Archive for May, 2013

BERTAHAN (ATAS NAMA CINTA)

May 31, 2013

Namanya Sukanto, baru menjadi sopir taksi kurang lebih empat bulan lamanya, saya pagi ini agak kesiangan datang ke kantor jadi terpaksalah naik taksi. Dalam perjalanan kami banyak ngobrol tentang kehidupan dan apa saja yang sedang dijalani. Sukanto lahir di Jogja, dari keluarga yang miskin namun berprestasi sejak SD. Bahkan setelah SMA dia mendapatkan beasiswa untuk kuliah di jurusan tekhnik di Jepang, di kota Osaka. Setelah kepulangannya dari Jepang dia bekerja di berbagai perusahaan, dan masuk juga di dunia entertainment. Pekerjaannya terakhir disebuah stasiun televisi swasta sebagai chief engeenering operator cukup lumayan, dia juga membangun bisnis dengan menyewakan sound system, lighting dan juga alat-alat musik. Secara penghasilan bukan lagi lumayan, tapi cukup besar.

Namun, dibalik semua itu….pernikahannya mengalami kegagalan, istri yang dia sunting dua belas tahun yang lalu meninggalkannnya dan berselingkuh dengan orang lain. Tiga tahun yang lalu dia memergoki istrinya berselingkuh, masih dia maafkan dengan catatan jangan ulangi lagi perbuatannya. Dia berkata, “bahwa Tuhan saja masih memaafkan umatnya yang berdosa mas, apalagi saya…saya masih mencintainya dan berharap dia akan bertobat, tetapi ternyata dia teguh dengan pendiriannya dan malahan yang mengajukan cerai.” Saya tertegun dengan apa yang dia katakan, dan juga pendiriannya yang teguh untuk tetap mempertahankan bahtera pernikahannya, demi kebaikan, demi kelangsungan hidup yang harmonis dan juga demi anak semata wayangnya yang sudah menginjak kelas enam SD.

Semua hartanya dia tinggalkan, bahkan bisnisnya pun dia serahkan pada teman-temannya. Dia meninggalkan rumah hanya dengan membawa sebuah tas ransel berisi baju dan hal-hal yang dia anggap penting. Dan setelah mengalami kemunduran juga sakit hati…luntang lantung dan tidak melakukan apapun. Pilihannya jatuh menjadi seorang sopir taksi, katanya pada saya,”saya senang mas sekarang…dijalan saya bisa lebih menikmati hidup ini, nggak ngoyo cari uang, nggak banyak berpikir lagi dengan masalah hidup saya, sampai kapanpun saya akan bertahan, berapa kali pun sidang akan saya hadapi, dan yang penting mas..saya akan memperjuangkan untuk anak saya.”

Pesannya pada saya sebelum saya turun dari taksinya,”mas…yang namanya perkawinan, pada suatu saat pasti akan ada yang namanya bosan..jenuh, Cuma kita mesti mikir, mau nyari apalagi, biarpun diluar godaan dan kesempatan banyak, toh..selalu keluarga yang paling mendukung dan menjadi tempat kita pulang, mereka yang menyayangi kita itulah yang mesti kita selalu ada untuk mereka. Harta dan kekayaan bisa dicari selama kita berusaha, tapi keluarga tidak. Oke…sampai ketemu lagi ya mas.”

Dan saya melangkah menuju pekerjaan dengan memandang hp saya, di wallpapernya terpampang foto saya dan istri, sambil berucap dalam hati..”terimakasih Tuhan saya mendapatkan penolong, pasangan hidup yang mencintai dan menerima saya dalam keadaan apapun…458 Honey”

Advertisements

PERCAYA (SAJA!)

May 29, 2013

Meyakini pemeliharaan-Nya

Aku akan tertidur lelap,

Karena Tuhan Penyelamatku

Akan menjagaku tetap.

—Psalter

NYEKER

May 21, 2013

Menjelang malam seperti hari-hari kerja biasanya, saya menyempatkan diri untuk sekedar tidur dibus yang saya tumpangi. Dan malam ini sesampainya di Pasar Rebo ternyata hujan turun lumayan deras, saat bus mulai minggiri untuk menurunkan penumpang, terlihat dipinggir jalan air cukup lumayan tinggi, diatas mata kaki, dan mau tidak mau akhirnya saya memutuskan untuk menyelamatkan sepatu saya. Say masukkan ke dalam tas ransel dan saya gulung celana, saya berjalan kaki tanpa alas alias nyeker sampai diperhentian angkot selanjutnya.

