Archive for September, 2014

Jika Harus Memilih

September 15, 2014

Tentang seseorang yg menjadi pilihan hidup kita: “Orang selalu berkata ada bekas Istri atau bekas Suami, tapi tdk ada bekas anak dan bekas orang tua.” Mungkin cerita bijak berikut ini dpt merubah pandangan tsb & mmbuat seseorang ingin memiliki suami atau istrinya sampai akhir hayat dan mikir 1000kali untuk menyakiti hatinya dan menduakan cintanya dengan yang lain.

Seorang dosen mengadakan permainan kecil kepada mahasiswanya yg sudah berkeluarga & meminta 1 orang maju ke papan tulis.

Dosen : “Tulis 10 nama yg paling dekat dgn anda.”

Lalu mahasiswa tsb menulis 10 nama. Ada nama Tetangga,Orang tua,Teman kerja,Istri,Anaknya dsb.

Dosen : “sekarang silahkan pilih 7 diantaranya yang sekiranya anda ingin hidup terus bersamanya”.

Lalu mahasiswa itu mencoret 3 nama.

Dosen : “coret 2 nama lagi”, dan tinggallah 5 nama.
Dosen : “coret lagi 2 nama”, maka tersisalah 3 nama yaitu : Orang tua,Istri & Anaknya.

Suasana kelas hening. Mereka mengira smua sudah selesai & tak ada lagi yg harus dipilih.

Tiba-tiba Dosen berkata :”silahkan coret 1 nama lagi !”, mahasiswa itu pun prlahan mngambil pilihan yg amat sulit lalu mencoret nama orang tuanya secara perlahan.

Dosen :”silahkan coret 1 nama lagi !”. Hati sang mahasiswa menjadi bingung. Kemudian mengangkat kapur & lambat laun mencoret nama anaknya dan mahasiswa itupun menangis.

setelah suasana tenang sang Dosen bertanya pada Mahasiswa itu. “Kau tidak memilih Orang tua yg membesarkanmu ? tidak juga memilih Anak yang berasal dari darah dagingmu? sedang Istri itu bisa dicari lagi.”

Smua orang di dalam kelas terpana mnunggu jwaban dari Mahasiswa itu.

Lalu sang Mahasiswa itu berkata, “Seiring waktu berlalu, Orang tua saya akan pergi & meninggalkan saya, sedang Anak jika sudah dewasa menikah lalu pergi meninggalkan saya juga. Sedangkan yg benar-benar menemani saya dalam hidup ini hanyalah ISTRI saya. Orang tua & anak bukan saya yg memilih, tapi Tuhan yang menganugerahkan, sedang ISTRI, sayalah yg memilih dan dengan izinNya. istri adalah bagian dari diriku, karena dia adalah tulang rusukku…..

* Bukan berarti anak dan orang tua adalah tidak penting tapi untuk merubah pandangan bahwasanya kita harus selalu menghargai pasangan, saling menyayangi, menerima apapun kelebihan dan kekurangan pasangan dan jangan rusak ikatan pernikahan hanya karena tergoda oleh orang ketiga dan menuruti hawa nafsu duniawi saja. Suami/istrimu adalah pilhanmu, ayah dan ibu dari anak-anakmu.

(Sumber: http://nyonyahafidz.wordpress.com/)

Advertisements

99 KOIN

September 6, 2014

Seorag pelayan kerajaan memiliki kehidupan yg bahagia. Ia puas dengan segala kesederhanaan yg dimilikinya sehingga ia selalu tersenyum. Raja menjadi penasaran mengapa org sesederhana itu bisa bahagia. Lalu ia mengujinya dengan memberikan kepadanya 99 koin emas dikantongnya secara diam-diam.

Alangkah kaget dan senangnya hati pelayan itu mendapatkan 99 koin emas dikantongnya. Hanya saja masih ada ganjalan, bukankah seharusnya genap 100 koin emas? Dimana koin yang 1 itu? Pelayan tersebut berniat mencarinya disepanjang jalan dan tidak pernah berhenti memikirkan 1 koin itu. Iapun lupa untuk tersenyum, bahkan makin hari ia jadi tambah murung karena memikirkan 1 koin emas yg tak kunjung diketemukan. Raja bijak yang mengetahui hal itu hanya menghela nafas menyesalkan sikap pelayannya yg tadak bersyukur dengan 99 koin yg diterimanya, yg mengeluhkan 1 koin yang tadak didapatkannya.

Meskipun 1 koin itu berharga dalam perumpamaan koin yang hilang, namun Ini membuat sikap hatinya jadi berbeda. Tahukah kita bahwa TUHAN juga sering menguji sikap hati kita melalui berkat-berkatNYA yang dilimpahkan kepada kita? Sayangnya,kita kerap bersikap seperti pelayan kerajaan itu. Tidak mensyukuri berkatNYA, tapi berkat-berkat itu justru membuat kita tidak puas. Kita lupa bersyukur untuk segala sesuatu yang kita terima karna kita sibuk untuk mengeluhkan segala sesuatu yang tidak kita miliki.

