Archive for July, 2013

PEMINTA SUMBANGAN

July 31, 2013

Sedang duduk menikmati es teh manis sore ini, setelah pulang dari kerja dan bermacet ria,l. Dan tiba-tiba wanita berumur tigapuluhan datang menyodorkan kertas print warna terlipat dua dan bertuliskan yayasan yatim piatu entah berantah hendak meminta sumbangan.

Bukannya tidak mau menyumbang, mengingat baru dalm minggu ini melihat sebuah berita, liputan tentang peminta sumbangan terkoordinir yang menggunakan anak-anak muda dan atau yang memang lagi memanfaatkan bulan Ramadhan untuk “memaksa” orang bersedekah. Padahal memang untuk mendapatkan uang tanpa harus berjerih lelah.

Dalam hati berpikir dan merenung, apakah harus dengan cara meminta-minta sumbangan dan menggunakan alasan yatim piatu (kasihan yang yatim piatu beneran nggak disumbang). Apakah tidak ada cara atau tindakan yang lebih indah. Ataukah dengan alasan keterpaksaan mereka melakukan? Kepepet keadaan? Dan sejumlah alasan yang lainnya mereka melakukannya?

Ah, entahlah…
Hidup memang tidak mudah, dan bertahan hidup dibelantara Jakarta juga lebih tidak mudah.

Saya hanya menuliskan apa yang saya rasa, memberi memang bukan karena selalu ada uangnya, memberi mereka yang menggunakan alasan diatas juga nggak tepat menurut saya.

Saya bisa saja memberi seribu rupiah seperti yang dilakukan oleh yang punya warung, bukan nilainya. Toh nggak semahal es the satu gelas yang sedang saya nikmati…tapi…lebih dari itu saya nggak ingin berbagi dengan mental pengemis yang nggak jelas juntrungannya. Prinsip saja, karena lebih baik buat saya untuk saya berbagi dengan yang lebih jelas dan benar manfaatnya.

Ah! Nggak bikin miskin juga…benar memang, namun mebuat miskin mental si peminta-minta, coba bayangkan jika satu orang memberi seribu rupiah dan sehari seratus orang memberi dengan nilai yang sama, sudah seratus ribu dia dapatkan, kalikan saja tigapuluh hari. Tiga juta rupiah dia dapatkan, pantaslah dia tetap meminta-minta, lebih gede hasilnya dari yang saya kerjakan hasilnya. Ini realita ….

Eniwei, saya tidak bermaksud menghakimi atau menilai itu semua dari sudut pandang saya yang masih sempit. Saya hanya merasa, pemberian seperti ini bukanlah pemberian yang baik, tidaklah mendidik seseorang untuk bekerja dengan baik dengan skill dan talenta yang mereka punya, meski mereka memakai alasan apapun untuk membenarkannya.

Kiranya kebenaran, kebaikan dan kemurahan membawa kesadaran pada saya lebih lagi, supaya saya juga bisa lebih merasa dan melihat dengan hati dan mata saya, bisa saja mereka yang meminta-minta adalah Tuhan yang menyamar untuk menguji dan menakar kebaikan saya.

Advertisements

LELAH

July 30, 2013

“[Perkataan-perkataan Agur bin Yake] Perkataan Agur bin Yake dari Masa. Tutur kata orang itu: Aku berlelah-lelah, ya Allah, aku berlelah-lelah, sampai habis tenagaku.” (Amsal 30:1).

Siapa yg tidak pernah lelah? Bahkan seekor kuda pun harus beristirahat mengembalikan tenaganya untuk dipacu dan mengangkut beban lagi. Apalagi badan manusia, sekuat apapun pasti mengenal yg namanya lelah.

Paulus pun mengakui kelelahannya “Apakah mereka pelayan Kristus? –aku berkata seperti orang gila–aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut.” (II Korintus 11:23). Bahkan lebih lagi ia mengatakan, “Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian,” (II Korintus 11:27).