Dan…sambil menunggu angkot sampai saya turun lagi, saya tetap nyeker. Hahahah..lumayan lah, sedikit terapi reflexi alami, meskipun nggak tahu juga kalau pas jalan bisa terluka kena sesuatu. Kalau di ingat-ingat sih…semenjak di Jakarta ..lumayan lama juga, saya jarang sekali berjalan tanpa alas kaki alias nyeker. Kalau mengingat dulu masa-masa remaja di desa lebih seringnya nggak pake sandal, soalnya mesti mengembalakan kambing juga sapi, nyari rumput di sawah dan kebun-kebun, kalau pakai sandal malah ribet jadinya.

Mungkin harus lebih sering lagi sekarang ya untuk biasa nyeker…masalahnya adalah kapan? Ya kalau didalam rumah sih pasti, kalau pas keluar rumah gitu maksudnya. Bisa jadi pas weekend kali ya sekalian olahraga, atau juga menyengajakan diri berceker ria pada saat-saat tertentu, asal nggak malu…eh cuek aja kali ya. Kan nggak mengganggu orang, paling mengganggu pemandangan saja, masak pria tampan seperti saya nggak punya sandal, atau nggak pakai sandal. Plus…biasanya Abby yang protes, “Papi pake sandal dong, kan kotor…”

Meminjam istilahnya Syahrini ah, “Nyeker itu sesuatu…”

 

PADA UJUNG PEL PAGI ITU…

May 14, 2013

Seperti biasanya setiap pagi datang di tempat kerja, saya mengitari seluruh tempat kerja dan bertemu dengan mereka yang sedang bertugas. Memeriksa bagian-bagian apa saja yang dikerjakan dan sekaligus berbincang dengan mereka, mencoba untuk mengajak berkomunikasi dan menjalin keakraban. Bukan hanya sekedar mencari simpati dan sensasi tapi lebih untuk mengenal pribadi, karakter dan kehidupan yang mereka jalani. Biasanya justru orolan ringan saja, bukan tengtang obrolan kerjaan malahan.

Hari ini saya bertemu dengan yang bertugas dibagian make up room, dia bertugas untuk membersihkan dan menyiapkan kamar bila nanti ada tamu yang datang menginap. Saat mengepel area sekitar kamar, kebetulan hari ini belum ada tamu yang masuk…saya menyempatkan untuk ngobrol dengannya. Pembicaraan mulai dari hal yang biasa tentang menanyakan kesehatan, ngobrol tentang jamu dan obat yang biasa dipakai, sampai ngobrol tentang filosofi kehidupan.

“kita harus sadar mas, hidup ini kan ada yang punya, kalau Tuhan ada dan sayang sama kita masa kita nggak sayang sama badan sendiri…emang kadang kita lupa juga sih,” sahutnya tentang ngobrolin kalau lagi nggak enak badan. Sampai pada pembicaraan dimana dia bisa meyakinkan seorang anak muda dengan kenakalannya, hanya gara-gara ibunya menaruh cucian kering diruang tamu, pada saat dia membawa temannya datang kerumah, dia berani memarahi ibunya dan akhirnya ibu si anak ini minta kepada Mas Tukang Make Up Room ini untuk menolongnya untuk berbicara dengan anaknya. Dia menceritakan kepada saya, “saya panggil anak ini mas, saya ajak ngobrol dan bertanya,’aku diuruh ibumu ngasih tau kamu, katanya kamu marahin ibumu ya,kenapa? Coba kamu pikir, selama ini kamu hidup tuh dari siapa, apa kamu sudah bangga dengan gajimu yang dua juta sebulan dan bisa kasih orang tuamu? Mereka dari bayi ngasih makan kamu, kamu mau itung-itungan sama mereka? Hanya karena masalah seperti itu saja kamu berani sama ibumu? Mestinya kamu sadar bahwa kamu bisa hidup sampe sekarang juga karena ibumu?”

Dan sejenak saya berkaca pada diri sendiri, mengingat kembali tentang masa-masa ‘pemberontakan’ saya, betapa saya juga dulu pernah mungkin melakukan hal yang sama pada orangtua saya. Namun hari ini saya melihat sebuah kearifan dari seorang muda untuk menolong anak muda yang lain, menyadarkan bahwa nilai sebuah hubungan, apalagi dengan orang tua merupakan langkah berkah dan anugerah. Dan kebenaran itu memang tidak akan pernah bisa dikalahkan, “Hormatilah ayah dan ibumu, supaya kamu sejahtera dan panjang umur di negeri yang akan Kuberikan kepadamu.” Keluaran 20:12.

HAPPY MOTHERS DAY

May 12, 2013

Mungkinkah seorang ibu melupakan anaknya, dan tidak menyayangi anak kandungnya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tak akan melupakan engkau!

Yesaya 49:15

Saya dilahirkan dari seorang ibu yang sederhana, berasal dari keluarga sederhan juag dan hingga kini ibu terus penuh dalam kesederhanaan. Kehidupan yang kami jalani, yang saya rasakan saat masih kecil…selalu bergulat dengan sakit penyakit, membuat saya penuh dengan kasih sayang yang besar yang ibu saya berikan dalam kehidupan. Sosoknya yang bersahaja dan selalu lebih banyak diam…tenang…dan kadang hanya air mata yang meleleh dan segera disekanya, menunjukkan kekuatan yang terdalam yang dirasakan dan dia bagikan sebagai seorang ibu. Dia tidak pernah tampil sempurna, namun bagi saya dia adalah seorang yang sempurna…karena telah Tuhan tunjuk untuk mengandung saya dan melahirkan saya kedunia. Dia memperlihatkan bagaiman berjuang dan memenangkan kehidupan…berbekal ketrampilannya sebagai penjahit, di desa kecil…dia mengumpulkan rupiah untuk membantu ayah saya, seorang guru sd yang sederhana, menapaki kehidupan bersama.

Hingga sekarang pun, ibu masih memikirkan bagaimana saya, selalu menunjukkan kepeduliannya, dan yang paling hebat sekarang adalah…dia sering bbm’an dengan saya, berkirim foto dan update statusnya juga foto profile-nya…hahaha, pendidikan terakhirnya cuma smp, tapi kemampuannya untuk menyerap hal-hal baru bahkan teknologi tidaklah kalah dengan ibu-ibu gaul yang lain. Justru bapak saya yang malah lebih susah dalam urusan teknologi ini, yang penting telpon dan sms …beres!

Untuk urusan membahagiakan dia, ini bukanlah perkara yang mudah…sejak saya bekerja paling tidak saya ingin berbagi sedikit berkat untuknya, namun selalu menolak dengan caranya yang hebat menurut saya, katanya,”sudah simpan saja, kamu nanti juga butuh…ibu masih bisa kerja dan menghasilkan uang sendiri, nggak perlu kamu repot-repot sperti itu” bahkan sejak saya menikah dan punya anak dia juga selalu menolak setiap kali kami memberikan sesuatu,”simpan buat beli susunya si Abby saja…lebih penting” justru dia yang selalu menyelipkan amplop untuk Abby.

Oh ya, sejak saya memilih Lia dan “mengejar”nya untuk memperistrinya, ibu juga sangat mensupport saya, bapak pun demikian..karena mereka luar biasa sebagai orang tua, moderat sekali untuk ukuran orang kampung. Kata mereka,”terserah saja…itu kan pilihan kamu, asal kamu bertanggung jawab dan bener-bener serius ya mau apa lagi, bapak sama ibu itu cuma bisa mendoakan dan memberkati kalian.” Wow..sebuah hal yang luar biasa buat saya, bagaimana mereka memberikan kebebasan kepada anak-anaknya untuk memilih jalan hidup masing-masing sesuai dengan keinginan kami anak-anaknya.

Dan, ibu….ceritamu tidak akan pernah habis, sungguh sangat kurang dan selalu kuang jika aku menceritakan tentangmu…terimakasih sudah memberikan hidupmu, susahmu, senangmu dan setiap hal yang kau tanamkan dalam hidupku…masih banyak hal yang ingin aku ungkapkan dan ceritakan, namun keterbatasanku kali ini…tak mampu ku ungkapkan, aku mengasihimu bu Noer Harini…

Happy Mother’s day…bu

TUKANG BELING

May 11, 2013

Imajinasi itu membuat hidup lebih indah dan berwarna. Pernahkah atau masihkah anda menggunakan imajinasi? Sebagai orang dewasa mungkin tidak sepeti masa kanak-kanak dahulu.

