Archive for November, 2012

BAHAGIA

November 30, 2012

Mendapatkan banyak uang dan membuat seseorang lebih kaya, belum tentu membuat yang bersangkutan bahagia. Hasil penelitian dari University of Warwick dan Cardiff University, Inggris Raya yang dipublikasikan beberapa waktu lalu menemukan bahwa kebahagiaan seseorang ternyata tergantung pada tingkat sosialnya.

Hasil penelitian itu menunjukkan, jika seseorang pendapatannya meningkat itu belum tentu membuatnya bahagia jika tak mengubah posisi sosialnya. Untuk membuatnya bahagia, pendapatan itu harus menjadikannya lebih kaya dari rekan-rekannya atau para tetangganya.“Seseorang dengan pendapatannya 1 juta dolar AS (sekitar Rp 920 juta) setahun belum tentu bahagia jika ia tahu temannya berpendapatan 2 juta dolar AS (sekitar Rp1,8 miliar) setahun,” ujar Chris Boyce, peneliti dari University of Warwick, yang meneliti masalah itu.

Mungkin itulah, kenapa kebahagiaan tak hanya milik orang kaya semata. Orang miskin yang merasa “lebih beruntung” bisa merasa bahagia jika melihat nasibnya lebih baik dibanding orang lain yang lebih miskin. Sebaliknya, orang kaya yang hidup di kompleks perumahan yang semua penghuninya orang-orang kaya, merasa tertekan karena ia jadi “orang miskin” di antara orang-orang kaya. Tetapi ia bisa merasa bahagia jika mau mensyukuri apa yang sudah didapatkan dengan membandingkannya pada orang lain di luar kompleks yang hidupnya serba sederhana. Itulah pentingnya berpikiran positif.

Nah, hasil penelitian lain yang dipublikasikan kemarin (1 Juli 2010) juga menunjukkan hal yang mirip. Penelitian yang meliputi 136.000 orang dari 132 negara itu menunjukkan bahwa tidak berarti negara yang masyarakatnya lebih kaya, masyarakatnya lebih bahagia. Amerika Serikat yang penduduknya rata-rata paling kaya di dunia hanya menempati urutan ke-16 di antara 132 negara di dunia dalam soal kebahagiaan. Uang memang membuat mereka lebih kaya tetapi belum tentu membuatnya lebih bahagia.

Ada juga negara seperti Korea Selatan dan Rusia yang dari pendapatan masyarakatnya tinggi tapi mereka kurang menikmati hidup sehingga dalam urutan kebahagiaan itu mereka berada di bawah. Urutan pertama diduduki Denmark. Kuncinya karena masyarakat Denmark lebih berpikiran positif dan lebih bisa menikmati hidup sehingga mereka lebih berbahagia.

Intinya adalah berapa banyak pun uang yang kita punya tidak menjamin kita akan bahagia, justru dengan kita mensyukuri apa yang ada akan membuat kita jauh lebih bahagia.

Sumber: www.andriewongso.com

Run Your Race

November 30, 2012

It’s easy to be tempted to go through life competing with everyone around us. When we see someone who’s more talented, better looking or has more gifts, instead of running our race and being comfortable with who we are, oftentimes we feel inferior and think, “I’ve got to catch up to them.” The problem with this unhealthy competition is that it’s a never-ending cycle.

There will always be someone ahead of us. But, it’s a very freeing thing when you realize, “I’m not competing with you. I don’t have to have as big a house as my neighbor to feel good about myself. I don’t have to keep up with my co-worker. I don’t have to be a certain size. No, I understand that I’m not in competition with my friend, my neighbor or my co-worker. Instead, I’m going to be the best me that I can possibly be.” Friend, that’s an attitude God can work with. When you focus on being who God made you to be, that’s when you’ll rise up higher and position yourself for every spiritual blessing He has in store for you!

“My thoughts ar…

November 30, 2012

“My thoughts are completely different from yours,” says the LORD. “And my ways are far beyond anything you can imagine. For just as the heavens are higher than the earth, so are my ways higher than your ways and my thoughts higher than your thoughts” (Isaiah 55:8, 9).

020912 / Panjat Dinding

November 30, 2012

“Kemudian mereka menarik dan mengangkat Yeremia dengan tali dari perigi itu. Demikianlah Yeremia tinggal di pelataran penjagaan itu.” (Yeremia 38:13).

Setelah pulang gereja sore ini, kami sekeluarga makan siang diPasar Festival, mal, food court dan juga terintegrasi dengan kampus Universitas Bakrie.

Setelah selesai makan, sambil berjalan2 kami menemikan satu tempat untuk duduk dengan nyaman dilantai 2 yg menghadap kepanggung TV show, lapangan dan kampus. Salah satu bagian yang menarik adalah sore itu ternyata ada lomba panjat dinding dengan ketinggian kira2 17meter. Cukup menarik dengan perjuangan mereka, bagaimana bisa menyelesaikan tantangan bisa mencapai puncak. Yang kami lihat, hanya ada 1 peserta wanita yg cukup gigih dan bisa mencapai puncak dengan sukses.

Bagian penting yang lain adalah seorang yang bertugas dibawah sebagai pengontrol tali pengaman, jika sewaktu2 pemanjat jatuh, dia harus bersiap dan sigap dengan cepat untuk mengerem dan mengamankan pemanjat.

Catatan saya hari ini mengajar, saat Yeremia menubuatkan apa yg terjadi dengan kota kekuasaan raja Zedekia akan jatuh ditangan Raja Babel, orang2 yg tidak menyukai hal itu kemudian bersepakat, melaporkan pd raja dan akhirnya ia dimasukkan kedalam perigi. Namun akhirnya ia tertolong oleh sida2 dr etiopia yg bernama Ebed-Melekh, dia melapor pd raja dan mendpt perintah utk mengambil kembali Yeremia. Akhirnya ia diangkat dengan tali untuk bisa keluar dr perigi itu.

Kadang saat bergumul dan menunjukkan kebenaran, kita kalah dengan ‘kekuasaan’ disekitar kita dan akhirnya kita diperhadapkan pd sebuah kekalahan. Namun, ternyata itu tidak selamanya, hanya sementara saja, pd waktu yg tepat Tuhan pasti menolong, dan ia bisa menggunakan siapa saja dalam melakukan pertolongan itu. IA akan mengulurkan talinya dan mengangkat kita dr sumur gelap berlumpur dan terdalam kehidupan kita.

BERSANGKA BAIK

November 26, 2012

Seorang anak mengeluh kpd bapaknya,
“Dimanakah keadilan Tuhan yah pak, telah
lama aku meminta dan memohon
padaNya namun tak pernah
dikabulkan.. aku ibadah, puasa,
bersedekah, berbuat kebajikan seperti yg bapak ajarkan padaku.. tp
tak satupun keinginanku
dikabulkan.
Padahal seorang temanku yg
ibadahnya kacau, bicaranya
menyinggung hati, akhlaknya
buruk, tapi apa yang dimintanya
terkabul dengan cepat ….. Oh
sungguh ……Tuhan tidak adil pak…..”

Bapak berkata, “Nak..Pernahkah engkau
didatangi pengamen?”
“Pernah, tentu saja” Kata orang itu
serius.
“Bayangkan jika pengamen itu
berpenampilan seram, bertato,
bertindik, nyanyiannya tak merdu
memekakkan telinga, apa yang kau
lakukan?”
Anak itu menjawab, “segera
kuberi uang agar dia cepat berlalu
dari hadapanku”
“Lalu bgmn jika pengamen itu
besuara merdu mendayu,
menyanyi dengan sopan dan
penampilannya rapi lagi wangi,
apa yg kau lakukan?”
“Kudengarkan dan kunikmati
hingga akhir lagu lalu kuminta ia
bernyanyi lagi sekali lagi dan
tambah lagi..”, kata orang itu
sambil tertawa.
“Kalau begitu bisa saja Tuhan
bersikap begitu pada kita
hambaNya.
Jika ada manusia yang berakhlak
buruk dan dibenciNya ,berdoa dan
memohon padaNya, mungkin akan
Dia firmankan pd malaikat “Cepat
berikan apa yang dia minta. Aku
muak dengan pintanya”.
Tapi bila yang menadahkan tangan
adalah hamba yang taat,yang
rajin bersedekah, maka mungkin
saja Tuhan berfirman pada
malaikatNya : “Tunggu. Tunda dulu
apa yang dipintanya, aku menyukai
doa2nya, Aku menyukai isak-tangis
nya. Aku tak ingin dia menjauh
dari Ku setelah mendapat apa yg
dipintanya. Aku ingin mendengar
tangisnya karena Aku
mencintainya..”

Kesimpulan :
Selalulah BERSANGKA BAIK kpd siapapun kita,terutama kepada
Tuhan, karena kita sebenarnya
tidak betul2 tahu apa yang terbaik
bagi diri kita…Hanya Tuhanlah yg tau siapa kita…!

Berkat yang sesungguhnya bukan karena kita mendapatkan promosi, berkat yang sesungguhnya apabila ada ditangan kita masih lebih kecil dengan apa yang ada didalam hati kita.

Blessed are tho…

November 23, 2012

Blessed are those that can give without remembering and receive without forgetting.

GEMBALA

November 23, 2012

“Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang”

Mazmur 23:2

Saya mengingat masa anak-anak menjelang remaja, usia sekolah menengah pertama kira-kira, bapak saya membelikan kambing untuk dipelihara. Dan tugas saya setelah pelang sekolah adalah membawa kambing ini menuju lapangan karena banyak teman-teman yang lain juga membawa kambing atau sapinya untuk merumput disana. Atau setelah musim panen kita biasanya juga membawa kambing ke sawah, karena banyak rumput yang bagus, hijau dan muda-muda, mungkin akan terasa lebih segar dan gurih kali ya buat si kambing. Jika ada sungai di dekat kita menggembalakan biasanya kita juga bawa mereka juga ke sungai untuk minum dan sekaligus juga dimandikan.

Sangat mengesankan, mengenang masa-masa itu, dan membuat saya banyak belajar dari hal sederhana menggembalakan kambing. Pemazmur mengibaratkan Tuhan sebagai Gembala yang baik, yang mengerti keadaan dan batasan domba-dombanya. Saat mereka kelelahan dan kehausan Sang Gembala memberikan waktu untuk istirahat dan menyegarkan diri dengan air yang tenang. Saya merasa bahwa pengalaman yang pernah saya lakukan dulu memang tidaklah berbeda dengan Sang Gembala Agung itu. Dia tidak hanya terus mengejar kerja keras dan usaha terus menerus, Dia juga menyediakan waktu untuk istirahat dan menikmati ketenangan.

JALAN

November 22, 2012

Jalan menuju BAHAGIA dan SUKSES tidak selalu lurus:

Ada tikungan bernama KEGAGALAN,
Ada bundaran bernama KEBINGUNGAN,
Ada tanjakan bernama KESULITAN,
Lampu merah bernama MUSUH,
Lampu kuning bernama KELUARGA,
Kita akan mengalami ban kempes dan pecah, itulah HIDUP,
Ban serep bernama IMAN,
Mesin bernama PENGHARAPAN,
Asuransi bernama KASIH,
Pengemudi bernama TUHAN YESUS,

Dan setelah semuanya terlewati, barulah kita sampai ditujuan kita.

Oma Mana?

November 18, 2012

“Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: “Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya.”” (Kejadian 28:16).

Omaaa…oma mana? Sini donk.. .Jagain abby, abby sendiri nih. Kalau anak saya bangun, selalu ia mencari omanya. Kalau sedang tidur nyenyak dan bisa ditinggal, biasanya bisa dilakukan oleh Oma. Bukan di tinggal pergi atau jauh kemana, paling cuma ke dapur atau ke kamar mandi. Tapi anak saya sepertinya merasakan yang tidak demikian.

Menyadari bahwa ia tidak di tinggalkan dan tetap mengetahui bahwa ia ada dalam pengawasan memang bukan perkara yg mudah untuk anak2, perasaan takut, tertinggal dan merasa sendirian membuat anak2 tidak ‘aware’ dan sensitif.

Yakub pun merasakan hal yang demikian juga, kurang peka dan sensitif, bahwa Allah yang Maha Hadir itu memang ada dimana saja.

Begitu juga dengan saya, Tuhan itu tidak pernah meninggalkan, selalu ada, bahkan ia mengatakan Immanuel, Tuhan beserta dengan kita. Jadi, rasa sendiri dan ditinggalkan, atau kehilangan kepekaan itu semestinya tidak perlu! Karena Dia selalu hadir!

Cat: 020912

Posted from WordPress for BlackBerry.

MEMBUNGKUK

November 17, 2012

 

Carol Krucoff, ahli postur tubuh dan yoga, menjelaskan bahwa membungkuk dapat mengakibatkan menurunnya tingkat energi dan menaikkan perasaan depresi.

“Orang yang membungkuk lebih cenderung menjadi stres. Mereka yang tidak membungkuk malah mengalami peningkatan energi dan mood-nya,” jelasnya, dilansir melalui Dailymail