Archive for April, 2015

Minta Ongkos 20ribu

April 23, 2015

Tiba-tiba ada yang nyamperin, sambil bilang permisi kemudian bertanya, “mau minta ongkos mas, hehehehehe…dari kerjaan saya tapi nggak ada duitnya” saya jawab,” trus kenapa?” Dijawab lagi kemudian masih sambil tertawa,”iya soalnya mesti ganti angkot 4x, ya 20 ribu aja mas, ada nggak?”

…………

Hening sejenak saya kemudian mikir!

1. Dari pagi kerja, berarti ada kerjaan, kalo dari tempat kerja trus nggak punya uang kenapa nggak pinjam temennya atau orang lain disekitar tempat kerjanya.
2. Dari 4 orang yang duduk diatas motor yang sedang parkir, ada juga tukang jualan martabak dan tahu pedas kenapa saya yang jadi targetnya.
3.(Mungkin) Modus minta-minta baru ini, ngemis eksotis menurut saya, dari cara pakaiannya bukan orang kerja kantoran, penjaga toko atau lainnya, lebih ke (maaf) pakerja kasar.
4. Kalau benar-benar memang tidak punya uang, kenapa meminta-minta bukan dengan “membangkitkan rasa kasihan” malah ketawa cekikikan, serasa bangga nggak punya uang!

Dan terakhir saya berpikir, apakah Tuhan sedang menguji saya? Apakah Tuhan atau malaikatnya sedang menyamar menjadi seorang perempuan setengah baya minta uang 20ribu sambil ketawa cekikikan? Well, sorry…but I think …I don’t think so! So…sorry beribu maaf, saya lebih memilih untuk tidak memberinya uang, bukan karena sombong duit masih tipis belum gajian, bukan…itu, bukan karena saya nggak mau berbagi dan menolong orang lain, bukan juga…pokoknya intinya jadi ginilah, well…some kind like klise, tapi dengan melihat gaya gelagat dan caranya, shud I give her money? Yaaah, memang ada alasan, kalo mau memberi ya sudah memberi saja, toh…tidak akan hilang pahala dan berkahnya, atau jangan banyak berpikir dan berperasaanlah coba kalau itu kamu, gimana rasanya?

Apakah saya salah? Emmm…silahkan dengan bijak anda bisa berbagi rasa dan komentar dengan saya. Yang saya pilih dengan pemberian saya sih jelas, “jika ada rasa belas kasihan yang dibangkitkan dalam hati saya dan ada damai sejahtera yang timbul setelah saya melakukan bagian saya dalam memberi”.

“Ya udah, permisi ya mas…hihihihihi”, masih sempat pamit pergi sambil ketawa lagi si perempuan yang minta ongkos sama saya. Dalam perjalan pulang saya ceritakan pada istri saya, dan dia menjawab,”jangan-jangan dia orangnya agak-agak deh pap?” , Ahahahahaha…mungkin ini dia jawabannya.

Advertisements

7 Hari Penuh Kesan

April 20, 2015

1.Senin
“Berbuat baik untuk dunia dibanding yang dibuat dunia untuk kita, itulah sukses” (Henry Ford)

“Jangan lupa berbuat baik dan saling menolong, sebab inilah kurban-kurban yang menyenangkan hati Allah.” (Ibrani 13:16 BIS).

“Saudara yang tercinta, janganlah meniru apa yang buruk. Tirulah apa yang baik. Orang yang berbuat baik adalah milik Allah. Dan orang yang berbuat jahat belum mengenal Allah.” (III Yohanes 1:11 BIS).

2.Selasa
“Sering kali yang lebih dibutuhkan adalah perubahan diri kita daripada perubahan keadaan” (Arthur Christopher Benson)

“Janganlah ikuti norma-norma dunia ini. Biarkan Allah membuat pribadimu menjadi baru, supaya kalian berubah. Dengan demikian kalian sanggup mengetahui kemauan Allah–yaitu apa yang baik dan yang menyenangkan hati-Nya dan yang sempurna.” (Roma 12:2 BIS).

3.Rabu
Jangan pernah menyerah melakukan apapun yang ingin kau lakukan. Di mana di situ ada cinta dan inspirasi, kurasa kau tak akan salah jalan dan akan bisa menemukan jalan keluarnya. – Ella Fitzgerald

“Takwa kepada TUHAN adalah pangkal kebahagiaan; dan jalan untuk menghindari kematian.” (Amsal 14:27 BIS).

4.Kamis
Meskipun terkadang orang jujur di injak-injak orang lain ataupun dibilang bodoh janganlah peduli dan percayalah bahwa kejujuran selalu membawa keberuntungan. (JHL)

“Serahkanlah kekhawatiranmu kepada TUHAN, maka Ia akan menopang engkau; sebab orang jujur tidak dibiarkan-Nya dikalahkan.” (Mazmur 55:22 BIS).

“Jauhilah yang jahat, dan hiduplah dengan jujur. Janganlah sekali-kali menyimpang dari jalan yang benar. ” (Amsal 4:27 BIS).

“Orang jujur, hidupnya aman; orang yang menipu akan ketahuan.” (Amsal 10:9 BIS).

“Kejujuran melindungi orang yang hidup lurus; kejahatan menghancurkan orang yang berdosa.” (Amsal 13:6 BIS).

5.Jumat
“Segala kesulitan, segala penderitaan, dan ujian – ujian dalam hidup adalah berkat positif. Semua ini merajut otot – otot menjadi lebih keras dan mengajarkan kemandirian dalam hidup” (William Matthews)

“Oleh kemauan untuk hidup, orang dapat menanggung penderitaan; hilang kemauan itu, hilang juga segala harapan.” (Amsal 18:14 BIS).

6.Sabtu
Banyak orang bisa membeli barang mewah atau makanan enak, tapi tidak seorang pun yang bisa membeli tidur nyenyak. Bersyukurlah kalau tadi malam tidurmu nyenyak karena itu adalah anugrah yang sangat besar dari Tuhan yang menyayangimu dan hari ini siap berkarya dengan penuh semangat. – Made Olan Santosa

“Aku berbaring dan tidur dengan tentram, dan bangun lagi, sebab TUHAN menopang aku.” (Mazmur 3:5 BIS).

7.Minggu
“Sedikit saja anda khawatir setiap hari dan sepanjang hidup, anda akan kehilangan beberapa tahun. Kalau sesuatu yang buruk terjadi, perbaiki jika anda bisa. Tapi latih diri anda untuk tidak khawatir. Kekhawatiran tak pernah memperbaiki apa – apa” (Mery Hemmingway)

“Oleh sebab itu, janganlah khawatir tentang hari besok. Sebab besok ada lagi khawatirnya sendiri. Hari ini sudah cukup kesusahannya, tidak usah ditambah lagi.” ” (Matius 6:34 BIS).

Selamat Menikmati 7 Hari Penuh Makna, selamat menikmati hidup, Tuhan memberkati!

7 Hari Yang Bahagia

April 20, 2015

1. SENIN
Berpikir bahagia.

Menurut survei Asiabus menunjukkan bahwa 91 persen orang Indonesia merasa bahagia (42 persen sangat bahagia dan 49 persen agak bahagia).

“Kautunjukkan kepadaku jalan menuju kehidupan; pada-Mu aku mendapat kegembiraan berlimpah dan kebahagiaan untuk selama-lamanya. ” (Mazmur 16:11 BIS).

2. SELASA
Berbagi kebahagiaan.

“Kebahagiaan akan tumbuh berkembang manakala anda membantu orang lain. Namun bilamana anda tidak mencoba membantu sesama, kebahagiaan akan layu dan mengering. Kebahagiaan bagaikan sebuah tanaman, harus disirami tiap hari dengan sikap dan tindakan memberi” (J. Donald Wolters)

“Hidupmu akan melimpah dengan perbuatan yang sungguh-sungguh baik yang hanya dapat dihasilkan oleh Yesus Kristus sendiri; maka Allah akan dimuliakan dan dipuji-puji.” (Filipi 1:11 BIS).

3. RABU
Bersyukur atas kebahagiaan.

Pencuri kebahagiaan kita hari ini adalah penyesalan masa lalu dan kekhawatiran masa depan.

“Oleh sebab kita percaya kepada Yesus, maka Ia memungkinkan kita menghayati kasih Allah, dan dengan kasih itulah kita hidup sekarang. Karena itu kita bersuka hati karena kita mempunyai harapan bahwa kita akan merasakan kebahagiaan yang diberikan Allah!” (Roma 5:2 BIS).

4. KAMIS
Bertindak atas nama kebahagiaan.

Tahukah Anda, penelitian menunjukkan hanya dengan tersenyum, kita telah menstimulasi otak untuk berpikir lebih positif. Senyumlah untuk mengawali kebahagiaan anda hari ini.

“Maka aku akan menuju ke mezbah Allah, menghadap Allah sumber kebahagiaanku. Aku akan menyanyi dan main kecapi, untuk memuji-Mu, ya Allah, Allahku.” (Mazmur 43:4 BIS).

5. JUMAT
Merenungkan kebaikan untuk kebahagiaan.

Penelitian menunjukkan bahwa orang bisa bahagia meski tidak bergelimang harta. Sebaliknya, orang yg materialisme mudah diserang rasa kesepian.

“Jangan takut kalau seorang menjadi kaya, dan hartanya bertambah banyak.”
“Sebab waktu mati ia tak dapat membawa apa-apa, hartanya tak akan turun ke kubur bersama dia.” (Mazmur 49:16-17 BIS).

6. SABTU
Istirahat dengan bahagia.

“Jika engkau menginginkan kebaikan, segeralah laksanakan sebelum engkau mampu. Tetapi jika engkau menginginkan kejelekan, segeralah hardik jiwamu karena telah menginginkanmu” (Socrates)

“Orang yang merencanakan kejahatan suka akan ketidakadilan; orang yang mengusahakan kebaikan akan bahagia.” (Amsal 12:20 BIS).

7. MINGGU
Mengawali hari pertama dalam sepekan dengan semangat kebahagiaan.

“Bagian terbaik dari seseorang adalah perbuatan – perbuatan baiknya dan kasihnya yang tidak diketahui orang lain” (William Wordsworth)

“Sebab perbuatan baik yang kalian lakukan ini bukan hanya akan mencukupi kekurangan umat Allah saja, tetapi juga akan menyebabkan banyak orang berterima kasih kepada Allah.” (II Korintus 9:12 BIS).

Selamat meikmati hari-hari penih kebahagiaan, Tuhan memberkati!

7 Hari Yang Bergizi

April 20, 2015

1.Senin
Lupakan semua alasan yang menyebabkan sesuatu tidak berhasil. Yang seharusnya kau lakukan adalah mencari alasan mengapa hal itu harus berhasil – Dr. Robert Anthony

“Pikirlah baik-baik sebelum berbuat, maka engkau akan berhasil dalam segala usahamu.” (Amsal 4:26 BiS).

2.Selasa
Apabila hidup Anda hanya menghasilkan keluhan, enyahkanlah hal itu jauh-jauh. Sungguh merupakan suatu hal yang “jahat” atau tidak benar bagi seorang Kristen untuk menjadi lemah di dalam kekuatan Allah. (Oswald Chambers)

“Siapa tidak mau mendengar keluhan orang yang berkekurangan tidak akan diperhatikan bila ia sendiri minta pertolongan.” (Amsal 21:13 BIS).

“Selama kita tinggal di dalam rumah yang dari dunia ini, kita mengeluh karena beban kita berat. Bukannya karena kita ingin lepas dari tubuh kita yang dari dunia ini, tetapi karena kita ingin mengenakan tubuh yang dari surga itu, supaya tubuh kita yang bisa mati ini dikuasai oleh yang hidup.” (II Korintus 5:4 BIS).

3.Rabu
“Melakukan hal yg terbaik pada hari ini, akan membuat kita mendapat tempat terbaik di masa depan.. [by: Oprah Winfrey]

“Kalau seorang dari kalian mau membangun sebuah menara, tentu ia akan duduk menghitung dahulu biayanya supaya ia tahu apakah uangnya cukup untuk menyelesaikan menara itu atau tidak.” (Lukas 14:28 BIS).

4.Kamis
“Kalau anda punya satu sahabat sejati dalam kehidupan ini, Anda sudah sangat beruntung. Kalau anda punya dua sahabat sejati, itu betul – betul luar biasa” (Dr. Van Hoose)

“Seorang sahabat selalu setia kepada kawan, tapi seorang saudara ikut menanggung kesusahan.” (Amsal 17:17 BIS).

“Kalian adalah sahabat-sahabat-Ku, kalau kalian melakukan apa yang Kuperintahkan kepadamu.” (Yohanes 15:14 BIS).

5.Jumat
Saat seluruh dunia mengatakan “sudahlah, menyerahlah…” harapanpun berbisik, “cobalah sekali lagi.” – Anonim

“Harapan kita itu seperti jangkar yang tertanam sangat dalam dan merupakan pegangan yang kuat dan aman bagi hidup kita. Harapan itu menembus gorden Ruang Mahasuci di Rumah Tuhan di surga.” (Ibrani 6:19 BIS).

6.Sabtu
“Kondisi tak pernah benar. Orang yang menunda mengambil tindakan sampai semua faktor baik tak akan melakukan apa – apa” (William Feather)

“…; orang yang mengusahakan kebaikan akan bahagia.” (Amsal 12:20b BIS).

7.Minggu
Lakukan segala sesuatu dengan sepenuh hati dan gembira,sesuai kemampuan anda. Jangan terlalu membandingkan dengan orang lain.Terimalah dengan rasa syukur apapun yang terjadi. Tuhan pasti akan berikan yang terbaik buat anda. (Cheng Yen)

“Segala apa yang kalian lakukan atau katakan, haruslah itu dilakukan dan dikatakan atas nama Tuhan Yesus. Bersyukurlah kepada Allah Bapa untuk apa yang dilakukan Yesus bagimu.” (Kolose 3:17 BIS).

Selamat menikmati gizi rohani untuk jiwa anda, Tuhan memberkati!

Cukup BB dulu saja yaa…

April 13, 2015

“Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”
2 Korintus 12:9a

Kemudian saya menjabarkannya dalam kata-kata yang saya harus tekankan pada diri saya sendiri demikian,”Tetapi jawab Tuhan kepadaku: Cukuplah Ku-kasih blackberry bagimu, sebab justru dalam seringnya hang dan lemotnyalah kau akan belajar bahwa belum punya hp android itu kebahagiannmu tetap sempurna.”

Hahahahaha, saya sedang mengkondisikan diri dengan belajar untuk mencukupkan diri dengan apa yang saya punya sekarang. Memang sejujurnya, saya pengen punya handphone android yang bisa ini itu anu dan lain-lainnya. Bukan karena malu atau takut tersaingi, jaga gengsi dan pengn terlihat “waaah…” Tapi nampaknya memang kebutuhannya mengarah kesana. Tapi mau dikata apa, ternyata memang belum saatnya saya punya. Sempat merasa iri juga ya, kok banyak teman-teman yang lainnya bisa beli dan gonta-ganti hp tapi saya nggak bisa-bisa. Jangankan ganti, nabung buat beli aja masih susah…

…. Lama menunggu! Tiba-tiba jam pasir keluar lagi, terhenti menulisnya….hahahahahaha!

Ya, memang sudah yang ketiga kalinya si bb cakep ini di install ulqng yang menyebabkan hilangnya kontak dan juga tulisan-tulisan saya yang lupa disimpan di memory card, tapi nggak papa, saya justru belajar untuk suaaabaaarr. Asli suaaabbaaaaaar…(Panjang bingits ngomongnya!) Karena sempat sampai berhari-hari nggak bisa benerin si bb ini. Bukan masalah sering hang atau lemotnya, tapi kadang kalau ada informasi dan pertanyaan-pertanyaan dari orang tua murid saya yang pernah sempat tertunda gara-gara hang nggak bisa jawab secepatnya.

Eniwei, memang agak aneh juga dengan bb ini, sudah saya kurang-kurangi aplikasinya, tetep aja penuh memorynya. Sudah saya coba nggak pake macem-macem, download atau buka yutub misalnya, tapi tiada terkira berkali-kali hang menghalangi. Ini bb memang nggak akan saya jual, karena merupakan hadiah dari istri saya, udah gitu dicicil lagi bayarnya…ups..maap ya honey, hehehehe!

Namun, berkali-kali saat saya baca perkataan Paulus ini kok nendang banget dengan apa yang sedang saya rasa sekarang, walhasil…saya mesti tuliskan apa yang sedang saya rasa sekarang. Yaaa, dengan menuliskannya saya bisa mengobati sebagian rasa iri, kepengen dan butuhnya saya. Kata penelitian tuh, menulis bisa menjadi obat untuk sesuatu hal yang sedang dialami, semisal sakit “pengen” ini.

Jadi, sekali lagi…cukuplah saya punya blackberry dulu, kalau sudah waktunya pasti saya punya hp yang saya mau nanti. Toh, saya tetep bisa eksis, narsis dan optimis! Satu lagi, saya masih bisa nulis di blog meskipun pake blackberry…lamaaaaa lagi nyambungnya gara-gara muncul jam pasir lagi. Hahahahahaha…

Membangkitkan Mesin Yang Mogok ( servis dadakan…gitu aja kok ribet!)

April 7, 2015

Seperti pagi biasanya, kami berangkat kerja. Tidak ada hal yang aneh, motor sudah saya panasi…nggak pake korek dan kompor tentunya. Dipanasin mesinnya biar lancar nanti dijalan, kamsutnya begono. Eh, ndilalah…kok ya tiba-tiba, pas nyampe depan kantornya si mami Lia, motor seperti kehilangan tenaga dan langsung mati. Dyaaaaarrrr…ora iso distater lagi, piye iki? Sudahlah mulai dikutak-katik tapi masih nggak mau nyala juga. Daaan…walhasil…pilihan yang ada dan harus dilakukan adalah ya didorong.

Ini saya anggap olahraga yang dipaksa dan terpaksa dan begitulah….cuapenya bosss…ajiiiib gile! Dari depan gedung Palma deket perempatan Lebak Bulus sampai ke jalan Fatmawati arah Cipete, sampai di jalan BDN, tidak ada bengkel yang buka! Keringat sudah mengucur deras, kaos dalam, baju batik kerja, jaket sudah tertembus peluru…eh, basah keringat! Sampe didepan bengkel las, ada yang mau nolongin ngecek dan teteup nggak bisa nyala juga, dan disarankan ke bengkel resmi aja, you know what…mesti balik lagi ke arah jalan Fatmawati yang ke arah Citos, wadaaaawwwwh….!!!

Yaa, mau nggak mau dimulailah lagi proses pendorongan, dan ditengah jalan, tiba-tiba ada seorang lelaki naik motor mio soul bertanya,”kenapa motornya pak?” Saya jawab,”mogok pak, tiba-tiba ini tadi nggak bisa nyala” trus dia bilang,”ya udah, sin saya setut(dorong pake kaki sambil naik motor) dari belakang”, “nggak papa nih pak, ngrepotin,”kata saya. “Udah, ayo…pelan-pelan!” Dan sampai akhirnya saya menemukan bengkel resmi motor mio gt saya. “Makasih pak!” Teriak saya, dan si bapak berlalu terus menuju entah kemana. Thanks God, masih ada orang baik yang mau nolong pas saya udah mau pingsan rasanya ngedorong motor lumayan jauhnya.

But, another problem must be solve, segera saya menghubungi sekolah, bilang kalau motor saya mogok dan kemungkinan datang akan sangat telat. Thanks God again, partner saya yang meskipun baru beberapa bulan bergabung bisa handle, tapi saya nggak ingin dia sendirian ngurusin empat krucil dikelas, jadi saya telpon teman untuk membantu gabungan kelasnya. Thanks Ms Susi sudah tolongin kelas saya ya.

Dan, sekarang masih terdampar di bengkel, menunggu antrian…busyeeet, sepagi ini belom juga jam 9 sudah nomer 17 aja! Ya sutralah bow, daripada saya tinggal takutnya mesti ganti-ganti apa nggak tau, ya mending saya tungguin. Sambil menunggu malah berkesempatan membalas pesan teman semalam yang berbagi tentang parenting.

And…taaaraararaaaa…! Dari jam 9 sampai jam setengah 12 kelar juga, lamanya sih nunggu giliran, maksudnya nunggu diservis…bukan di gilir, hehehehe. Thanks God, dia bisa sembuh lagi. Biarpun telat harus sampe disekolahan, masih ada kerjaan banyak, ngajar ekskul, dan lain-lain.

What an amazing morning I have today.

Membangkitkan jodoh dalam hidup anda!

April 6, 2015

Ah, judulnya saja sudah terlihat seperti gaya dan rasa tulisan-tulisan ala motivator keren gitu. Nah, ini terinspirasi dari postingan foto di facebook oleh Nona Theresia pas makan siang sehabis kebaktian di gereja, kita ngobrol-ngobrol tentang pasangan hidup, relationship dan hal-hal lain tentang kehidupan.

Memang bukanlah perkara yang mudah kalau ngobrolin soal pasangan hidup, soal jodoh, soal kehidupan-kehidupan yang kita alami sehari-hari. Yah, tidak dipungkiri ada yang dengan mudah berjodoh dan berpasangan, tapi menjalaninya pun (pasti!) tidak semudah mendapatkannya. Kalaupun bersulit-sulit dahulu pun akan mengalami bagian sulit juga dalam area pasangan hidup dan perjodohan ini…eh. Wait….kayanya terasa sok wise ya, eniwei…saya hanya akan menuliskan tentang apa yang saya rasa, saya alami dan kami (kita berempat waktu ngobrol: Suzanna Chanda, Nona Theresia, saya dan Lia Greeber, sayang si Indra Chanda telat datengnya, sibuk dia…hahahaha) gumuli.

Jelas sekali yang kita dapatkan saat mendapatkan pencerahan dan pewahyuan dari Pastor Jose Carol adalah bagian tentang Kubur yang kosong. Kubur Yesus yang kosong adalah bukti kebangkitan. Bukti munculnya kehidupan baru, munculnya pengharapan. Pertanyaan Pastor Jose yang sangat dalam adalah,”Bagian apa dlm hidupmu yang mati dan membutuhkan kebangkitan? Apakah mimpimu, apakah keuangan, ataukah pernikahan? Kita punya kesempatan untuk membangkitkan kembali bagian hidup kita yang mati!” (Penting untuk ditambahkan termasuk didalamnya pertanyaan: apakah jodohmu? Pasangan hidupmu? Yang “mati” dan perlu dibangkitkan?)

Emm… ada bagian yang jadi topik pembicaraan, kalo kita pribadi yg baik tapi pasangan kita bukan, maka kebaikan kita jadi nggak kelihatan atau nggak bisa dinikmati orang lain. Apa itu salah “membangkitkan” atau memang kita di beri kesempatan untuk belajar dan menjadi bagian proyek Illahi bagi orang lain, well…I don’t know…! Tapi yang jelas Allah memang memberikan kebebasan untuk memilih, free will. Tapi kita bisa melakukan bagian untuk memilih, menyeleksi dan meresepsi (merayakan) bagian pilihan kita dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Selalu ada resiko dan hasil akhir yang mesti ditanggung. Jelas kita tidak memilih kucing dalam karung, karena kucing yang ditangkap pun belum tentu mau dikarungin, so…itu kucing siapa sih? Hahahahaha….
Saya berpikir, memilih memang bagian dari “membangkitkan kematian” di awalnya, pilihan itulah yang mesti kita benar-benar jeli untuk melihat dan mendalami seperti apa nanti pasangan kita. Sekali lagi ini bukanlah jebakan blekmen, eh betmen…tapi kenyataan yang seharusnya kita bisa bahas dan bagikan dengan sesama.

Nah, dari situlah sebenarnya judul tulisannya muncul. Yang melatar belakanginya tertulis demikian. So…mari kita menengok kubur dan “membangkitkan kematian” itu bersama-sama.

Ngeri….
Sound scary just some one give a comment on that statement. But truly…cie pake bahasa engris lagi, saya juga merasa tertantang untuk “menikmati” hal ini. Karena bagian ini jelas tidak akan pernah habis untuk dibahas!

Lagi-lagi saya pikir ini baru awalnya, tapi sudah menjadi hal menarik. Saya harap sih setelah ini akan ada revelation lanjutan yang sedikit menggarami sayur kehidupan kita.

Puisi Jumat Agung. Karya: Ulil Abshar Abdalla (Cendekiawan Muslim, NU)

April 3, 2015

Ia yg rebah, di pangkuan perawan suci, bangkit setelah tiga hari, melawan mati.
Ia yg lemah, menghidupkan harapan yg nyaris punah.
Ia yang maha lemah, jasadnya menanggungkan derita kita.
Ia yang maha lemah, deritanya menaklukkan raja-raja dunia.
Ia yang jatuh cinta pada pagi, setelah dirajam nyeri.
Ia yang tengadah ke langit suci, terbalut kain merah kirmizi: Cintailah aku!
 
Mereka bertengkar tentang siapa yang mati di palang kayu.
Aku tak tertarik pada debat ahli teologi.
Darah yang mengucur itu lebih menyentuhku.
 
Saat aku jumawa dengan imanku, tubuh nyeri yang tergeletak di kayu itu, terus mengingatkanku:
Bahkan Ia pun menderita, bersama yang nista.
Muhammadku, Yesusmu, Krisnamu, Buddhamu, Konfuciusmu – mereka semua guru-guruku, yang mengajarku tentang keluasan dunia, dan cinta.
 
Penyakitmu, wahai kaum beriman:Kalian mudah puas diri, pongah, jumawa, bagai burung merak.
Kalian gemar menghakimi!
Tubuh yang mengucur darah di kayu itu, bukan burung merak.
Ia mengajar kita, tentang cinta, untuk mereka yang disesatkan dan dinista.
Penderitaan kadang mengajarmu tentang iman yang rendah hati.
Huruf-huruf dalam kitab suci, kerap membuatmu merasa paling suci.
 
Ya, Yesusmu adalah juga Yesusku.
Ia telah menebusku dari iman yang jumawa dan tinggi hati.
Ia membuatku cinta pada yang dinista!
Semoga Semua Hidup Berbahagia dalam kasih Tuhan.

Menyambut Hujan, Menikmati Kebaikan!

April 2, 2015

Sebisa mungkin semua orang pasti enggan untuk mengejar hujan dan menikmati guyuran deras airnya. Atau juga sengaja menunggu hujan datang tanpa payung, jas hujan dan perlengkapan lainnya malahan dengan tenang, nyaman dan penuh tawa menunggu hujan datang menggelontorkan titik-titik airnya. Yang terjadi adalah banyak orang berkata,”ah…sudah gila rupanya dia, orang lain menghindari supaya tidak basah kuyup dan jadi sakit, dia malah menunggu hujan dan bermain digenangan air yang datang.”

Rasanya memang kadang harapan itu tidak sesuai dengan apa yang seharusnya kita inginkan. Saat seharusnya waktu sudah tak lagi musim hujan, masih saja air deras dari atas itu datang selalu membasahi sekitarnya. Demikianlah hidup, ada yang berharap bahwa kebaikan itu layak ditunggu, ada yang bekerja keras mengejar kebaikan itu memenuhi kehidupannya. Bahkan ada juga yang sebodo amat …!

Sembari menulis ini, saya sedang dalam keadaan terkepung hujan disebuah warung tenda kecil pinggir jalan, sore hari seperti biasa saat saya hendak menjemput istri tercinta. Sore ini tampaknya langit memang tak berpihak dengan cerahnya, justru meredup dengan cepat menghantarkan hujan menyapu deras Jakarta.

Jika saya masih bertahan dan tidak beranjak tadi dengan cepat pergi, mungkin saya tidak akan terjebak di sini. Tapi jika saya menunggu lama, kemungkinan besarnya adalah nggak kehujanan tapi terjebak kemacetan yang biasanya akan melanda seluruh jalanan sehabis hujan.

Jadi kali ini saya memilih untuk bergerak…menyambut hujan, dan menikmati derasnya…sambil berdoa siapa tau nanti dengan cepat berhenti.
Selamat bergerak dan menikmati…

Ngisi Angin Ban Motor

April 2, 2015

Umurnya mungkin baru sekitar delapan tahunan, sore itu berbaju agak lusuh namun dengan sigap dan cekatan dia menolong saya mengisi ban dengan angin dari mesin kompresor. Dia bukan tukang tambal ban, tapi anak dari tukang tambal ban.

Istri saya kemudian berkata,”anak sekecil itu sudah bekerja ya, aku masih mengingat masa keciku kayanya nggak sampai seperti itu!” Jawab saya, “ah, mungkin masanya yang berbeda…situasi dan kondisinya juga berbeda. Dulu aku seumuran dia juga sudah membantu bapak ibuku, kok…!”

Yah, saya pikir dia tidak dipaksa dipekerjakan, saya pikir bapaknya mengajari apa arti “kerja keras” bukan “kerja paksa” bukan juga dipaksa kerja. Saya bisa mengerti jika orang tuanya mengajari dengan “paksaan” dimasa mudanya, dia akan menjadi anak yang tangguh, nggak cemen dan cengeng juga tidak gampang menyerah nantinya. Mungkin terlihat dan terasa tidak enak, namun kebaikan (saya percaya itu!) Diakhirnya akan menunjukkan hasilnya.

Saya ingat dulu ketika masih kanak-kanak, jaman dimana listrik belum masuk desa, kami masih menggunakan lampe teplok dengan minyak tanah. Tiap sore menjelang, biasanya dipanggil pulang oleh ibu atau bapak untuk membantu mengisi minyak tanah ke dalam lampu-lampunya. setelah itu ada listrik diesel yang hanya menyala kalau sudah jam 5 sore sampai jam 10 malam. Dan baru kira-kira saya kelas 4 sekolah dasar listrik masuk desa sampai sekarang. Tapi pengalaman bertanggung jawab dari hal kecil dan sederhana seperti mengisi minyak tanah ke lampu teplok itu bagian dari sebuah “paksaan” untuk bisa bertanggung jawab, dan itu juga yang saya lihat dari anak tukang tambal ban itu.

Semoga nanti kau menjadi pengusaha ban ya nak, nggak perlu nambal-nambal atau ngisi angin lagi. Semoga kelak kalau nanti dewasa kau menjadi seorang pekerja keras yang bertanggung jawab dan pantang menyerah. Semoga doaku menyertaimu yaa…

Uang dua ribu rupiah saya keluarkan dari kantong, dan mengucapkan terimakasih atas bantuannya. Saya berlalu dan mengejar waktu untuk pulang. Dan motor saya lebih enak dikendarai karena angin di bannya penuh dan kuat!