Bahkan Yesus dan murid2Nya pun demikain lelah hingga harus menyempatkan diri beristirahat, “Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat.” (Markus 6:31).

Dalam kelelahan dan kecapaian badan saya, saya merasa memang disitulah letak keterbatasan manusia. Bersyukur masih bisa beristirahat dan mengembalikan kesegaran kembali.

Iman supir angkot

July 30, 2013

“…, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”” (Matius 5:16).

Pembicaraan saya dengan supir angkot sore ini, dalam perjalanan saya ke rumah sakit. Ketika dengan tiba2 seorang wanita meminta berhenti mendadak, padahal di depan mobil ada mobil lain yg sedang berhenti. Tiba2 kami sudah ada dalam pembicaraan tentang bgmana menyikapi tindakan seseorang yg ingin menang sendiri.

Dia mengatakan bahwa, hanya dengan iman dan iman yg ditunjukkan dengan perbuatan yg baik dan diantara perbuatan baik itu adalah sabar maka barulah seseorg bisa menunjukkan kekuatan hidupnya. Tidak peduli apakah org itu biasa saja, taat beragama dan terlihat sangat religius dengan atributnya, tetap saja bila bersinggungan dengan emosi belum tentu dia menunjukkan imannya.

“Buat apa saya marah bang, saya sabar2in aja, namanya juga dijalan ya, saya kasih tau diri sendiri aja jangan kebawa emosi,” katanya. Kan kalo ngomong doang mah gampang, ngelakonin itu yg ga semua orang bisa, ya nggak? Imbuhnya.

Hebat, seorang supir yg beriman.

SALAH

July 30, 2013

Karena sudah terlalu capek dan kurang memperhatikan, maka kesalahan ini terjadi. Bukan sebuah hal yang berat memang, namun justru menggelikan sebenarnya buat saya.

Tiap malam sebelum tidur, biasanya saya mengepel lantai, dan yang terjadi malam ini adalah…

SoKlin lantainya tertukar dengan Molto pewangi!

Whaat…
Saya perhatikan, kenapa warna dan baunya berbeda? Segera setelah saya menyadarinya, saya menggantinya dengan soklin lantai.

Pelajarannya sederhana kok!
PERHATIKAN
Meskipun disimpan dalam botol bekas minuman yang sama, isinya berbeda! Mencium baunya, memperhatikan warnanya dan mengecek ulang itu penting!

Jadi, hidup boleh sama…tapi perhatian harus beda, cium baunya, perhatikan warnanya, dan selalu cek ulang, itu sangat penting!

130413/MAKAN

July 30, 2013

Menikmati makanan? Seperti apakah kiranya? Apakah dengan harga yang mahal atau murah, apakah dengan suasana syahdu nan romantis dan berkelas atau sekedar nongkrong diwarung tenda pinggir jalan? atau mungkin juga karena rasanya yang “maknyuss” atau “huekcuss” …
Saya berani bilang itu relatif.

Mengapa? Karena saya malam ini melihat seorang penjual makanan asongan begitu lahap (entah karena lapar atau enak) menikmati sepotong roti bakar dan segelas minuman seharga seribuan, dengan duduk bersandar pada tembok kotor pinggir terminal tampak itu adalah hal yang sangat membuat iri saya.

Mengapa saya iri? Kadang saya kurang atau bahkan tidak bersyukur, masih mengeluh dengan makanan yang bisa saya nikmati setiap hari. Begitu banyak alasan yang selalu bisa saja dilontarkan, entah kurang lauk, nggak cocok sayurnya, enggak enak rasanya, dan seterusnya anda juga bisa menambahkan….

Teringat telpon istri saya sore ini yang bertanya, “papi mau apa? Aku sedang di warungnya si engkoh Surya?” Hmmm….rasanya sangat kontras dengan apa yang saya lihat malam ini. Seperti Doa Bapa Kami yang mestinya selalu bisa menyadarkan kita, “berikanlah pada hari ini makanan kami yang seckupnya” bukan berlimpah dan terbuang nggak termakan sia-sia atau kekurangan dan membuat perut kami tersiksa menahan lapar.