Hari ini saya dan istri sedang asyik menonton televisi. Mumpung lagi libur kerja….dan tiba-tiba sajaAbby menggunakan gelang tangannya ( yang bisa diluruskan dan menegang) kemudian membentuk ujungnya seperti sebuah pengait. Lalu dengan lucunya dia berkata,”abby jadi tukang beling nih..” sambil mengaitkan gelangnya ke mainannya yang lain. Kami berdua tertawa lepas dan terheran-heran dengan imajinasinya…khayalannya yang kadang-kadang diluar pemikiran kita.

Imajinasi itu menimbulkan keceriaan dan membawa hari itu tentu dengan harapan yang jelas berbeda buat saya (dalam hati sambil berdoa, jangan beneran jadi tukang beling ya nak..). dan saya harus bisa memastikan itu nanti…

 

LAGU YANG TERTUNDA

May 8, 2013

Masuk kedalam bus yang saya naiki malam ini, setelah berhujan-hujan diluaran, sambil menggendong anaknya yang berumuran kira-kira setahunan dan satu lagi anaknya yang berumur empat tahunan, kemudian duduk disebelah saya. Bertanyalah dia pada seorang tukang asongan yang hendak turun setelah menawarkan dagangannya,”bang, boleh diamenin nggak ya?” jawab si abang,”ntar bilang aja sama kondekturnya.” Dan ditinggal begitu saja olehnya…

Sejenak kemudian tukang gorengan pun ikut menawarkan dagangannya, dia keluarkan plastik bekas pembungkus makanan, dia raih beberapa receh uangnya dan berkata,”bang, bakwan dua ribu aja ya..” lalu satu bakwan dia suapkan kemulutnya sendiri, satu ia berikan ke anaknya yang digendong dan satu lagi dia suapkan ke anaknya yang berdiri, pas dua ribu dapat tiga. Pas untuk mereka bertiga.

Dan, selang lima menitan kemudian…saat bus mulai berangkat, si ibu ini turun..nggak jadi ngamen. Ternyata ada yang lebih dulu antri…sesuai aturan main yang berlaku diantara para pengamen (saya pernah mendengar obrolan mereka sebelumnya) bahwa ada koordinator yang mengatur siapa saja dan dengan gilirannya untuk bisa ngamen di atas bus yang berangkat saat itu.

Sayang memang..mungkin rejekinya tidak terkumpul di bus yang saya tumpangi malam ini, mungkin dia akan dapatkan gilirannya di bus selanjutnya…

Dan saya pulang..

Namun masih memikirkan sisa cerita selanjutnya, lagu yang tertunda dinyanyikan…

DOA YANG SEDERHANA DAN MENGGERAKKAN HATI

May 2, 2013

Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.

Lukas 15:20

Apakah anda tahu bagaimana caranya menggerakkan hati  Tuhan dengan permohonan doa kita? Ya, sebagian dari anda pasti bisa menjawabnya. Tapi buat saya saya tahu pasti jawabannya. Mengapa? Karena saya berani memastikan Bapa di Surga mempunyai perasaan yang sama seperti yang saya rasakan saat anak saya berdoa malam itu.

Beginilah doanya,”Tuhan Yesus, Abby mau bubur ayam dong, plis…”

Dan anda bisa tersenyum atau tertawa membacanya, namun jika anda menjadi orang tuanya pastilah anda mendengar kebutuhan anak anda. Apakah anda diam saja? Saya percaya tidak, saya yakin anda akan tergerak untuk mewujudkan keinginan anak anda. Mungkin karena permintaannya yang sederhana saja, ayau itu karena permintaan anak-anak…bisa jadi kita berpikir demikian.

“Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.” Matius 21:22, dan saya sangat mengaminkan ayat ini, karena hanya dengan penuh kepercayaan kepada Sang Pemberi maka permintaan kita akan dikabulkan. Dan keesokan harinya …Abby mendapatkan bubur ayamnya J

Dan saya terus tetap selalu meminta bagian saya, sama seperti anak saya meminta bagiannya…saya harus menggerakkan hati Tuhan untuk mewujudkannya bagi saya.

Anda mau?