Kisah tersebut mengajarkan kita bahwa kebahagiaan tidak datang dari banyaknya materi yang kita miliki, tapi dari sikap hati yg mensyukuri berkat-berkat Ilahi yang kita terima. Hitunglah berkat Tuhan yg kita terima maka kita sungguh akan terkejut karna apa yang DIA berikan jauh melebihi dari hal-hal yang kita keluhkan. Tuhan sdh memberikan 99 berkat kepada kita, sungguh aneh jika kita masih terus mengeluh dan memusingkan 1 berkat yang belum kita terima bukan?. Karna itu syukurilah apa yang kita miliki, bukan apa yang belum kita punyai.

KEKUATAN SEBUAH DOA

September 5, 2014

Anda percaya akan kekuatan doa? Ketika rasa putus asa dan kepedihan datang menghampiri, tidak sedikit orang yang akan berdoa dengan harapan mendapatkan ketenangan sehingga dapat mengatasi segala tekanan serta masalah yang dihadapi.

Dan ternyata, doa tak hanya akan menyembuhkan secara spiritual saja, menurut Dr.Somporn Kantharadussadee Triamchaisri, Ketua Departement of Public Health Nursing, Faculty of Public Health di Mahidol University, Thailand, berdoa juga mampu meningkatkan kesehatan secara fisik. Dan pernyataan ini tidak ada kaitnya dengan alasan supernatural, tapi berdasarkan fakta. “Berdoa adalah salah satu bentuk meditasi. Meditasi bisa menjadi senjata yang ampuh dalam menjaga fisik dan mental kita.

Sejak tahun 1930, para ilmuwan sudah meneliti pengaruh doa terhadap jantung dan gelombang otak. Dalam kurun waktu lebih dari 20 tahun terakhir, sudah ada banyak studi yang memantau praktek meditasi dalam berbagai agama, seperti Hindu, Budha, dan Islam.

Dr. Andrew Newberg, profesor di bidang radiologi, psikologi, dan studi religi di University of Pennsylvania dan salah satu pendiri Penn’s Center for Spirituality and the Mind, juga menggungkapkan, “Ilmu pengetahuan telah berhasil membuktikan, agama benar-benar dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan.”

Para ahli menemukkan ketika tubuh dan pikiran berjalan dalam sebuah harmoni yang baik, hasilnya kita akan mendapatkan keseimbangan tubuh serta sel-sel saraf. Disamping apapun motif yang ada di belakang alasan kenapa orang berdoa, namun tidak ada penyangkalan bahwa banyak orang yang akan tetap melakukannya. Sebuah studi menunjukkan 36% orang menggunakan obat pengganti atau alternatif, dan angka tersebut meningkat dua kali lipat ketika doa dimasukkan.

Para relawan melakukan doa demi kesehatan pribadinya dan untuk menolong orang lain. Plus, dari mereka yang berdoa untuk alasan kesehatan, 70% menyatakan bahwa doa sangat membantu.Mengapa bisa begitu? Mungkin hal tersebut terjadi karena beberapa mekanisme yang berbeda, seperti :

1. Berdoa membuat relaks.Apapun agama yang kita anut, berdoa merupakan salah satu bentuk meditasi. Selain akan memperlambat napas dan kerja otak, berdoa juga akan mengurangi detak jantung serta tekanan darah. Itu semua akan membuat kita relaks, jelas Dr. Mehmet OZ, direktur dari Cardiovascular Inst. Di New York dalam situsnya aks.droz.com.

2. Berdoa memberikan aura positif. Ketika dan setelah berdoa, biasanya kita akan merasa damai, tenang, dan bahagia. Dan ini merupakan bukti, bahwa berdoa akan memicu munculnya respon psikologis yang positif. Tingkat hormon stres kita juga akan ditekan dan siap-siap untuk ‘diam’. Hal yang paling penting, doa juga mampu menjaga sistem kekebalan tubuh kita.

# Source: fb 888 Inspirasi Harian

Zhang Ta

September 2, 2014

Zhang Da harus menanggung beban hidup yang berat ketika usianya masih sangat belia. Tahun 2001, ketika usianya menjelang 10 tahun, Zhang Da harus menerima kenyataan ibunya
lari dari rumah. Sang ibu kabur karena tak tahan dengan kemiskinan yang mendera keluarganya. Yang lebih tragis, si ibu pergi karena merasa tak sanggup lagi mengurus suaminya yang lumpuh, tak berdaya, dan tanpa harta. Dan ia tak mau menafkahi keluarganya.

Maka Zhang Da yang tinggal berdua dengan ayahnya yang lumpuh, harus mengambil-alih semua pekerjaan keluarga. Ia harus mengurus ayahnya, mencari nafkah, mencari makanan, memasaknya, memandikan sang ayah, mencuci pakaian, mengobatinya, dan sebagainya.

Yang patut dihargai, ia tak mau putus sekolah. Setelah mengurus ayahnya, ia pergi ke sekolah berjalan kaki melewati hutan kecil dengan mengikuti jalan menuju tempatnya mencari ilmu. Selama dalam perjalanan, ia memakan apa saja yang bisa mengenyangkan perutnya, mulai dari memakan rumput, dedaunan, dan jamur-jamur untuk berhemat. Tak semua bisa jadi bahan makanannya, ia menyeleksinya berdasarkan pengalaman. Ketika satu tumbuhan merasa tak cocok dengan lidahnya, ia tinggalkan dan beralih ke tanaman berikut. Sangat beruntung karena ia tak memakan dedaunan atau jamur yang beracun.

Usai sekolah, agar dirinya bisa membeli makanan dan obat untuk sang ayah, Zhang Da bekerja sebagai tukang batu. Ia membawa keranjang di punggung dan pergi menjadi pemecah batu. Upahnya ia gunakan untuk membeli aneka kebutuhan seperti obat-obatan untuk ayahnya, bahan makanan untuk berdua, dan sejumlah buku untuk ia pejalari.

Zhang Da ternyata cerdas. Ia tahu ayahnya tak hanya membutuhkan obat yang harus diminum, tetapi diperlukan obat yang harus disuntikkan. Karena tak mampu membawa sang ayah ke dokter atau ke klinik terdekat, Zhang Da justru mempelajari bagaimana cara menyuntik. Ia beli bukunya untuk ia pelajari caranya. Setelah bisa ia membeli jarum suntik dan obatnya lalu menyuntikkannya secara rutin pada sang ayah.

Kegiatan merawat ayahnya terus dijalaninya hingga sampai lima tahun. Rupanya kegigihan Zhang Da yang tinggal di Nanjing, Provinsi Zhejiang, menarik pemerintahan setempat. Pada Januari 2006 pemerintah China menyelenggarakan penghargaan nasional pada tokoh-tokoh inspiratif nasional. Dari 10 nama pemenang, satu di antaranya terselip nama Zhang Da. Ternyata ia menjadi pemenang termuda.

Acara pengukuhan dilakukan melalui siaran langsung televisi secara nasional. Zhang Da si pemenang diminta tampil ke depan panggung. Seorang pemandu acara menanyakan kenapa ia mau berkorban seperti itu padahal dirinya masih anak-anak. “Hidup harus terus berjalan. Tidak boleh menyerah, tidak boleh melakukan kejahatan. Harus menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Setelah itu suara gemuruh penonton memberinya applaus. Pembawa acara menanyainya lagi. “Zhang Da, sebut saja apa yang kamu mau, sekolah di mana, dan apa yang kamu inginkan. Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah dan mau kuliah di mana. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebutkan saja. Di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!” papar pembawa acara.

Zhang Da terdiam. Keheningan pun menunggu ucapannya. Pembawa acara harus mengingatkannya lagi. “Sebut saja!” katanya menegaskan.

Zhang Da yang saat itu sudah berusaha 15 tahun pun mulai membuka mulutnya dengan bergetar. Semua hadirin di ruangan itu, dan juga jutaan orang yang menyaksikannya langsung melalui televisi, terdiam menunggu apa keinginan Zhang Da. “Saya mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri. Mama kembalilah!” kata Zhang Da yang disambut tetesan air mata haru para penonton.

Zhang Da tak meminta hadiah uang atau materi atas ketulusannya berbakti kepada orangtuanya. Padahal saat itu semua yang hadir bisa membantu mewujudkannya. Di mata Zhang Da, mungkin materi bisa dicari sesuai dengan kebutuhannya, tetapi seorang ibu dan kasih sayangnya, itu tak ternilai.

Pelajaran moral yang tampak sederhana, tetapi amat bermakna.

By :Building a Better Future Together.
Stefanus Sandy SE ,MM (Ivan)
http://www.top888.biz/

Hidup yang Kaya

September 2, 2014

Jika kita tidak pernah mendapatkan kesempatan yang baik dalam hidup ini, jangan kecewa karena kita tetap akan hidup di jalan mana pun kita berada. Jalan yang lebar maupun sempit, tergantung kita menyikapinya bukan berarti kita harus keluar dari sana. Hidup begitu kaya. Itu berarti dalam jalan apa pun kita belajar bagaimana membuka hati untuk menerima kekayaan dan arti hidup ini. (petrusp)