Kisah kopi dibawah pohon sore ini…


Dengan sedikit berteriak, dia memanggil temannya yang masih asyik dengan pekerjaannya, menyapu daun-daun kering berjatuhan disekeliling rumah gedong besar itu. Duduk dibawah pohon, menenteng dua gelas plastik kopi seduh panas dan gorengan, dia mengajak temannya untuk beristirahat sebentar.

Ah, setia kawan dan berbagi. Indah sekali sore ini saya melihat, mereka yang mungkin dianggap kecil dan tak berada justru dengan nikmat, sukacita dan senang hati membagikan apa yang dipunyainya.

Dengan uang 10ribu itu berarti 2 gelas kopi yang masing-masing seharga 3 ribu ditambah gorengan 4ribu berisi 6 buah, cukup mengganjal sore yang teduh. Hahahaha, saya begitu peduli menghitung harga kenikmatan yang mereka punyai saat itu. Ah, bukan berarti saya mau turut campur, hanya sekedar mencatat betapa nikmat itu tak harus selamanya mahal. Kebahagiaan itu tak harus dengan dan dalam kemewahan. Balutan kesederhanaan itu justru kadang lebih banyak berbicara.

Saya menyeruput sisa kopi dalam gelas saya, dan bergerak menuju ke jemputan cinta. Ada kebahagiaan yang sore ini harus terselesaikan…

Ya, kebahagiaan!

Nggak harus mahal dan mewah, jika hangat pelukan cinta saya diatas sadel motor…bukankah itu kemewahan dan mahal? Coba ceritakan pada saya…kebahagianmu!

Advertisements

One Response to “Kisah kopi dibawah pohon sore ini…”

  1. liza Says:

    Bener jg y, harga bahagia ceban!
    🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: