
Yang jualan ga pake sandal;
Ga usah bayar sayang,
Cintaku nggak diobral.
#ngerayu…

Naik pu’un mau liat kereta,
Keretanye lewat jalan baru;
Selamat ulang tahun Jakarta,
Ai lop yu!
#biartelatyangpentingngucapin

Udah dulu ah, ntar kalo punya ide yang bisa disambung-sambungin ya dipantuni lagi. Pokoknya aku udah menjawab berbalas pantunnya ya Mama Terra…

Aura kasih,
Naik onta;
Terimakasih
Sampai jumpa!

sup makaroni yang menyukakan hati

June 24, 2015

Lagi-lagi hari ini Abby minta dimasakin sup, spesifik…sup makaroni. Dan setelah mengantar si Mami berangkat kerja, saya mengajaknya mampir ditempat Bude Sayur di kompleks untuk membeli beberapa bahan-bahan membuat sup.

Mulai meracik masakannya, potong sayuran, rebus makaroni, bikin bumbu dan kuahnya dan terakhir meramu semuanya menjadi satu. Selesai..! Dan seperti biasanya dia tidak sabar ingin cepat-cepat menikmati supnya. Saya siapkan mangkuk dan mengisinya dengan beberapa kali sendokan makaroni, wortel, kentang dan kuah yang banyak. Dan segera dia menikmatinya, “emmm….enak papi, aku suka!” Sampai nambah icip-icipnya dua kali.

Siang hari saatnya makan saya tawarkan kembali untuk makan supnya, Abby minta digorengin tahu, jadi setelah siap semuanya…dia makan dengan lahap, nasi merah, sup makaroni dan tahu goreng bikinan papi. Dan, lagi-lagi nambah supnya, oh mai…senangnya hati saya melihatnya makan dan sampai bersih piringnya habis tandas tuntas.

John Lubbock menulis, “kebahagiaan adalah perasaan yang harus dilatih, seperti biola.” Saya nggak pernah berlatih biola, memainkannya maksudnya, main gitar saja cuma bisa tida kunci dasar..hahahahaha. Tapi melatih perasaan untuk berbahagia itu yang bisa saya lakukan. Nggak mudah, nggak selalu berhasil, nggak … Ya gitu deh, namanya juga latihan dan perasaan. Jadi hari ini saya mendapatkan latihan untuk berbahagia, bahagia untuk bisa berdua seharian dengan anak, memasakkan makanan kesukaannya, memandikannya, menemani belajar, menemani tidur siang, nonton film kesukaannya, dan lebih lagi bahagia mempunyai kesempatan untuk semuanya hari ini.

Sup memiliki kekuatan untuk menghangatkan, kehangatan yang membahagiakan, kehangatan yang melatih perasaan tentang nikmatnya kehidupan.