Senyum Si Bulat

July 27, 2017

Makanan untuk tubuh tidak cukup. Harus ada makanan untuk jiwa.” Dorothy Day


Senyumnya mengembang dan lebar ketika sepiring nasi dan lauknya hanya kering tempe disajikan di depannya. Katanya sewaktu di gangguin sama maminya dia bilang, “kamu nggak tahu perasaan perutku sih?” Saya tertawa dan memandangnya dengan dengan bangga sekaligus baru. 


Hanya sepiring nasi dan tempe kering jadi lauknya, tapi nikmat dari setiap suapannya membawa saya pada tahap syukur yang dalam. Bahwa menikmati makanan itu bukan karena lauknya yang enak tapi rasa lapar dan ucapan syukur yang keluar dari hati yang dalam.


Bersyukur…


Sabtu Bersama (foto) Pak Presiden

July 15, 2017

Pagi ini berangkat bersama teman-teman Core Team dari DATE Fatmawati-1 menuju Bogor untuk survey gathering atau outing atau apalah pokoknya ngumpul bareng nanti. Dan sengaja kami menggunakan transportasi umum, naik kereta dan ngangkot adalah sebuah kenikmatan dan kebersamaan yang indah hari ini.

Sesampai di stasiun Bogor kami berganti angkot menuju ke Kebun Raya, tujuan wisata ini selain murah, menyenangkan sekaligus membuat sehat karena memaksa kami berjalan mengelilingi spot-spot berfoto yang cakep buat dipost di media sosial dan juga buat koleksi pribadi tentu saja. Dari depan danau, didepan istana, kuburan belanda, taman palem, museum zoologi, akhirnya nggak terasa sudah hampir jam 12 akhirnya makan es krim dan memutuskan untuk keluar dan hendak mencari makan siang di jalan Suryakencana. Namun keputusan tiba-tiba berubah hingga kita berjalan lurus dan akhirnya menemukan spot baru lagi berfoto di kumpulan taman pandan lalu lanjut di jembatan putih. 

Dan setelah mengambil foto di jembatan putih ternyata ada keramaian di depan, kita pikir karena ada acara sebuah perusahaan di depan resto tempat Obama dan pak Jokowi makan siang waktu itu. Dan kerumuman itu ternyata adalah pak Jokowi dan mas Kaesang yang lagi nyopirin mobil golf berplat RI1 sedang melayani masyarakat bersalaman dan foto bersama. Langsung saja kami nyemper deketin dan tampaknya sangat susah untuk bisa dekat berfoto, tapi pengawalnya pak Jokowi para paspampres itu mengatur dengan baik posisi orang-orang yang hendak berfoto. Pak Jokowi sabar banget bahkan selalu melihat hasil fotonya setiap kali orang habis berfoto. Making dekat dengan kita makin kita didesak dari depan dan belakang, hingga sampai digiliran langsung kita berlima maju ketika pengawalnya bertanya, “ini satu-satu atau rombongan?” Langsung dijawab salah satu dari kami, “rombongan pak!” Dan akhirnya kami bisa dekat pak Jokowi dan difotoin bareng, lumayan posisi saya jongkok di samping depannya pak Jokowi. Selesai difoto masih tempat salaman alias jabat tangan plus saya bilang sama mas Kaesang, “aku gelem dijak nge-vlog mas” dan dia cuma senyum doang. 

Bahagia banget lho, bangga dan terharu plus saya merasa sangat bersyukur punya pemimpin yang merakyat dan rendah hati juga sangat bersahaja. Saya bangga posting hari ini di Instagram dan Facebook saya. Dan biar moment ini abadi saya tuliskan di blog ini. 

Kalau ketemu orang nomer satu di negara ini saja saya begitu bahagia dan bersyukur, bagaimana jika nanti pada saatnya, waktunya saya bertemu dengan Pencipta saya di surga? Saya percaya pasti akan lebih indah dan membahagiakan tentunya! 
Eh setelah ketemu pak Jokowi tetep lapernya masih ada, wong masih nginjek tanah dan ternyata belum pindah alam. Hehehehe! Jadi kami lanjutkan acaranya menuju tempat makan, dan setelah naik angkot kami sampai tapi ternyata tutup tempat makan tujuan kami. Ya sudah, kami cari makan di tempat yang lain saja, meskipun sedikit kecewa paling tidak terobati dan bisa mengenyangkan perut kami semua.
Eh, sabtu ini indah banget ya, capek sih tapi puas. Apa lagi dengan momen yang indah berfoto bersama Bapak President. Kapan lagi bisa, iya kan?

Sore Dari Kebun Belakang Rumah

July 14, 2017

“Berkebun itu memberi rasa cinta, melatih kesabaran dan menuai kebahagiaan” – Chef Utami

Kalau ke kebun belakang rumah itu selain nikmatnya di gigitin nyamuk gede-gede juga nikmatnya lihat tanaman hijau yang menyenangkan hati saya.

Pepaya

Pepaya Jepang

Pandai

Cabai

Sirih

Labu siam

Ginseng

Bayam potong

Jahe

Kunyit

Binahong

Cincau

Timun Jepang

Temukunci

Cinta saya sama tanaman itu membantu saya mengerti dan belajar bahwa Tuhan bisa mengajarkan sesuatu dari mengurus tanaman, mengharapkan buahnya dan menikmati hasilnya setelah menunggu beberapa lama. Bahkan nikmatnya beda ketika menyantap hasil kebun sendiri. Seperti ada manis-manisnya gitu….hehehehehe!

Bunga Pagi Ini

July 6, 2017

“dua hal penting dalam hidup adalah, hari dimana kamu lahir dan hari dimana kamu menikmati bunga-bunga bermekaran”

Pagi baru saja beranjak hari ini, riuh rendah suara kenalpot kendaraan kembali memecah Jakarta yang sepertinya baru saja sepi ditinggalkan para penghuninya. Entah mengapa mendung sepagian ini enggan beranjak hingga tak tampak mentari dan kehangatannya. Saya tiba di tempat kerja dimana taman di depan ruangannya sedang begitu banyak bermekaran bunga, sejenak saya sengaja menghampiri dan memotretnya hingga menemukan kedalaman sebuah kebaikan.

Masih ada kesempatan! Ya, hari ini masih ada kesempatan untuk membagi warna bagi dunia. Saya? membagi warna? Mungkin tidak nampak, belum tampak atau memang tidak pernah terlihat, tidak apa-apa, yang paling penting adalah saya berkembang tepat diwaktunya. 
Jadi? Kebaikan itu adalah kesempatan, kesempatan saya boleh berbunga sekaligus kesempatan saya melihat betapa kebaikanNya dinyatakan dengan cara sederhana namun bermakna. 

H1

July 3, 2017

“​Kamu meninggalkan rumah untuk mencari peruntunganmu, ketika kamu mendapatkannya, kamu pulang untuk membaginya pada keluargamu.” – Anita Baker



Hari pertama kerja di tempat kerja baru dan bingung nggak tahu mau ngapa-ngapain. Syukurlah akhirnya setelah menghubungi pimpinan yang baru bisa masuk ke ruangan meskipun harus menunggu kuncinya di antarkan dan menunggu juga apa yang harus dikerjakan. 



Yang kami hadapi selanjutnya setelah beberapa waktu adalah pengen ngemil dan kemudian tiba-tiba listrik mati. Ya hadapi dan nikmati saja, toh kami dapat komplimen bisa pulang lebih cepat. 


Maturnuwun Gusti untuk kesempatan dan berkat yang Engkau berikan. Harus dihadapi dengan iman dan di imani dengan berhadap-hadapan, masa depan menanti dengan baik! Yup…baik!



Cinta Di Sarapan Pagi

July 2, 2017

“Apapun yang telah kau lakukan untuk dirimu sendiri atau untuk kemanusiaan, jika kau tidak bisa memberikan cinta dan perhatian terhadap keluargamu sendiri, lalu apa yang sudah kau lakukan?” – Elbert Hubbard

“Papi, bikinin aku sarapan dong?” Kata-kata indah yang meluncur dari mulut mungil pagi ini, dengan senyum khasnya meluluhkan hati. Dengan segera saya mengecek nasi di magic jar dan masih aman isinya, sarden yang dimasak Oma tadi malam yang barusan di panaskan juga siap disajikan, sarden pedas pilihan si pumpkin sendiri kemarin sore menemani omanya belanja, dan saya akhirnya menyiapkan tambahan lauk, menggoreng tahu yang tadi pagi saya beli dari Mang tahu bandung yang sering keliling kompleks tiap akhir pekan. Jadilah sarapan sederhana yang dinikmati dengan lahap dan nikmat oleh si pumpkin. 

Bukan makanan yang mahal dan susah kan? Yang mahal adalah disajikan dengan kasih sayang, yang susah adalah berani mengambil keputusan melayani anak dengan kasih sayang dan menyenangkan hatinya. Saya ingin bahwa di masa kecilnya, papinya adalah seorang pria yang dengan penuh cinta memberikan pertolongan sederhana yang akan di ingatnya nanti, seperti pagi ini menyiapkan sarapan untuknya.  Suatu saat dia bisa mendapatkan seorang pria pendamping yang juga menyayangi dan mengasihinya dengan tulus dalam memberikan bukti cinta kepadanya.

Cinta dalam sarapan pagi ini adalah sebuah kenikmatan tersendiri buat saya. 

Setelah Selesai #NulisRandom2017

July 1, 2017

“Kita cenderung lupa bahwa kebahagiaan tidak datang dari mendapatkan sesuatu yang tidak kita miliki, melainkan dengan mengakui dan menghargai apa yang kita miliki.” Frederick Koenig

Kata-kata mas Frederick diatas memacu saya untuk menuliskan paling tidak satu saja hal yang baik yang membuat saya bersyukur juga bahagia selama mengikuti #NulisRandom2017 ini. Banyak hal yang mengajarkan pada saya bahwa kebaikan selalu mengikuti dan bersama dengan kita, tergantung cara pandang dan hati kita melihatnya.

Beberapa hari bergulat mengejar waktu sebelum jam 12 malam harus sudah posting tulisan itu adalah sebuah keindahan yang memacu saya untuk terus berada di jalur yang tersedia dengan baik. Terimakasih buat mas Brilliant Yotenega dan juga @nulisbuku, kali ini saya kembali berhasil menyelesaikan proyek ini setelah dua tahun yang lalu ikutan juga.

Salam Sejahtera semuanya!

#NulisBuku2017 #HariKe30 #SetelahSelesai #menulis

Menikmati Hujan

June 30, 2017

“Sebagian orang merasakan hujan, lainnya hanya merasakan basah.” Bob Marley 

Sehari ini dua kali kehujanan. Sekali di subuh pagi tadi sewaktu mengantarkan istri untuk melakukan sebuah kegiatan. Bersyukur mampir dulu di tempat kakak ipar jadi bisa berganti baju dan menikmati secangkir teh panas meredakan kedinginan. Kehujanan yang kedua sore ini sewaktu hendak membeli air minum kemasan dan juga lauk buat makan malam. Air minumnya nggak dapat, lauknya aman tapi basah kuyupnya tidak terhindarkan. Sembari pulang di atas motor kehujanan saya nikmati berjalan pelan sambil bernyanyi kecil, “s’bab Tuhan baik…anugerahNya kekal selamanya.”

John Updike menuliskan sebuah quote yang begitu menginspirasi tentang hujan, demikian katanya, “Rain is grace; rain is the sky descending to the earth; without rain, there would be no life.” Hujan adalah anugerah, sebuah kebaikan yang harus dinikmati dalam kehidupan ini. Sebuah kebaikan yang kadang ketika kita menikmatinya harus melewati hal yang tidak enak, basah, dingin, dan bahkan mungkin masuk angin. Namun setelahnya adalah semua tanaman bersukaria, sumur saya pun kembali terisi dan aman dari kekurangan air, udara malam ini akan lebih dingin dan tentu saja pas dengan secangkir teh panas atau kopi sebelum tidur malam ini.

Hari terakhir bulan Juni ini diawali dengan hujan dan ditutup malam ini dengan hujan, tapi kata-kata yang tertulis tidak berhenti meskipun hujan akan berhenti. Jadi bagian terbaik yang saya bisa nikmati di bulan ini  adalah menuliskannya, menulis dengan cara, gaya dan rasa saya. Dan menutup #NulisRandom2017 dengan sebuah keberkahan akan hidup seperti yang dikatakan oleh Ashely Smith, “Hidup penuh keindahan. Perhatikan itu. Perhatikan lebah besar, anak kecil, dan wajah yang tersenyum. Rasakan hujan dan hiruplah udara. Hidupkan kehidupan dengan segala potensimu, dan berjuanglah untuk mimpi-mimpimu.”

Perayaan Pertemanan

June 29, 2017

“Teman tidak akan meninggalkan teman lainnya kelaparan”

Siang ini saya kedatangan teman-teman kerja di tempat kerja yang lalu. Dengan semangat merwka menghampiri rumah saya yang masih saja berantakan. Bahkan yang ulang tahun hari ini bawa spesial nasi uduk plus lengkap lauknya dan juga kue ulang tahun. Setahun yang lalu juga saya didatangi mereka meskipun tahun ini lebih banyak personilnya. Saya bersyukur mereka bisa menikmati kebersamaan yang memang apa adanya. Rumah saya sempit dan berantakan tapi ya cuek saja toh mereka sudah biasa demikian, berkali-kali datang berkunjung kerumah dengan kondisi demikian.

Kebersamaan itu adalah sebuah berkah. Kebersamaan dengan teman-teman juga sebuah anugerah. Seperti kata Dior Yamasaki, “Teman adalah bahan yang paling penting dalam resep kehidupan ini.” Jadi apapun masakan dan makanannya selama itu ada kebersamaan dan pertemanan maka kenikmatan dalam setiap suapannya yang akan membuat perbedaan. Nasi uduk, lalapan, ayam goreng, tempe kering, telor goreng, sambel, rujak serut dan iris, es sirup dan kue tart membuat lengkap siang hingga sore tadi.

Syukur mana lagi yang harus ditangguhkan? 

Cinta Dari Dapur

June 28, 2017

“Food is symbolic of love when words are inadequate.” – Alan D. Wolfelt 

Makanan adalah simbol cinta ketika kata-kata tidak cukup, begitu katanya mas Alan diatas. Kalau saya sih percaya banget hal di atas terjadi dalam kehidupan ini, dan memang itulah yang saya alami hari ini. Tadi siang sehabis beres-beres kamar karena banyaknya debu yang sudah nempel disana-sini rasa lapar sudah menyerang dengan sangat. Begitu saya bilang lapar, Mami Mertua saya dengan segera menyiapkan makan siang spesial yang di masaknya dari pagi. Oh iya, spesial buat saya khusus katanya jadi hadiah ulang tahun. Dan nama makanan itu adalah sambel tumpang. 

Mungkin belum banyak yang tahu apa itu sambel tumpang. Sambel tumpang ini adalah masakan dari campuran tempe dan bumbu-bumbu yang dimasak sedemikian rupa hingga menyerupai sup kental. Setelah searching di Mbah Google akhirnya saya menemukan resepnya di cookpad.com, berikut resepnya kalau mau dicoba :

Bahan-bahan : 

1/2 papan tempe semangit (tempe umur 3 hari)1/2 papan tempe baru3 siung bawang putih3 butir bawang merah10 buah cabe rawit (merah dan hijau)2 butir kemiri2 cm kencur2 cm lengkuas, geprek1/2 batang serai, geprek2 lembar daun salam1 lembar daun jeruk500 ml air150 ml santan kental4 buah tahu putih, potong kotak2, gorengsecukupnya garam, gula pasir, merica bubuk, kaldu bubuk
Langkah Memasaknya: 
1. Rebus 500 ml air + tempe + bawang merah + bawang putih + cabe + kemiri + kencur sampai empuk, angkat..tiriskan.. air sisa merebus jangan dibuang
2. Haluskan terlebih dahulu cabe + duo bawang + kemiri + kencur.. disusul dg tempe.. aQ dihaluskan kasar ajj.. biar berasa tekstur tempe’nya
3. Masukkan tempe yg dihaluskan ke air rebusan tadi.. tambahkan bahan geprek + santan + bumbu2 lainnya
4. Nyalakan kembali api kompor.. masak sampai santan mendidih.. masukkan tahu goreng.. masak sampai air agak menyusut..
5. Sajikan dg nasi hangatt 🙂 bisa disiramkan disayur rebus.. atau kacangpanjang dan tambahan lauk lainnya.

Sambel tumpang ini adalah salah satu masakan favorit saya. Biar asalnya ndeso tapi ngangenin dan spesial. Kalau dulu sebelum nikah, ibu saya yang memasaknya, sejak nikah dan saya mengajak mami mertua saya pulang kampung dan dia yang orang Sunda bisa belajar memasak masakan khas Jawa ini jadi seperti masakan ibu saya yang spesial juga buat saya mantunya. Rahasia lainnya adalah mami mertua saya adalah juga jago masak buat catering dijamannya. 

Jadi Cinta Dari Dapur itu sangat nyata dan indah. Dan tentu saja Sambel Tumpang itu spesial.