Archive for December, 2014

Yesus lahir di Cinere Residence

December 21, 2014

Sibuknya pindahan, persiapan, packing, memilah-milah barang, kendaraan yang bisa bawa barang-barangnya.
Barang-barang yang tersisa-tertinggal, diapain?

Tiba-tiba saya membandingkan saat Yusuf pindah dari Nazaret ke Bethlehem. Bawa istri yang hamil, kendaraan dan barang yang dibawa, nggak dapat tempat—mungkin belom sampe dirumahnya rumah saudaranya atau tempat tinggal sementara eh sudah kemaleman, istri sudah saatnya lahiran, nggak ada dukun beranak, bidan, dokter kandungan, rumah sakit yang menolong….!!!

Yesus lahir di Cinere Residence…
Ah, sudah gila dan jadi bidat kayanya saya…tapi iya, memang demikian seharusnya.
Minggu ini, tepatnya sabtu tanggal 13 kemarin, itu juga adalah tanggal lahir si Abby, tanggalnya saja yang sama, kami pindahan rumah. Sama seperti Yusuf pindahan mau di sensus. Repotnya sama, bawaan sama caranya saja mungkin yang beda.
Eh, iya…itu rumah baru, nyicil sih…lha iya kalo cash kita nggak mampu sih. Yusuf sih nggak nyicil rumah, wong penginapan aja nggak dapat, cuma bekas kandang…kata ahli sih tepatnya gua buat ternak jaman itu. Jadi kita sudah sangat lebih benar-benar sungguh beruntung dibandingkan yusuf sekeluarga malam itu. Yesus lahir dikandang, tapi kami mau “melahirkanNya” kembali di Cinere residence, rumah kami. Biar rumah kami jadi sukacita dan tempat penyembahan, sama seperti yang dilakukan oleh para hewan-hewan mungkin yang ada disana waktu itu, gembala, malaikat dan orang-orang majus.

Rasanya Natal tahun ini memang jelas dan benar beda, kemeriahan, kerlap-kerlip dan suasana ceria di mal, gereja-gereja dan tempat-tempat lain justru tidak ada pada kami. Tapi keheningan dan ketenangan itu menghampiri dengan sangat nyaman. Secapek Yusuf dan Maria yang mengurus pertama kali kelahiran bayinya, sama dengan kami yang pertama kali mengurus rumah sendiri. Sebingung Maria yang hanya mampu meletakkan bayi Yesus dalam palungan, begitu juga kami yang ribet ngatur posisi bertumpuk-tumpuk kardus yang dibawa.

Coba ada kawanan domba, sapi, kambing, onta, ayam atau apa saja disitu…bercampur bau dan nyanyian mereka malam itu, kami juga terhibur dengan nyanyian dan keributan Abby ketika barang-barang datang dan teriakan khas dia yang ikut bingung dan sibuk menikmati pindahan malam itu.

Saat kedatangan para gembala dan kemudian disusul dengan kedatangan orang majus yang membawa persembahan, kami juga kedatangan orang-orang yang kami kasihi, bapak dan ibu dari kampung Sragen datang ikut bersibuk ria dengan kami. Bukan membawa emas, kemenyan dan mur tapi sekarung beras, renggingang dan pohon ara yang akan ditanam dirumah cinere. Hahahahaha…tentu saja mereka tidak menyembah kami dan rumah baru, tapi kasih sayang dan pengucapan syukur mereka atas “keberhasilan” kami memiliki (baca: kredit) rumahlah yang pantas dirayakan. Eh, satu lagi…spesial ibu bawa daun ubi jalar dan keripik tempe kesukaan saya! Mantaph!

Ketidaksempurnaan suasana diwaktu lahirnya Yesus Kristus, Natal di Bethlehem waktu itu mungkin hampir sama kami rasakan saat ini, tapi justru itu yang menyempurnakan kebahagiaan dan sukacita kami. Selamat lahir di Cinere Residence Tuhan Yesus, selamat datang di rumah kami.

Selamat menikmati Natal …

SARAPAN

December 8, 2014

Saya melihatnya begitu nikmat dan enak sekali saat dia menyantap sarapannya pagi ini, nasi setengah porsi, kuah sayur dan sepotong tahu. Entah kenapa kemudian saya begitu memperhatikan bapak tua penarik gerobak untuk memulung barang-barang bekas di warteg biasa saya beli lauk pagi ini. Saya cuma bawa nasi saja dari rumah pagi ini, biasanya kalau ada lauk yang oma masak malam sebelumnya saya selalu bawa sekalian lauknya. Tapi kalau nggak ada ya saya beli aja di warteg. Dan, harga lauk yang saya beli lebih mahalan dua ribu dari sepiring nasi yang bapak tua makan. Saya beli sayur dan lauk saja delapan ribu sementara si bapak ini makan nasi cuma enam ribu. Ya, memang karena lauknya sangatlah sederhana.

Saya teringat status facebook istri saya semalam, Natal tahun ini kami memang tidak sempat untuk menghias pohon natal dan menghias rumah karena kesibukan kami packing untuk pindahan dari kontrakan ke rumah cicilan kami sendiri. Tapi dibalik itu kami juga bersyukur bisa berbagi dengan tetangga-tetangga dengan barang-barang yang sudah tidak kami pakai. Bahkan barang-barang bekas bisa kami jual ke tukang loak, meskipun cuma dapat lima puluh ribu tapi senang juga bisa mengurangi “kepadatan” dirumah. Istri saya berbagi dengan baju-bajunya, Oma berbagi dengan banyak tas-tas dan sepatu-sepatu bekasnya yang banyak, Abby dengan mainan-mainannya dan saya dengan banyak kertas-kertas bekas, buku-buku bekas…biasa dulu pernah jadi tukang nulis-nulis gitu.

Semangat berbagi ini biasanya begitu kuat “merasuki” jiwa kami menjelang akhir tahun dan suasana Natal. Kami biasanya lebih memilih untuk berbagi sesuatu yang sederhana yang kami punya dibandingkan dengan pesta dan perayaan-perayaan yang begitu-begitu saja tiap tahun. Kami lebih memaknai arti Natal dan semangatnya dengan cara kami sendiri.

Pagi ini meskipun hanya dengan berbagi enam ribu rupiah, saya puas…ada bagian yang kuat dalam jiwa saya yang terpenuhkan dengan tindakan sederhana ini.

Selamat makan…selamat berbagi…

TUJUAN

December 4, 2014

“Saya tidak berada di dunia ini untuk menjalankan ekspektasi orang lain. Saya tidak juga merasa bahwa dunia harus menjadi seperti apa yang saya harapkan” (Fritz Pearls)

“Segala sesuatu yang dibuat oleh TUHAN ada tujuannya; …” (Amsal 16:4 BIS).

“Tujuan orang yang berpengertian ialah untuk mendapat hikmat, tetapi tujuan orang bodoh tidak menentu.” (Amsal 17:24 BIS).

“Itu sebabnya saya berlari dengan tujuan yang tertentu. Seperti dalam pertandingan tinju, saya tidak memukul dengan sembarangan.” (I Korintus 9:26 BIS).

Memilih Bahagia

December 1, 2014

“Kita memilih kebahagiaan – kebahagiaan dan kesedihan – kesedihan kita, jauh sebelum kita merasakannya” (Kahlil Gibran)

“Bahagialah engkau, karena percaya bahwa apa yang dikatakan Tuhan kepadamu itu akan terjadi!” – kata Elisabeth kepada Maria ibu Yesus

Selamat memilih bahagia, Tuhan memberkati!