Archive for April, 2014

Mari Bersyukur

April 17, 2014

BERSYUKURLAH ! Karena rasa syukur akan membuat anda semakin bersemangat dalam menjalani aktifitas anda. Bahkan berkat-berkatNYA, akan segera datang, agar anda berkelimpahan.

“Janganlah khawatir mengenai apa pun. Dalam segala hal, berdoalah dan ajukanlah permintaanmu kepada Allah. Apa yang kalian perlukan, beritahukanlah itu selalu kepada Allah dengan mengucap terima kasih.”
“Maka sejahtera dari Allah yang tidak mungkin dapat dimengerti manusia, akan menjaga hati dan pikiranmu yang sudah bersatu dengan Kristus Yesus.” (Filipi 4:6-7 BIS).

Selamat bersyukur.

Martabak Telor

April 17, 2014

…Pada waktu itu Allah menanti dengan sabar selama Nuh membuat kapalnya… (I Petrus 3:20).

Saya sudah datang duluan, order dan mengantri pesanan saya. Setelah saya, seorang ibu dan dua anaknya datang dan ikut memesan juga. Selang beberapa waktu, ternyata…yang dibuat justru pesanan ibu ini, wah…mulai jengkel saya. Eh, si mas-mas yang bikinin martabak juga sok nggak tahu malah sibuk melayani yang lain. Sampai akhirnya saya bertanya, pesanan saya sudah dibuat mas? Jawabnya,”maaf pak, ini baru dibikin”. Haduuuh, untung saya masih bisa menahan emosi, meskipun sebenarnya jengkel. Dan akhirnya jadi juga pesanan saya, sambil membayar saya berpesan, tolong lain kali lihat antriannya ya siapa yang duluan.

Waktu saya mencari ayat yang pas buat saya belajar tentang kesabaran, saya mendapati di kisah Nuh, justru Allah-lah yang bersabar. Bukan Nuh. Jelas tertulis disana, Tuhan menunggu dengan sabar Nuh menyelesaikan pembuatan bahteranya. Tuhan saja sedemikian sabar, kok saya yang baru menghadapi kejadian segini saja sudah emosi, bagaimana dengan yang dihadapi berbulan-bulan? Masih cetek banget ya? Hahahaha…

Tapi paling tidak, saya mencoba dan belajar tentang kebenaran dan kekuatan dari kesabaran. Pemazmur mengajarkan “Nantikanlah TUHAN dengan hati yang tenang, tunggulah dengan sabar sampai Ia bertindak. Jangan gelisah karena orang yang berhasil hidupnya, atau yang melakukan tipu muslihat.” (Mazmur 37:7 BIS). Salomo juga mengajarkan “Orang yang cepat marah menimbulkan pertengkaran, orang yang sabar membawa perdamaian.” (Amsal 15:18 BIS). “Orang bodoh marah secara terang-terangan, tetapi orang bijaksana bersabar dan menahan kemarahan.” (Amsal 29:11 BIS). Demikian juga Paulus mengajarkan tentang kasih yang didalamnya kesabaran menjadi bagiannya, “Orang yang mengasihi orang-orang lain, sabar dan baik hati. Ia tidak meluap dengan kecemburuan, tidak membual, tidak sombong.” (I Korintus 13:4 BIS).

Saya mau belajar bersabar lebih lagi supaya saya mendapatkan janji-janjiNya dalam hidup saya seperti yang Abraham dapatkan, “Abraham menunggu dengan sabar, maka ia menerima apa yang dijanjikan Allah kepadanya.” (Ibrani 6:15 BIS). Amin.

Sederhana

April 17, 2014

KASIH itu sederhana, jika anda tidak mampu membuat orang lain tersenyum, cukuplah untuk tidak melukai hatinya. Karena jika anda melukai hati orang lain, itu berarti anda telah melukai hati anda sendiri. Mari tetaplah mengasihi.

“Omongan yang sembarangan dapat melukai hati seperti tusukan pedang; kata-kata bijaksana bagaikan obat yang menyembuhkan.” (Amsal 12:18 BIS).

“Orang yang mengasihi orang-orang lain, sabar dan baik hati. Ia tidak meluap dengan kecemburuan, tidak membual, tidak sombong.” (I Korintus 13:4 BIS).

Selamat mengasihi!

Tumbuh

April 17, 2014

Semester kedua ini diawali di term yang ke empat, kami belajar tentang “spices and herbs”. Disatu kesempatan akhirnya kami melakukan kegiatan belajar diluar ruangan, gardening alias bercocok tanam ala anak-anak pre kindergarten (kelas sebelum masuk TK). Kami menanam lemon grass alias sereh, anak-anak yang sebagian besar tidak tahu dan mengerti tentang tanaman yang berguna untuk bumbu masakan dan minuman itu hanya tertawa dan sedikit bingung, “kok ada baunya ya?” Kenapa ditanam lagi” dan masih lagi bersahutan saat mereka berebut untuk memasukkan tanaman ke dalam lubang ditanah yang saya buat.

Waktu berlalu, dan saya tidak melihat tanaman itu tumbuh. Namun, Tuhan sangatlah adil dan luar biasa, Dia menurunkan hujan selang beberapa hari setelah kami menanam sereh itu. Dan setelah hampir tiga minggu lamanya, ternyata mulai muncul tunas-tunas daun baru disela-sela daun yang sudah kering dan terlihat mati. Saya melihat pertumbuhan dan perkembangan yang nyata setelah tanaman itu melewati proses “dimatikan” untuk waktu yang memang tidak terlalu lama.

Sama seperti hidup kita yang dahulu telah mati bersama dengan setiap dosa-dosa kita, seperti yang tertulis “Tetapi Allah menyatakan kasih-Nya kepada kita ketika Kristus mati untuk kita pada waktu kita masih orang berdosa.” (Roma 5:8 BIS). Dia juga yang menumbuhkan kembali kehidupan baru karena kematianNya dan memberikan hidup kekal dalam Yesus Kristus, “Kalau kita sudah menjadi satu dengan Kristus sebab kita turut mati bersama Dia, kita akan menjadi satu dengan Dia juga karena kita turut dihidupkan kembali seperti Dia.” (Roma 6:5 BIS). “Tetapi sekarang kalian sudah dibebaskan dari dosa, dan menjadi hamba Allah. Keuntunganmu ialah bahwa Saudara hidup khusus untuk Allah dan hal itu menghasilkan hidup sejati dan kekal.” (Roma 6:22 BIS).

Adalah hanya karena kebaikan dan kasih karuniaNya saja saya melihat kehidupan-kehidupan baru yang selalu tumbuh menyertai saya. Bahkan betapa pertumbuhan berkat yang baru selalu juga Tuhan tunjukkan untuk memperlihatkan betapa Dia adalah Allah yang memperbaharui segala sesuatu yang ada. “Kalian sekarang sudah diberi hidup yang baru. Kalian adalah manusia baru, yang sedang diperbarui terus-menerus oleh Penciptanya, yaitu Allah, menurut rupa-Nya sendiri. Maksudnya ialah supaya kalian mengenal Allah dengan sempurna.” (Kolose 3:10 BIS). “Kristus melakukan begitu supaya berkat yang dijanjikan Allah kepada Abraham diberikan juga kepada orang-orang bukan Yahudi. Dengan demikian kita pun yang percaya kepada Allah, dapat menerima Roh yang dijanjikan oleh Allah itu.” (Galatia 3:14 BIS).

Sama seperti tanaman sereh yang kami tanam, mereka harus dipotong, mati dan menunggu. Namun akan ada masanya kehidupan dan pertumbuhan baru datang menggantikan yang lama. Demikian juga dengan hidup saya.