Archive for May, 2015

Kepikiran Tantangan Nulis Tiap Hari

May 31, 2015

Gilaaaak, sudah masuk bulan Juni aja. Dan pikiran saya masih berkutat dengan mencari ide, kira-kira mau nulis apa selama sebulan ini, sempetin buka mbah gugel nyari-nyari ide, tips dan artikel-artikel tentang menulis selama 30 hari. Iya, rencananya tuh mau ngikutin tantangan yang diposting akunnya @NulisBuku yang ngajakin #NulisRandom2015, nulis setiap hari dengan tema bebas, apapun bisa ditulis!

Banyak ide berseliweran, tapi saking banyaknya malah nggak nyantol. Ya udah, dibawa tidur aja dulu…

Sapa tau ah, besok ada secercah harapan tetesan tinta akan membentuk gambaran merangkai kata, entah puisi tercipta, atau lagi mempesona, mungkin juga cerita yang membagi makna dan kisah hidup bersahaja…

Ah, sudahlah…
Siap-siap aja deh selama 30 hari kedepan nulis tiap hari!

SABTU CERIA

May 31, 2015

Hari sudah mulai beranjak siang, setelah brak brik bruk rempong pagi-pagi, dari mulai nyuci, beresin kandang kelinci, kasih makan, bersihin kipas angin dan ngepel…eh, mandi dan sarapan juga, kami berdua segera berangkat dengan tujuan mau nengokin makam almarhum papi.

Berani mencoba jalur baru, itu yang pertama kami lakukan, dan hahahahaha…kami keblasuk (bahasa jawa) alias kesasar, ternyata salah jalan, tapi nggak papa…toh akhirnya tetep nemu tembusan jalannya meskipun harus berputar arah. Tapi akhirnya kami bisa menemukan tembusan belakang kampus UI Depok dari belakang.

Kemudian, kita sempatkan dulu singgah di “Rujak Ulk & Srut khas Cirebon” itu tulisannya di gerobak si akang yang kata isteri saya agak melambai, pas bilang,” ada enam ribu buat kembaliannya?” (Baca dengan gaya agak sedikit kemayu,heheheh).

Lanjut, akhirnya sampai dimakam, ngecek … Ternyata memang rapi. Paling nggak si mang Rosyid pengurus makam tau kita hari ini mau datang jadi mungkin memang udah dirapiin duluan, tapi ya nggak papa, kita janjian mau bayar usaha dia ngurusin makam papi dari bulan Januari 2015 kemarin sampai bulan ini belum dibayar. Jadi sekalian saja dihitung enam bulan, kami bayar tiga ratus ribu rupiah. Semoga bulan depan kita bisa sidak alias inspeksi mendadak, apakah benar diurusin apa enggak. Sekedar memastikan saja.

Dan, menuju ke Graha Cijantung, mal kenangan lho ini, selama lebih dari enam tahun hidup di daerah Pasar Rebo, pasti ke sini. Selain dekat juga gampang nyari hal-hal yang kita butuhkan. Kebetulan ada salon langganan si mami, kalo saya mah nggak pernah nyalon. Maklum, nggak cocok kali ye…! Nganterin si mami potong rambut dan mewarnai rambutnya, karena diperkirakan agak lama dan mulai terserang lapar maka saya putuskan nongrong dulu, akhirnya makan junk food aja, chicken burger+french fries+coke seharaga tiga puluh satu ribu rupiah, oke…lumayan nendang!

Selesai nyalon, udahlah…pulang aja, udah jam empat sore…cuapeeek, eh mampir dulu ke apotek, beli obat dulu, obat saya, obat oma, obat abby. Dan…cuuuzzzz, cabut…eh, ternyata muacreeeet poll, ya udah nikmati aja!

Men….sampe rumah hampir jam enam, what an adventure today! Thanks God for today…

JALAN

May 29, 2015

“Jalan kaki setiap hari, bisa meningkatkan kebahagiaan sampai dengan 12 persen.” [Happiness Research]

Saya tidak setuju dengan hasil riset ini, kenapa? Karena agak susah ya bahagia tiap hari kalau jalan kaki dari Cinere ke Cipete. Iya, dari rumah ke tempat kerja, kira-kiranya sih cuma lima belas kilometer, tapi kalau jalan kaki tiap hari ke tempat kerja, masa ya bikin bahagia? Udah jauh, capek…trus kapan nyampenya? Eh, berangkat jam berapa dari rumah ya?

