Onde-onde Si Kaki Bengkok


Bermandikan keringat dan debu, sore ini masih saja dia tak menyerah, gigih menjajakan dagangannya, onde-onde, ya seplastik onde-onde seharga lima ribu rupiah berisi delapan biji. Wajahnya kusam tersengat panas matahari, bajunya pun terlihat kumal, entah tadi pagi atau masih baju kemarin yang lupa diganti, atau memang tak ada ganti lagi.

Dengan tertatih berjalan dia menghampiri wanita muda dipinggir tempat pengisian bahan bakar, ya…dia bisa dibilang cacat, kakinya bengkok dan panjang sebelah namun hati, tekad dan kerja kerasnya tidak cacat dan bengkok. Semangatnya pun terus memanjang, mungkin hingga plastik dagangannya yang terakhir hari ini laku terjual.

Ah, saya masih bisa mengisi bahan bakar buat motor saya sore ini, dengan duapuluh lima ribu rupiah bisa untuk pulang-pergi kerja tiga hari lamanya. Saya tidak tahu berapa rupiah yang harus dikumpulkan penjual onde-onde itu hari ini, jika seplastik laku dijual lima ribu rupiah, dan dia harus menghabiskan sepuluh plastik saja, hanya terkumpul lima puluh ribu, apakah itu sudah keuntungan bersih yang dia dapatkan? Ah, entahlah…saya lagi-lagi hanya berhitung saja.

Sebuah kutipan dari Toba Dreams seperti ini, “Keberhasilan itu bukan karena kau bisa menjadi orang kaya, keberhasilan itu karena kau bisa jadi orang baik.” Terimakasih untuk wanita baik hati yang rela membagikan lima ribu rupiahnya, meskipun dia tidak membutuhkan onde-onde itu, dia membagikan belas kasihannya pada penjualnya. Dan wanita itu adalah istri saya….ya dia sedang menunggu saya mengisi bensin sore itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: