Archive for November, 2014

Jadilah Bijaksana

November 28, 2014

“Tuhan telah melimpahkan kepadamu kecerdasan dan pengetahuan Janganlah engkau memadamkan lentera Rahmat Keilahian-Nya dan jangan lilin kebijaksanaan mati karena kegelapan nafsu dan dosa. Sebab Manusia bijaksana mendekati-Nya dengan lentera untuk menerangi jalan kepada umat manusia” (Kahlil Gibran)

“Jadilah bijaksana dan cerdas! Ingatlah selalu akan nasihat-nasihatku dan janganlah membuangnya.”” (Amsal 4:5 BIS)

Abby dann dvd player

November 27, 2014

Saat memasukkan keping dvd kedalam playernya, tiba-tiba Abby mengucapkan doa,”Tuhan Yesus harus bisa Tuhan Yesus, trimakasih, amin!”.

Agak terkejut dan sedikit bingung, tapi kemudian Oma menjelaskan kalau tadi siang sudah beberapa kali mencoba menyetel film-film kesukaannya namun tidak bisa, dan setelah berdoa ternyata filmnya bisa diputar. Itu yang menyebabkan Abby mendoakan dvd playernya supaya bisa memutar film kesukaannya.

Ha…ha…ha…
Lucu kedengarannya sih, tapi saya melihat cara pandang dan imannya yang besar dan kuat, bahwa dengan doa segala sesuatu bisa dan mungkin terjadi. Justru sebenarnya saya yang tertegur dengan apa yang dia lakukan, kadang kurang percaya, kadang kurang iman dan berdoa. Ya, mungkin seiring dengan bertambah usia dan logika orang tidak lagi menggunakan bagian kekuatan yang tersembunyi “di dalam batinnya” untuk mengatasi masalah.

Merasa kuat dan mampu dengan kekuatan sendiri adalah masalah yang sering timbul. Kita mempercayai bahwa dengan usaha dan kerja keras kita semuanya bisa terjadi dan berhasil. Dan iman…dia tertinggal dibelakang. Ketika sudah mentok, barulah biasanya kita berteriak, “Tuhan…Tuhan tolong hambaMu”.

Alkitab mengatakan ;karena beriman Henokh, Nuh,Abraham, Musa, Ishak, Yusuf … Dan begitu banyak yang tersebutkan yang lainnya mendapatkan jawaban dari Allah, mendapatkan janjiNya, dan teratasi masalahnya.
“[Iman] Beriman berarti yakin sungguh-sungguh akan hal-hal yang diharapkan, berarti mempunyai kepastian akan hal-hal yang tidak dilihat.” (Ibrani 11:1 BIS).

Ah, terimakasih Abby untuk pelajaran imannya. Terimakasih telah menunjukkan kekuatan kepercayaan yang besar kepada Tuhanmu…

I Friend You

November 25, 2014

“Standar terbaik untuk mengukur keberhasilan anda dalam kehidupan adalah dengan menghitung jumlah orang yang telah anda buat bahagia” (Robert J. Lumsden)

Setelah bergegas dalam perjalanan pulang sore ini, disertai dengan rintik hujan yang mengiringi sampailah kami berdua di rumah. Dan, ternyata beras sudah habis jadi kami harus ke toko untuk membelinya. Meskipun sedikit agak gerimis, saya sengaja mengajak Abby untuk ikut, ingin mengajaknya jalan sebentar ke depan kompleks rumah, itu saja sudah membuatnya bergerak dengan cepat untuk ikut kita ke membeli beras.

Di deoan rumah, saya sudah siap dengan motor sambil menunggu Abby dan maminya keluar rumah. Kemudian Abby menyusul lebih dulu, dia sudah bisa naik membonceng motor sendiri sekarang. Setelah diatas sadel motor, dia lalu menarik bahu saya dan membisikkan sesuatu, “pap, I friend you” saya tidak terlalu jelas mendengarnya jadi saya ulangi pertanyaan saya, “apa kak, papi nggak denger beneran?” Lalu dia setengah berteriak menjawab,” I friend you pap..!”

Ahahahahaha… Saya tertawa dan dengan senang hati menjawabnya, “I friend you too Abby!”. Rasanya tuh seperti diguyur air segar pegunungan, atau minum es jeruk manis ditengah udara gerah dan panas Jakarta…beneran! Makclesss…gitu di dalam hati, ada sesuatu yang saya nikmati ketika dia mengatakan “I friend you” itu.

Hal seperti inilah yang saya sebut sebagai sebuah kebahagiaan, sesuatu yang tidak terbeli, sesuatu yang menjadi kebanggaan, sesuatu yang membuat hati seorang bapak luruh hancur berkeping dalam keharuan mendapatkan sebuah pengakuan yang indah dari anaknya.

Ah, “I will friend you kakak Abby…as long as I live”

Harapan, Jangan Hilang!

November 25, 2014

Satu-satunya cara kita tidak kehilangan pengharapan adalah bahwa harapan yang kita miliki bersumber pada Tuhan, bukan pada manusia (koneksi), kekuatan sendiri (kepandaian) ataupun materi karena semuanya itu dapat berubah, hanya Tuhanlah yang tidak pernah berubah …. (anonim)

“Harapan orang baik menjadikan dia bahagia; harapan orang jahat kosong belaka.” (Amsal 10:28 BIS).

“Oleh sebab kita percaya kepada Yesus, maka Ia memungkinkan kita menghayati kasih Allah, dan dengan kasih itulah kita hidup sekarang. Karena itu kita bersuka hati karena kita mempunyai harapan bahwa kita akan merasakan kebahagiaan yang diberikan Allah!” (Roma 5:2 BIS).

Khawatir, Jangan!

November 25, 2014

“Sedikit saja anda khawatir setiap hari dan sepanjang hidup, anda akan kehilangan beberapa tahun. Kalau sesuatu yang buruk terjadi, perbaiki jika anda bisa. Tapi latih diri anda untuk tidak khawatir. Kekhawatiran tak pernah memperbaiki apa – apa” (Mery Hemmingway)

“Sebab itu ingatlah; janganlah khawatir tentang hidupmu, yaitu apa yang akan kalian makan dan minum, atau apa yang akan kalian pakai. Bukankah hidup lebih dari makanan, dan badan lebih dari pakaian?” (Matius 6:25 BIS).

“Oleh sebab itu, janganlah khawatir tentang hari besok. Sebab besok ada lagi khawatirnya sendiri. Hari ini sudah cukup kesusahannya, tidak usah ditambah lagi.” ” (Matius 6:34 BIS).

Seimbang

November 25, 2014

“Percaya dalam hati, bahwa dengan menjadi diri kita saja sudah cukup adalah kunci umtuk kehidupan yang lebih seimbang dan bahagia” – Ellen Sue Stern

“Dia yang memuaskan hidupmu dengan yang baik, sehingga engkau awet muda seperti burung rajawali.” (Mazmur 103:5 BIS).

Memakai Hidup

November 25, 2014

Memakai hidup yang paling baik adalah memanfaatkannya untuk sesuatu yang membuat hidup tidak akan pernah berakhir. – William James

“Dengan demikian mereka mengumpulkan harta yang menjadi modal yang baik untuk masa yang akan datang. Dan dengan itu mereka akan mendapat hidup kekal, yakni hidup yang sejati.” (I Timotius 6:19 BIS).

Sore di Warung depan gedung itu.

November 18, 2014

Sore ini sambil menunggu istri pulang, saya biasa menjemputnya. Kebetulan sambil menunggu, saya ngopi di warung kecil yang menempel di trotoar pinggir jalan dekat gedung tempat istri saya bekerja.

Menjelang sore, banyak pekerja bangunan yang mulai turun untuk makan dan minum sambil beristirahat sore. Saya mengamati dan menikmati pemandangan yang berbeda, saat melihat mereka mulai memesan makanan dengan menu sederhana dan dengan cepat dan lahap menyantap habis nasi, sayur dan kerupuk dipiring mereka. Salut dengan apa yang mereka nikmati sekarang, menu sederhana itu begitu nikmat dan mengenyangkan. Terharu bagaimana mereka seharian bekerja keras dengan tenaga mereka, cukup didukung dengan sepiring nasi dan sayur dan minum teh tawar panas saja untuk menambal tenaga yang terkuras seharian.

Kadang, saya masih ngedumel alias menggerutu dengan menu makanan yang saya bawa ke tempat kerja, bukannya bersyukur masih bisa makan dengan nasi empuk dan lauk nikmat, justru kadang masih perlu nambah ini itu untuk memuaskan lidah saya.

Ah, betapa beruntungnya hidup yang saya jalani. Seharusnya saya lebih banyak bersyukur dan menghitung setiap berkat dan kebaikan yang saya dapatkan, dibandingkan mengeluh dan mencari kekurangan yang saya tidak dapatkan. Saya belajar dari mereka yang lahap dan nikmat dengan sepiring nasi, sayur dan kerupuknya. Bahwa kebahagiaan, kepuasaan dan kenikmatan bukan karena rupa dan mahal, juga banyaknya apa yang bisa kita nikmati, namun lebih dari kecukupan dan pemenuhan kebutuhan dasar hidup yang bisa dipenuhi.

Terimakasih para buruh banggunan yang mengajar saya sore ini.

Tidak Takut Gagal

November 18, 2014

“Kegagalan hanya situasi tak terduga yang menuntut transformasi dalam makna positif. Ingat, Amerika Serikat merupakan hasil dari kegagalan total sebab Columbus sebenarnya ingin mencari jalan ke Asia” (Eugenio Barba)

“Orang baik tak akan gagal; ia akan diingat selama-lamanya.”
“Ia tidak takut menerima kabar buruk, hatinya teguh karena percaya kepada TUHAN.”
“Ia tidak cemas atau takut, karena yakin musuhnya akan dikalahkan.”
“Ia membagi-bagikan hartanya, dan memberi sedekah kepada orang miskin; ia selalu melakukan yang baik, sebab itu ia berkuasa dan dihormati.” (Mazmur 112:6-9 BIS).

Gelap dan Terang

November 18, 2014

Kegelapan selalu ada.
Jika kegelapan menyelimuti hidup Anda, percayalah Allah akan memberikan terang dalam hati Anda dan menuntun Anda.
Orang buta saja bisa jalan-jalan dan selamat karena dia punya mata hati dan rasa dengar yang kuat.
Allah bekerja dalam banyak hal maka jangan takut dalam menghadapi kegelapan dalam hidup.
Mari selalu berdoa agar kita selalu hidup dalam perlindungan Allah.
– Petrusp

“Hati nurani manusia merupakan terang dari TUHAN yang menyoroti seluruh batin.” (Amsal 20:27 BIS).

“Saudara semuanya adalah orang yang hidup dalam terang; kalian tergolong pada siang yang terang. Kita bukan orang yang hidup dalam kegelapan, atau yang tergolong pada malam yang gelap.” (I Tesalonika 5:5 BIS).