Ya sudahlah, daripada jalan ditempat, memang lebih baik harus jalan, meskipun jalan pelan-pelan, yang penting maju, tidak stuck berhenti bergerak, mungkin hanya terlihat sedikit saja majunya…bisa jadi karena terjebak macet, tidak apa-apa. Hidup harus terus berjalan, ya…biar sehat harus sering jalan, dan juga bersenang-senag dengan jalan-jalan!

Petunjuk orang bijak mengatakan seperti ini, “Jagalah hatimu baik-baik, sebab hatimu menentukan jalan hidupmu.” Well, mari kita berjalan dengan hati!

Secangkir Kopi Untuk Hujan Sore Ini

May 29, 2015

“Jadilah diri Anda sendiri. Jangan pernah kehilangan jati diri Anda karena perubahan, baik itu perubahan yg baik maupun perubahan kemunduran pada arah yg tidak baik. Bermodalkan tetap menjadi diri sendiri maka hidup akan selalu dipenuhi kegembiraan batin & kedamaian hati walaupun hidup ditinggalkan banyak orang termasuk mereka yang pernah sebagai sahabat kita. Sekali lagi tetaplah menjadi diri Anda sendiri.” – petrusp

Kehidupan memang naik dan turun, selalu ada masa-masa dimana kita merasa melambung tinggi dalam kebahagiaan dan kesenangan. Namun juga tidak luput dari jatuh dan terpuruk, juga mengalami waktu yang terasa sulit untuk bangkit.

Saya pun demikian, beberapa waktu ini telah berada diambang keterpurukan, mungkin tidak fatal tapi bisa jadi menghancurkan, menghancurkan hati, menghancurkan kepercayaan dan juga menghancurkan nilai-nilai kehidupan yang dibangun sedemikian rupa.

Terimakasih pada Tuhan yang telah mengirimkan malaikatnya melawat saya, terimakasih sudah mengijinkan sebuah keburukan menghampiri saya dan menjadikan pembelajaran yang sangat-sangat menguras emosi dan jiwa. Terimakasih sudah memperbolehkan saya mengalami bagian yang tidak enak menjadi sebuah proses perbaikan dan kenaikan tingkat dalam kehidupan.

Terimakasih kepada istri saya, yang tidak hanya setia, namun juga menolong saya dan mendampingi dalam melewati setiap kelemahan yang sedang saya alami dan mendukung saya menuju kebaikan dan proses pemulihan.

Terimakasih saya didukung terus menjadi diri sendiri, tanpa harus bergantung pada apa yang orang katakan dan rasakan, tanpa harus membandingkan kehidupan yang saya jalani dan orang lain nikmati. Terimakasih saya tetap diajak untuk terus berpegang pada kebenaran yang sejati. Sesungguhnya benarlah bahwa pengharapan adalah jangkar yang kuat menancap untuk memegang jiwa kita saat terombang-ambing badai kehidupan.

Terimakasih untuk tetap mencintai dan menerimaku dengan apa adanya. Terimakasih, aku masih belajar kembali merangkak, hingga nanti bisa berdiri tegak dan berlari memenangkan kehidupan ini!

Merendahkan Hati

May 29, 2015

Seorang bijaksana menulis seperti ini “Takut akan TUHAN adalah dasar pendidikan yang baik; kehormatan didahului oleh kerendahan hati.” Dan, pagi ini mendapatkan pelajaran yang langsung memaksa saya untuk merendahkan diri saya, meskipun memang di awalnya tentu saja saya agak terpancing emosinya.

Baru saja saya datang pagi ini, belum juga duduk sudah disambut dengan rentetan perintah yang seharusnya saya yang memerintah, bukan perintah sebenarnya namun bermaksud untuk meminta bagian yang seharusnya dikerjakan malah saya yang harus mengerjakan lagi. Dengan alasan untuk kreatifitas dan kreasinya lebih bagus, padahal maksud saya memberi contoh dulu adalah untuk memancing mereka, teman sekerja saya lebih produktif, kreatif dan maksimal. Tapi malahan dibalikin ke saya lagi. Ya sudah…jadi lagi-lagi saya harus melakukannya.

Dan, kembali lagi, pelajarannya ternyata buat saya, untuk dipertajam lagi. Dibentuk lagi, dibuat lebih mengerti bahwa sayalah yang harusnya melihat Tuhan sedang mengerjakan bagian yang baik, menantang saya untuk di didik, supaya saya mengerti bahwa kerendahan hati bukanlah sebuah hal yang gampang dimiliki, namun dilatih dari waktu ke waktu sehingga kehormatan nantinya menjadi bagian saya.