Syukur kami padaMu Tuhan dan ampunilah kesalahan kami jika kami masih mengeluh dengan nasi keras, lauk kurang, sayur dingin dan kerupuk yang melempem. Amin.

SEBERAPA LAMA

July 30, 2013

“…sebab umur umat-Ku akan sepanjang umur pohon, dan orang-orang pilihan-Ku akan menikmati pekerjaan tangan mereka.” (Yesaya 65:22).

Hidup itu pilihan, dan mati pun demikian. Tapi siapa yg memiliki kehidupan hanya DIA yg berhak menentukan untuk mengakhirinya.

Memilih untuk bahagia!

Memilih untuk menikmati hidup!

Memilih untuk tetap siap kapanpun kita akan kembali dengan melihat bahwa baik hidup atau pun mati adalah sebuah keindahan.
Seperti Paulus katakan, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” (Filipi 1:21).

Salomo dalam kebijaksanaannya juga mengatakan,”Lihatlah, yang kuanggap baik dan tepat ialah, kalau orang makan minum dan bersenang-senang dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah di bawah matahari selama hidup yang pendek, yang dikaruniakan Allah kepadanya, sebab itulah bahagiannya.” (Pengkhotbah 5:18).

Selamat memilih!

speSIAL

July 30, 2013

“Realize that the Lord shows the godly special favor; the Lord responds when I cry out to him.” (Psalms 4:3).

” Ketahuilah, bahwa TUHAN telah memilih bagi-Nya seorang yang dikasihi-Nya; TUHAN mendengarkan, apabila aku berseru kepada-Nya.” (Mazmur 4:3).

Bakso spesial, nasi goreng spesial, produl spesial, diskon spesial, emmm…apalagi ya yg berbau spesial? Oh ya, seseorang yang spesial.

Menurut artikata.com, kata spesial diartikan khusus, istimewa, khas dan melulu.

Menurut TheFreeDictionary.com spe·cial  (spshl) mengandung arti :
adj.
1. Surpassing what is common or usual; exceptional: a special occasion; a special treat.
2.
a. Distinct among others of a kind: a special type of paint; a special medication for arthritis.
b. Primary: His special satisfaction comes from volunteer work.
3. Peculiar to a specific person or thing; particular: my own special chair; the special features of a computer.
4.
a. Having a limited or specific function, application, or scope: a special role in the mission.
b. Arranged for a particular occasion or purpose: a special visit from her daughter.
5. Regarded with particular affection and admiration: a special friend.
6. Additional; extra: a special holiday flight.
n.
1. Something arranged, issued, or appropriated to a particular service or occasion: rode to work on the commuter special.
2. A featured attraction, such as a reduced price: a special on salmon.
3. A single television production that features a specific work, a given topic, or a particular performer.

Tapi pemazmur dengan lebih indah mengajarkan bahwa spesial itu adalah seseorang yang di kasihi Allah!
That’s it! Tidak lebih tidak kurang, PAS!

Ya, saya dengan jelas tahu pasti bahwa saya spesial!
Nb: pake telornya dua, karet dua, bungkusnya disobek diatasnya ya ☺#modelwarteg!

Tambahan: ada kata SIAL dalam spesial, jadi tetap waspada!

MENARILAH

July 30, 2013

Hidup ini indah maka bergoyanglah – Amos

Saya menulis quote tersebut pada saat tengah malam, setelah acara seharian, malamnya ada live musik. Dan pastinya, apalagi kalau bukan musik dangdut yang menginspirasi saya menuliskan hal tersebut. Selain perasaan senang, saya bisa membuat beberapa orang tertawa dengan goyangan saya.

“ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari;” (Pengkhotbah 3:4).