Servis Levis


Ahaaai…saya punya celana jeans baru euy, setelah sekian lama nggak punya beneran karena emang nggak beli-beli, akhirnya minggu kemarin saya dibeliin istri saya dua potong celana. Seperti biasa karena postur saya yang tingginya tidak pas dengan panjang celananya (pendek, gitu aja pake alesan!) Hahahaha! maka saya ada kesempatan sore ini dibawa ketukang serp(v)is lep(v)is buat dipotong.

Sejenak saya memandang si mas yang lagi sibuk dan serius mengerjakan celana lain sebelum giliran celana saya di potong. Saya teringat tukang jahit baju yang luar biasa, dari pagi bahkan sering dulu malam-malam masih saja mengerjakan jahitan yang harus dibereskan. Ya, dia ibu saya. Saya mengingat bagaimana dulu sering diminta tolong untuk bantu mengobraskan baju-baju ditukang jahit yang punya mesin obras, membuat lobang kancing, dan kadang-kadang saya membantu memasang kancing jika saya masih bisa melakukannya. Tampak jelas kesabaran dari membuat pola, memotong bagian-bagian kain kemudian menyatukannya menjadi model baju yang di inginkan pelanggan ibu saya.

Hingga saya mau menikah, ibu masih sempat membuatkan baju batik sepasang buat saya dan istri, bahkan hingga akhirnya punya cucu, dia masih sempatkan membuat baju khusus buat cucunya. Matanya mungkin tak sekuat dulu, mulai meredup menjelang malam…butuh bantuan lampu listrik yang terang. Saya dulu suka duduk dibelakang kursi ibu, ketika itu masih nggak ada listrik, ibu nggenjot pake kaki buat menjalankan mesin jahitnya, kata saya ikut mbonceng…karena suara mesin jahitnya seperti suara mesin motor…bayangan saya.

Banyak hal yang dia ajarkan tanpa banyak kata yang terucapkan. Ibu bukanlah orang yang suka marah-marah, malah lebih banyak memendam rasa. Tak banyak yang kami berikan kembali saat kami mulai bisa bekerja mencari uang, jika datang menengok kami pun, susahnya minta ampun kalau diajak makan diluar, “mending makan dirumah, masak aja…nggak usah jajan!” Itu selalu kata-katanya.

Maturnuwun bu, nggak pernah saya bisa membalas kasih sayang, kebaikan dan cintamu. Hari ini katanya Hari Ibu internasional gitu, memang nggak dirayakan seperti biasanya hari ibu dibulan Desember di sini, tapi hari ini paling tidak aku mengingatmu. Mengingat mesin jahit dan perjuanganmu…mencari tambahan buat uang belanja, uang sekolah, uang sangu dan banyak lagi yang lain. Maturnuwun bu…
Panjenengan pancen full serp(v)is…of love!

Advertisements

One Response to “Servis Levis”

  1. liza Says:

    Mantabbb tulisannya… 🙂
    Salam buat si tukang serpis lepis. Hihii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: