Archive for December, 2012

260812/CACAT

December 28, 2012

Kakinya tinggal sebelah kanan, dengan menggunakan kruk disebelah kiri dia berjalan dengan mantap. Entah apa yg sebenarnya terjadi, saya juga tak tahu. Dia hanya melintas didepan saya tanpa memperhatikan orang-orang yang ada disekitarnya, dengan menggendong karung plastik dan potongan besi kira2 setengah meter, ujungnya di runcingkan, dia pakai untuk mengait benda2 seperti gelas plastik dllnya. Ya, dia seorang pemulung. Hebat… (Menurut saya!)
Banyak orang cacat yg sengaja “menjual belas kasihan” untuk mendapatkan penghasilan, tapi laki2 ini tidak! Ia bekerja, ya … Bekerja memulung sisa2 barang bekas. Entah berapa kilometer setiap harinya dia berjalan demi mengumpulkan barang2 itu, berapa rupiah yg dia dapatkan setiap hari, apakah dia berkeluarga, bagaimana kehidupannya! Ah, banyak sekali pertanyaan itu muncul…

Saya merasa kecil, merasa kadang paling susah dan tidak puas dengan ‘kesempurnaan’ yg saya miliki sekarang!

Tuhan punya banyak lembaran bab pelajaran yg mesti disimak dan dimengerti, entah itu dijalan atau dihutan sekalipun.

Jadi, jika laki2 berkaki satu itu tetap semangat, kuat, pantang menyerah dan terus berusaha, mestinya saya bisa lebih dari dia.

Setiap orang diciptakan sempurna, tidak ada produk cacat bagi Tuhan. Tapi mata manusia berbeda melihatnya. Dan itu kembali pada kita, apakah kita yg merasa sempurna justru ‘cacat’ sebenarnya?

Ya, ada banyak cacat dan kekurangan saya…
Tapi saya tetap sempurna!

#catatan dari pinggir jalan raya tengah

Advertisements

241212/Malam Natal

December 28, 2012

Memikirkan apa yang akan membuat momen hari ini/ malam hari ini, malam menjelang natal menjadi sebuah pengalaman yang indah. Selama kami menjadi keluarga yang baru, kami menyempatkan diri membuat momen malam menjelang natal dengan berdoa bersama, makan bersama dengan menu sederhana dan tentu saja tidak ketinggalan adalah tukar kado.

Namun tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kami berdua begitu ‘disibukkan’ dengan banyak hal hingga untuk mempersiapkan yang biasa kami lakukan tidak dapat terlaksana. Namun, saya melihat banyak hal yang memang tidak biasa ini terjadi dan paling tidak, hari ini saya dapat mencatat beberapa hal yang setidaknya mengingatkan saya akan sebuah kebaikan dan keindahan masa-masa Natal tahun ini:

1. Saya berbagi dengan seorang pegawai di kantor, 100 ribu rupiah, dia bilang seharusnya dengan tambahan jabatan yang dia emban dia akan mendapatkan tambahan gaji, ternyata gajinya belum masuk transfer, padahal hari ini dia akan bayar hutang. Jadilah dia memakai uang saya untuk digunakan hari ini.

2. Makan siang bebek boreng cabe hijau.
Beberapa waktu yang lalu, tiba-tiba saya ingin sekali makan dengan lauk bebek goreng, dan hebatnya di hari sabtu kemarin dan hari ini, saya makan bebek goreng yang saya mau. Keinginan yang sederhana dan terjawab dengan indah.

3. Menyempatkan diri membeli kado sederhana untuk anak dan istri saya, buat tukar kado malam ini. Saya bingung yang buat Oma, akhirnya kasih mentahnya aja.

4.Momen tukar kado yang indah malam ini, diawali dengan doa ucapan syukur singkat, lalu kami mulai berbagi kado, dan ada tambahan satu teman yang menginap dirumah kami, menjadikan Natal tahun ini berasa kami memang harus berbagi dengan orang lain. Senang karena Abby, Lia dan Mami suka dengan kadonya.

5. Kami lalu makan makan malam sederhana, Oma sedang nggak enak badan jadi tidak bisa masak. Istriku pun masuk kerja dan sibuk mengurus anak, dan akhirnya pilihan terbaik kami adalah makan diluar, cukup dengan makan di pecel lele, masing-masing pesan sesuai dengan selera dan kami puas, kenyang dan menikmati makan malam kami.

6.Malam ini ditutup dengan menari bersama Abby dengan lagu-lagu natal yang kita putar, dan menemaninya tidur.

What else…
Life is good isn’t it?
But the truth is, christmas is always bring you joy, happiness and value that makes u grow in your personality, emotion dan offcourse spiritual.

December 28, 2012

Every time you smile at someone, it is an action of love, a gift to that person, a beautiful thing. -Mother Teresa

251212/NATAL itu BERSYUKUR

December 25, 2012

“Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.” (Amsal 10:22).

“Berkahé Allah kuwi sing marakaké kowé sugih, kangèlanmu ora nambahi apa-apa. ” (Amsal 10:22).

“Bersyukur membuka kesempurnaan hidup, itu mengubah apa yang kita miliki menjadi cukup, dan bahkan lebih. Itu mengubah penyangkalan menjadi penerimaan, kekacauan menjadi keteraturan, kebimbangan menjadi kejelasan, itu dapat mengubah makanan biasa menjadi pesta, rumah menjadi keluarga, seorang asing menjadi kawan. Sikap bersyukur menerima masa lalu, kedamaian untuk hari ini, dan menciptakan sebuah visi baru untuk besok” – Melody Beattie

Daftar Natal Bersyukur 2012:
1.Keselamatan
2.JPCC
3.DATE
4.Orang tua
5.Adik-adikku
6.Istriku
7.Anakku
8.Keluarga besar dari istriku (mertua, kakak2 iparku)
9.Pekerjaan
10.Menulis

160912/Semangat

December 22, 2012

“Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?” (Amsal 18:14).

Menyemangati diri sendiri untuk bangkit dan melihat masa depan yang lebih baik dari sekarang bukan hal yang mudah. Membuat perubahan, berani melangkah, melakukan perencanaan dan berbuat yang terbaik itu yang seharusnya dilakukan.

Semangat ibarat bahan bakar yg akan menjadi nyala api yg mengobarkan kehidupan. Semangat akan membawa sebuah kekuatan untuk tetap kembali berdiri saat kita jatuh, untuk tetap dan terus melangkah saat kita tersandung, untuk tetap tersenyum bahkan tertawa saat kita berada dalam kondisi kemurungan dan kesedihan.

Semangat akan membawa kita terus naik, meski langkah kita tidak lebar. Meski hanya 1 demi 1 tingkat, semangat akan membawa kita untuk terus berjuang.

Jadi berani terus Semangat!

121112/SYUKUR itu …

December 12, 2012

Saatnya pulang setelah rapat seharian dan ternyata kira-kira 500meter menjelang shelter bus hujan deras menerpa, waduh….! Berharap-harap cemas apakah akn berbasah ria nih sampe rumah? Nggak papa yang penting pulang, yes..yes..yes!

Ternyata ada hal-hal yang baik yang membuat saya bisa belajar bersyukur lebih banyak karena hujan, yang pertama saya bersyukur karena kebaikan hati mas Chun-chun yang mau mengantar saya dan akhirnya kehujanan juga untuk balik ke mess.nya.

Dan bisnya pun belum datang juga, sampai kira2 15 menit, akhirnya bisnya datang, namun tetap di iringi hujan yg deras menerjang! Ciyus Beeuuuud ….

Dan syukur yang kedua adalah karena ada si ojek payung, anak2 ini hebat menangkap momen bisnis jasa penyewaan payung pas lagi hujan deras, secara tempat parkir juga lumayan…..lumayan basah kuyup kalo nggak pake payung! Hanya dengan 4ribu rupiah, padahal sebenarnya sih seikhlasnya karena emang nggak minta tarif yang pas, saya dapat masuk bis dengan nyaman.

Bersyukur yang ketiga adalah, saya masih meyimpan permen tolakangin, lumayan untuk menghangatkan karena ga mungkin pesen wedang jahe dan pisang goreng he3x!

Selalu saja ada hal baik dan pembelajaran, meski kadang terlihat eh…terasa basah dan dingin, hujan maksudnya!

120912/ KELEGAAN

December 12, 2012

“Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.” (Yakobus 1:17).

“Aku hendak hidup dalam kelegaan, sebab aku mencari titah-titah-Mu.” (Mazmur 119:45).

Akhirnya, saya bertemu dan berkesempatan memberikan sedikit uang buat jajan pada seorang pemulung sore ini. Saya sering melihatnya sejak sebelum pindah tempat kerja, biasanya dia akan duduk dipinggir trotoar dekat tugu selamat datang markas Kopassus, dengan keranjang besar yang masih terikat dipunggungnya. Tampaknya kali ini dia mengambil rute yang berbeda.

Saya juga tidak menyangka bahwa akan bertemu dengannya sore ini, tapi waktu berkata lain. Segera saya merogoh kantong dan melipat selembar uang, lalu sambil jalan saya menunduk meraih tangannya dan menyelipkan uang itu. Tanpa perlu berkata-kata. Agak kaget juga bapak itu, namun setelah saya tersenyum dan dia melihat tangannya sambil berlalu saya masih mendengar kata terimakasih meluncur dari mulutnya.

Setiap pemberian yang baik itu datangnya dari Tuhan, dan selama ini saya mestinya menghitung pemberian Tuhan itu. Ah, tak terhitunglah…selalu banyak. Tapi saya mendapati rasa yang penuh dengan sukacita dan kelegaan yang dalam saat melakukan pemberian itu. Bukan banyaknya, tapi rasanya….! Lega!

031112/Menyepi Dari Keramaian

December 3, 2012

“Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.” (Matius 14:23).

Malam sudah mulai datang, saya masih menunggu bus yg saya tumpangi jalan ke jakarta. Saat menengok ke arah kiri dari kaca jendela, saya melihat seorang kakek dengan khusyuk membaca kitab suci diantara dagangan-dagangannya.

Tempat ini begitu ramai tapi dia menyempatkan diri membawa hati dan pikirannya menyepi sari keramaian dan hiruk pikuk dunia. Bukan hal yg mudah menyempatkan dan menempatkan diri sedemikian rupa.

Dalam keadaan yang lelah malam ini saya merasakan kesegaran lebih lagi “didalam” saya, bahwa :
1. Selalu ada kesempatan untuk tinggal tenang dan menikmati kebersamaan bersama Tuhan, kita yg menciptakannya dengan hati, bukan dengan kondisi dan suasana.
2. Menikmati kesendirian seperti yang Yesus lakukan bukan berarti kesepian, Ia meneduhkan diri dan merecharge kembali bersama BapaNya.

Simpel saja kelihatannya, namun tidak mudah untuk menerapkannya. Jika Yesus memberikan contoh demikian, maka saya percaya saya bisa melihat, merasakan dan memanfaatkan waktu dimanapun dalam ketenangan dan keteduhan bersamaNya.