Terimakasih Tuhan untuk pelajarannya pagi ini.

Kebahagiaan itu Bersyukur

May 28, 2015

Kebahagiaan itu datang saat kita berhenti mengeluh tentang masalah-masalah yang kita miliki dan mengucapkan syukur untuk setiap masalah-masalah yang tidak kita miliki. Hidup adalah anugerah!

Ketika saya membaca kata-kata di atas serasa menohok sekali. Begitu banyak daftar rentetan masalah yang bisa saya tulis, saya komplainkan pada Tuhan, istri, anak, orang tua, mertua, teman kerja dan lain-lain. Tetapi untuk mengucapkan syukur atas apa yang tidak saya alami, masalah-masalah yang oran lain hadapi, berapa banyak yang saya tuliskan dan dibuat daftar untuk dinaikkan jadi ucapan syukur? Jadi saya memulainya dengan hal yang memudahkan untuk saya tulis saja:

A. Abigail anakku yang penuh dan selalu membagikan sukacita.
B. Bara, anak special need muridku, kamu hebat Bar!
C. Christin adikku yang lagi hamil, selamat untuk anak keduanya.
D. Dastan yang bilangn”I don’t want to go to K1, its not cool, I want to go with you mr.Amos, because I love you”.
E. Ereksi…hahahaha, aku masih normal lho, sebagai laki-laki!
F. Friscillia Greeber, wanita cantik dan hebat yang menjadi pendamping hidupku.
G. Guru-guru teman sekerjaku.
H. Hisyam, muridku yang kena virus di otaknya, cepat sembuh ya nak!
I. Indra, orang bilang mirip saya, cepat dikaruniai momongan ya bro!
J. Jakarta, kota dimana aku mendapatkan cinta, kerja dan keluarga.
K. Kelinci dirumah, cika dan coki cemong kado ulang tahun Abby yang ke 5
L. Laptopku, biarpun nyicil 10x bisa sangat membantu kerjaanku.
M. Mio GT tungganganku yang jadi kendaraan buat kerja
N. Ngopi, bagian kenikmatan yang saya nikmati setiap hari
O. Obat-obatan asmasoho, decadryl, ventolin inhaler yang setia menemani saat bengek kumat
P. Phonecell Blackberryku, yang sudah berkali-kali diupgrade dan tetap ok!
Q. Quilt alias bed cover, punya sih tapi jarang dipakai, selimutan aja pake kain jarik pemberian ibuku.
R. Raga, nama fam pak Tommy yang mengajarkan tentang keselamatan pertama kali dalam hidup saya
S. Sekolah IMLC tempat aku bekerja sekarang
T. Tembok belakang rumah, puji Tuhan sementara nggak nembok dulu, aman!
U. Usaha dagang yang dulu pernah dilakukan selama nganggur, pengen jualan lagi, amin!
V. Vega R hitam merah motor pertama yang bisa dibeli di Jakarta
W. Wiwin Dirwani, mertuaku yang rela mengasuh dan menjaga Abby setiap hari kita tinggal kerja
X. Xavier Quentin Pranata, bukunya banyak menginspirasi saya
Y. Yesus yang menyelamatkanku dan memenuhi hidupku dengan berkat
Z. Zakeus, tokoh kecil yang berubah jadi besar sejak ketemu Yesus, inspirasi saya.

“If you want to feel rich, just count all the gifts you have that money can’t buy.”
Saya sedang belajar untuk berhitung dengan kebahagiaan-kebahagiaan yang saya miliki, dibandingkan dengan hal-hal yang tidak saya miliki dan dapatkan, it’s one of the way to releasing my stress and painful in my life…so let’s count it…again and again!

Terimakasih Tuhan!

Onde-onde Si Kaki Bengkok

May 28, 2015

Bermandikan keringat dan debu, sore ini masih saja dia tak menyerah, gigih menjajakan dagangannya, onde-onde, ya seplastik onde-onde seharga lima ribu rupiah berisi delapan biji. Wajahnya kusam tersengat panas matahari, bajunya pun terlihat kumal, entah tadi pagi atau masih baju kemarin yang lupa diganti, atau memang tak ada ganti lagi.

Dengan tertatih berjalan dia menghampiri wanita muda dipinggir tempat pengisian bahan bakar, ya…dia bisa dibilang cacat, kakinya bengkok dan panjang sebelah namun hati, tekad dan kerja kerasnya tidak cacat dan bengkok. Semangatnya pun terus memanjang, mungkin hingga plastik dagangannya yang terakhir hari ini laku terjual.

Ah, saya masih bisa mengisi bahan bakar buat motor saya sore ini, dengan duapuluh lima ribu rupiah bisa untuk pulang-pergi kerja tiga hari lamanya. Saya tidak tahu berapa rupiah yang harus dikumpulkan penjual onde-onde itu hari ini, jika seplastik laku dijual lima ribu rupiah, dan dia harus menghabiskan sepuluh plastik saja, hanya terkumpul lima puluh ribu, apakah itu sudah keuntungan bersih yang dia dapatkan? Ah, entahlah…saya lagi-lagi hanya berhitung saja.

Sebuah kutipan dari Toba Dreams seperti ini, “Keberhasilan itu bukan karena kau bisa menjadi orang kaya, keberhasilan itu karena kau bisa jadi orang baik.” Terimakasih untuk wanita baik hati yang rela membagikan lima ribu rupiahnya, meskipun dia tidak membutuhkan onde-onde itu, dia membagikan belas kasihannya pada penjualnya. Dan wanita itu adalah istri saya….ya dia sedang menunggu saya mengisi bensin sore itu.

Terimakasih

May 27, 2015

“Mr Amos saya barusan cerita ke bapaknya Bara ttg dia ikutan ‘baris’ dgn tangan di belakang sampai nangis saya saking terharunya, gak nyangka dia bisa begitu. Makasih ya Mr Amos” – ibu Cita, Mama Bara, Rabu, 27.05.15/14.42 WIB.

Pesan yang dikirimkan lewat media whatsapp siang tadi adalah sebuah keindahan dan kesempatan yang besar yang diberikan pada saya dan rekan sekerja dikelas saya, untuk mengajar dan mendidik anak special needs seperti Bara. Mungkin anda akan membacanya dengan ungkapan,”ah, apanya yang bikin terharu, hanya ikutan baris dengan tangan dibelakang bukanlah hal istimewa.” Tapi tidak bagi orang tua Bara, dan juga saya. Dengan beberapa hal yang mungkin dianggap “tidak sama” atau bahkan “tidak normal” seperti anak kebanyakan, ini adalah sesuatu yang luar biasa dapat terjadi dan dilakukan oleh anak seperti Bara.

Hampir dua tahun ini Bara menjadi bagian kelas Pre-K C, kelas dimana dia ada bersama dengan saya, kelas dimana saya banyak mendapat bagian “keajaiban” dunia anak-anak. Terimakasih Bara…
Terimakasih sudah mengajari saya, bahwa dunia tidak terbatas, hanya kadang saya dan orang-orang yang merasa “normal” yang membatasinya.

Mungkin kita akan berpisah, tapi kenangan kebersamaan kita tak akan hilang dan musnah. Mungkin kita akan sangat jarang lagi bertemu, tapi teruslah semangat untuk maju! Aku bangga menjadi gurumu…

BERHASIL

May 22, 2015

Satu hal yang membuat perbedaan besar dalam hidup Anda adalah menemukan pelajaran baru dari apa yang selama ini Anda pikir sudah Anda ketahui semua. Kesadaran bahwa tidak ada sesuatu yang final di dunia ini, bahwa ternyata Anda harus terus belajar karena tidak mungkin Anda bisa tahu semua, ini-lah yang akan membuka kesuksesan lebih besar lagi dalam hidup Anda.
It’s what you learn after you think you know it all that makes a difference. ~ Ralph Lynn ~

“[Panggilan dan pilihan Tuhan] Allah sudah memakai kuasa ilahi-Nya untuk memberikan kepada kita segala sesuatu yang diperlukan untuk hidup beribadat. Ia melakukan ini melalui apa yang kita ketahui tentang Yesus Kristus, yang telah memanggil kita untuk menikmati kebesaran dan kebaikan-Nya.”
“Dengan cara itulah Allah menganugerahkan kepada kita berkat-berkat yang sangat luar biasa dan berharga yang sudah dijanjikan-Nya. Dengan berkat-berkat itu kalian dapat terlepas dari keinginan-keinginan jahat yang merusak di dunia ini, dan kalian menerima sifat ilahi.”
“Oleh sebab itu, berusahalah sungguh-sungguh supaya kalian tetap percaya kepada Kristus dan percayamu itu ditunjang oleh hidup yang baik. Di samping hidup yang baik, kalian perlu menjadi orang yang berpengetahuan,”
“dan di samping pengetahuan, kalian harus juga bisa menguasai diri. Dan selain bisa menguasai diri hendaklah kalian juga memupuk diri untuk tabah menghadapi segala sesuatu. Di samping tabah menghadapi segala sesuatu, kalian harus juga hidup menurut kemauan Allah.”
“Dan hidup menurut kemauan Allah harus juga dilengkapi dengan kasih sayang kepada saudara-saudara seiman. Selanjutnya hendaklah kasih sayangmu kepada saudara-saudara seiman ditambah dengan kasih terhadap semua orang.”
“Semuanya itu adalah sifat-sifat yang kalian perlukan. Kalau sifat-sifat itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kalian akan menjadi giat dan berhasil, dan mengenal Yesus Kristus Tuhan kita dengan lebih baik lagi.” (II Petrus 1:3-8 BIS).

Ketika Kami Nyebokin Siang Itu

May 21, 2015

Saya masih asyik mengajar pelajaran budi pekerti untuk anak-anak kelas kindergarten 1, sebutan untuk anak-anak TK kecil tiba-tiba partner kerja saya menghampiri dengan muka pucat,”Mr.Amos, Hisyam pup!” Saya jawab,”oh, ya tunggu sebentar miss…aku selesain dulu ini sama anak-anak ya?” Saya memberikan instruction sebentar dan segera saya tinggal berlari ke kelas.

Saya segeran mengecek, dan ternyata pup sudah naik dari diapers yang dipakai, bau segarrrr aroma itu mulai merebak dan mengepung seluruh ruangan kelas. Hahahahaha…saya sih masih tenang saja, saya angkat Hisyam, usianya sudah hampir tujuh tahun, namun karena terkena virus di otaknya, dia sekarang tidak bisa berjalan, dan berhubung badannya yang lumayan…lebih dari tigapuluh kilo saya kira, cukup membuat kerepotan partner saya yang baru saja bergabung dan tidak sekuat pria pendek dan kekar seperti saya. Saya angkat, kemudian saya bawa Hisyam ke toilet, mulailah operasi pembersihan.

Dari tingkat kesulitan, membuat dia berdiri tenang, membuka diapersnya sambil menahan bau itu sesuatu sekali. Ga bakalan bisa berkata,”maju mundur cantik…sueeeer!” Setelah berhasil membuka diapersnya, saya angkat ke atas toilet untuk dibersihkan, tangan kiri memegang badannya, sementara tangan kanan menyemprotkan air untuk membersihkan kotoran, dan…teriakan dan tangisannya semakin menjadi-jadi, sekarang Hisyam sudah berkurang kemampuannya untuk berbicara, jadi gantian partner saya memakai tangannya untuk membersihkan bagian belakang. Dirasa sudah bersih, saya berdirikan, ternyata sudah sampai dibagian depan juga kotorannya, walaaaah…jadi harus lagi-lagi dibersihkan. Setelah bersih, belum selesai disana. Tugas selanjutnya adalah memasangkan kembali diapers baru, ini juga butuh perjuangan…! Asli, kalau anda lihat mungkin akan seperti aksi para penyelamat korban bencana yang sedang terluka, gerak cepat dan tepat juga perhitungan yang matang harus dilakukan. Yeaaah…akhirnya selesai, dipakaikan celana, saya angkat kembali kekelas, saya dudukkan di karpet, dan selanjutnya saya mulai membersihkan toilet. Wow…hari yang indah sekali menurut saya!

Bersyukur, sebelum punya anak, saya sudah jadi assisten guru, belajar nyebokin anak orang yang pup, diawal-awal dulu rasanya nelangsa…ealah, mosok ya kerjaannya sampe segini amat. Tapi ternyata, masa-masa itu menjadi sangat berguna sekarang, saat punya anak juga tidak canggung lagi membersihkan kotoran anak saya.

Berbahagialah wahai para guru yang berkesempatan nyeboki muridmu, karena tanganmu yang pernah berlumur kotoran akan tergantikan dengan kebanggaan dan kebahagiaan nantinya, saat kau mengerti betapa mulia tugas itu, saat kau melihat betapa wajah yang penuh kelegaan setelah buang hajat itu menyunggingkan senyumannya lagi.

Jika anda membaca tulisan ini, dan belum pernah merasakan pengalamannya, cobalah sekali-sekali, anda akan menemukan pengalaman tak terlupakan dan mendapatkan penghargaan dari dirimu sendiri, dan mengingat betapa dulu orang tuamu berjuang dengan bau kotoranmu sedari bayi demi kebersihan dan kenyamananmu!

Selamat nyebokin!