Archive for December, 2013

Sama Sukanya

December 30, 2013

Bangun dari tidur siangnya, abby menghampiri papi didepan tivi kemudian berkata,”papi aku mau pisang goreng, boleh nggak?”

Saya menjawabnya,”pisang goreng ditempat pakdhe yang jualan gorengan itu?” Jawabnya,”iya…yuuk, kita jalan yuuk…beli sekarang?”

Hahahahaha, dalam hati tertawa dan pasti si mami tepok jidat,”hadooooh, sudah tambah ketularan suka gorengan si pumpkin!” Dan papi senang ada teman ngopi sambil makan gorengan sore ini.

kita KAYA, papi…

December 30, 2013

“Kita kaya papi” dan kalimat itu di ulangnya dua kali, dalam keadaan hujan gerimis, sambil memakai jas hujannya dan menanti saya mengambil motor dari tempat parkir.

Setelah naik diatas motor kemudian maminya mengatakan pada saya,”anakmu luar biasa, masa kita naik motor dan hujan-hujanan bisa mengatakan kaya” dan sejenak berpikir, kemudian mengatakan kembali,”ya…dia pikir kaya, karena bisa menikmati hujan, bisa menikmati perjalanan diatas motor dengan hujan-hujanan”

Kekayaan kami lebih bertambah lagi hari ini, kekayaan kami ditambahkan dari hati dan hidup anak ini, yang menyadarkan bahwa…kaya bukan karena memiliki mobil dan mengendarainya saat hujan sehingga bebas dari basah, namun kaya dengan menikmati…ya menikmati dan percaya sepeunuhnya hingga dia teridur dan mendengkur dalam keadaan hujan dia atas motor dan dalam pelukan maminya.

Terimakasih Abigail, telah mengajarkan kami arti sebuah kekayaan. Arti sebuah kepercayaan…iman. Arti sebuah kuasa untuk menikmati, dari hati. Bukan dari barang dan materi yang kita miliki.

Jangan Hilang

December 26, 2013

Ada 3 Hal yang tidak boleh hilang:

(1)Harapan
(2)Keikhlasan
(3)Semangat

BARA

December 21, 2013

Jika orangtua murid, seorang ibu tersentuh dan menangis didepanku (seorang guru), betapa air mata keharuan dan kebahagiaan itu menjadi hadiah yang sangat indah di akhir semester ini.

Saya merinding dan bangga, bahkan juga menahan tangisan di ujung mata saya…

Bahwa, jerih lelah dan kerja keras kami begitu di akui, bukan dengan hadiah, bukan dengan sekedar ucapan, namun dengan tangisan, bahwa kami berbagi dengan seorang anak “special needs” yang dianggap “beda” namun justru memperkaya dan mengajarkan berbagai hal luar biasa dalam kurun waktu hampir 6 bulan ini.

Terimakasih Bara, telah mengajariku dengan senyuman tanpa kata, tatapan yang berkembang dan sekarang terlihat hidup didalamnya. Terimakasih Bara, aku melihat masa depanmu…

Aku menggandeng tanganmu…Ayo!!

Kartu dari seorang murid

December 19, 2013

“Saudara-saudara, kami minta dengan sangat supaya kalian menghargai orang-orang yang bekerja di tengah-tengahmu; … ” (I Tesalonika 5:12 BIS).

Pagi ini saya membaca sebuah ayat dan menemukan dalam terjemahan bahasa Indonesia sehari-hari sebuah ayat yang begitu dalam. Cukup sulit buat saya untuk mengungkapkan dan menjelaskannya, namun mudah buat saya untuk merasakannya.

Kenapa?
Karena saya merasakan sebuah “penghargaan” yang diberikan oleh seorang murid disekolah tempat saya bekerja. Tepatnya dia memang bukan murid yang saya ajar dikelas level saya. Justru dia adalah anak dilevel kelas diatas kelas yang saya ajar. Hari ini adalah hari terakhir mereka sekolah, sebelum akhirnya libur panjang. Dan mereka berkesempatan untuk berbagi dan ‘appreciate’ setiap guru yang ada. Bukan dengan barang yang mewah memang, namun dengan sebuah kartu sederhana yang ditulis dengan tulisan tangan sendiri, plus dengan biscuit ‘better’ dengan harapan “better for the next year”. What a great prayer…

Thanks Fico…
Succes for you too.

Jika Ragu

December 11, 2013

Ada kalanya pikiran kita dipenuhi keraguan,
Saat kita mempertanyakan apakah iman itu;
Namun kita dapat percaya pada-Nya, dan tahu Dia peduli—
Allah kita hidup, seperti dinyatakan oleh Alkitab. —Fitzhugh

SEHAT ALA BONCEL

December 5, 2013

Jika anda ingin tetap sehat sampe tua salah satu hal yang harus dilakukan adalah anda harus tetap menjaga kesehatan, dan berikut ini adalah apa yang saya dapatkan pagi hari saat ngopi dan ngobrol dengan tukang parkir berjuluk Boncel, yang bercerita bagaimana dia harus tetap fit dan sehat saat bertugas sebagai tukang parkir.

Boncel berumur 50 tahunan namun tetap terlihat sehat dengan melakukan hal-hal seperti ini setiap harinya:

–        Setiap pagi setelah bertugas malam dia selalu menyempatkan minum jahe, kalau perlu minum jamu.

–       Sarapan bukan dengan nasi dan lauk yang berat, hanya membuat perut tetap berisi tidak dibiarkan kosong.

–       Berjemur matahari sebentar, katanya ini adalah proses pembakaran didalam tubuhnya.

–       Mandi dengan air hangat, jangan mandi langsung dengan air dingin seteah begadang semalaman untuk bekerja.

–       Lanjutkan dengan tidur yang secukupnya saja, setelah jam makan siang bangun, mulai makan nasi dan terus lanjutkan dengan bekerja atau melakukan aktifitas yang lainnya.

–       Jangan lupa adalah berdoa, kita punya bagian untuk meminta umur panjang, selebihnya usaha kita untuk tetap menjaga badan kita.

Sudah lama Boncel meninggalkan acara minum-minuman keras, meskipun dia sering berada di jalanan dan hidup dengan gaya kekerasan, bahkan ngopi pun bisa dihitung dengan jari katanya karena kopi beda dengan ngeteh atau minum jahe, kata dia lagi kopi itu mempengaruhi bagian dalam dan ngampas didalam jadi nggak sehat (saya kalau nggak ngopi…hidup ini ada yang kurang rasanya 🙂 )

Paling tidak pagi ini saya bisa belajar dari seorang yang sederhana perihal kesehatan dan tubuh saya. Dan berusaha untuk tetap terus selalu fit…bukan hanya buat kita sendiri, namun…lagi-lagi katanya betapa senangnya nanti saat kita tua masih menyaksikan anak kita berhasil menjadi ‘orang’ dan cucu-cucu kita bermain bersama.

Lalu…srruuuuuupppuuut….tegukan kopi terakhir digelas saya bablas…hmmm…tetap saja ngopi itu nikmat. Hahahahaha….